RANCAEKEK, balebandung.com – Dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-76 Fatayat Nahdlatul Ulama (NU), Pengurus Anak Cabang (PAC) Fatayat Kecamatan Rancaekek menggelar kegiatan penanaman pohon di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarik, Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Sabtu 9 Mei 2026.
Kegiatan yang berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung itu mendapat apresiasi dari Camat Rancaekek Gugum Gumilar. Menurutnya, gerakan penanaman pohon menjadi langkah nyata dalam menjaga lingkungan di tengah berbagai persoalan yang saat ini dihadapi wilayah Kabupaten Bandung, termasuk persoalan sampah dan ancaman bencana lingkungan.
“Lingkungan menjadi salah satu isu sentral yang hingga saat ini terus muncul, termasuk masalah sampah. Karena itu saya sangat mengapresiasi kegiatan penanaman pohon yang dilakukan Fatayat Rancaekek ini,” ujar Gugum.
Camat berharap gerakan penghijauan tersebut tidak berhenti pada seremoni penanaman saja, melainkan dibarengi dengan perawatan secara berkelanjutan agar pohon yang ditanam bisa tumbuh dan memberi manfaat bagi lingkungan.
“Saya berharap pohon yang ditanam dikontrol jangan sampai ada yang layu atau bahkan mati. Titip kepada seluruh keluarga besar Fatayat Rancaekek,” pesannya.
Sementara itu, Ketua PC Fatayat Kabupaten Bandung Susanti menjelaskan, kegiatan penanaman pohon tersebut merupakan bagian dari gerakan kepedulian lingkungan yang terus dilakukan Fatayat NU di Kabupaten Bandung.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari program sebelumnya yang telah menanam 500 bibit pohon kopi di Desa Cihawuk, Kecamatan Kertasari. Kali ini, sebanyak 200 bibit pohon buah-buahan ditanam di wilayah Rancaekek.
“Kegiatan penanaman pohon Fatayat Rancaekek ini merupakan kegiatan lanjutan dari kegiatan PC Fatayat yang sebelumnya sudah menanam 500 bibit pohon kopi di Desa Cihawuk Kecamatan Kertasari,” jelas Susanti.
Ia menyebutkan, terdapat tiga isu utama yang diangkat dalam kegiatan tersebut. Pertama, penanaman pohon sebagai upaya menjaga keseimbangan ekologis dan bentuk kepedulian Fatayat terhadap pelestarian lingkungan.
Kedua, kegiatan tersebut menjadi respon terhadap persoalan lingkungan di Kabupaten Bandung seperti banjir, longsor hingga angin kencang, sejalan dengan semangat NU di abad kedua yakni “Merawat Jagat, Membangun Peradaban”.
Ketiga, Fatayat ingin menunjukkan bahwa kader-kadernya tidak hanya kuat secara spiritual dan akademis, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Rancaekek, Ajengan Ending Jauharuddin mengatakan, menjaga alam merupakan bagian dari amanah yang harus dijalankan bersama.
“Mudah-mudahan dengan kegiatan penanaman pohon ini Rancaekek bisa kembali asri seperti dulu, sehingga dari pohon yang ditanam ini bisa dijadikan paru-paru kota khususnya di Kecamatan Rancaekek,” ujarnya.
Ketua PAC Fatayat Rancaekek, Ekawati Nurpatonah Supono menambahkan, sebanyak 200 bibit pohon yang disiapkan DLH Kabupaten Bandung terdiri dari berbagai jenis pohon buah dan tanaman penghijauan seperti kayu putih, nangka, lengkeng hingga ketapang.
Sebagian bibit ditanam di kawasan DAS Citarik sebagai proyek percontohan, sementara sisanya dibagikan kepada kader Fatayat untuk ditanam di sekretariat desa maupun di lingkungan rumah masing-masing.
“Harapannya, dengan kegiatan penanaman pohon ini bisa menjawab seruan dari PC Fatayat Kabupaten Bandung agar program penanaman pohon ini terus berlanjut hingga tingkat PAC,” kata Eka.***







