CIPARAY, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna mendorong percepatan penataan jaringan irigasi untuk menjaga produktivitas lahan pertanian di Kabupaten Bandung.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah Daerah Irigasi (DI) Cirasea di Desa Ciheulang, Kecamatan Ciparay. Jaringan irigasi tersebut mengairi lahan pertanian padi sawah di kawasan tersebut.
Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) meninjau langsung kondisi saluran irigasi Cigugur di Jalan Raya Laswi, Desa Ciheulang, Kamis (10/9/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan rencana penanganan melalui program pentahelix dapat berjalan seiring dengan program penataan irigasi pemerintah.
Menurut KDS, penguatan jaringan irigasi penting bukan hanya untuk mengantisipasi persoalan genangan dan banjir, tetapi juga memastikan kebutuhan air bagi lahan pertanian tetap terjaga.
“Daerah irigasi ini saya sudah mengusulkan total se-Kabupaten Bandung sebesar Rp947 miliar ke pemerintah pusat. Dan tahun ini, insya Allah kalau tidak ada gangguan sebesar Rp334 miliar,” ujar KDS.
Ia mengatakan usulan tersebut mencakup penataan hampir 547 daerah irigasi yang tersebar di Kabupaten Bandung.
Untuk wilayah Ciheulang, kata KDS, saluran Cigugur merupakan bagian dari DI Cirasea sehingga penanganannya perlu diselaraskan dengan program yang lebih besar. “DI Cirasea ini dijadikan prioritas,” tandasnya.
KDS menegaskan, sinkronisasi diperlukan agar program yang dikerjakan melalui pentahelix tidak tumpang tindih dengan program pemerintah pusat maupun daerah.
“Nanti dilihat, supaya tidak overlap anggaran. Program pentahelix bagian sebelah mana, dan program irigasi didorong di lokasi mana,” ujarnya.
Di sisi lain, Pemkab Bandung juga mengapresiasi inisiatif masyarakat Kecamatan Ciparay yang membentuk tim pentahelix untuk membantu mempercepat penanganan infrastruktur.
KDS mengatakan tim tersebut telah merencanakan pekerjaan di lima titik, termasuk normalisasi saluran irigasi Cigugur.
Untuk penanganan melalui skema pentahelix, kebutuhan anggaran yang disampaikan tim Kecamatan Ciparay mencapai sekitar Rp3 miliar dari sumber non-APBD. “Kita akan dorong seperti kecamatan lainnya,” kata KDS.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat melalui gotong royong menjadi kekuatan tambahan dalam mempercepat penanganan infrastruktur di tengah keterbatasan anggaran pemerintah.
KDS menyebut program pentahelix saat ini telah berjalan di 16 kecamatan di Kabupaten Bandung. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus diperkuat dengan melibatkan BBWS Citarum, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Bandung, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat.
“Dengan kekompakan, dengan gotong royong ini akan menyelesaikan persoalan-persoalan, memitigasi dan meminimalisir persoalan banjir di wilayah Kabupaten Bandung,” ujarnya.
KDS juga menyampaikan apresiasi kepada Camat Ciparay, Forkopimcam, para kepala desa, serta masyarakat yang telah mendukung program pentahelix.
Menurutnya, kolaborasi tersebut harus diarahkan untuk memastikan infrastruktur irigasi tetap berfungsi dan pada akhirnya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama petani.***







