Bale Jabar

Jabar Kembangkan Pakan Ternak Indigofera

×

Jabar Kembangkan Pakan Ternak Indigofera

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menerima akademisi IPB di R. Manglayang Gedung Sate, Kamis (6/10). by Humas Pemprov Jabar
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menerima akademisi IPB di R. Manglayang Gedung Sate, Kamis (6/10). by Humas Pemprov Jabar

BANDUNG – Pemprov Jabar akan mengembangkan pakan ternak hewan melalui jenis tanaman Indigofera. Jenis-jenis tanaman Indigofera ini diyakini bisa cepat dibudidayakan serta memiliki kandungan gizi yang tinggi untuk pertumbuhan hewan ternak. Jawa Barat pun akan mengembangkan jenis tanaman ini untuk hewan pakan ternak sapi dan kambing, dengan tujuan untuk meningkatkan produksi daging di Jawa Barat.

“Ke depan insya Allah, Indigofera ini akan menjadi pohon perdu, hijauan yang akan digunakan untuk peternakan di Jawa Barat,” ungkap Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menerima akademisi IPB di R. Manglayang Gedung Sate, Kamis (6/10/16).

Indigofera ini merupakan hijauan pakan ternak jenis leguminosa pohon yang memiliki nutrisi tinggi berasal dari tanah Papua. Rata-rata tinggi pohon Indigofera ini sedang namun memiliki daun yang lebat dan bisa berproduksi banyak.

“Insya Allah dengan Indigofera ini akan menurunkan biaya produksi. Jadi satu hektar Indigofera cukup untuk 10 sapi, padahal rumput biasa satu hektar hanya cukup untuk sapi. Ini berati sangat produktif dan efisien,” papar Aher.

Pohon ini pun akan digunakan untuk pengembangan pakan ternak hewan di Jabar, khususnya perternakan berskala besar seperti sapi. Hal ini pun akan berdampak pada peningkatan produksi daging sapi di Jabar yang menargetkan 50% pemenuhan kebutuhan dagingnya diproduksi secara mandiri.

Indigofera ini terbagi dalam tiga kelas. Kualitas 1, tanaman ini hanya bisa dipanen bagian daunnya saja yang dipanen di usia satu bulan. Kualitas 2, bagian pohon Indigofera yang diambil daun dan batangnya yang berukuran kecil, sementara Kualitas 3 adalah tanaman Indigofera yang bisa dipanen setiap dua bulan yang diambil daun dan batangnya. Perbedaan dari ketiga kelas ini yaitu dari kandungan proteinnya, Kualitas 1 mengandung protein 31 , Kualitas 2 berprotein 26-27, dan Kualitas 3 dengan protein 20.

Tanaman hasil temuan Prof. Luki Abdullah dari IPB ini akan dikembangkan di sembilan titik wilayah lahan rekayasa atau percontohan di Jabar, seperti di Subang, Banjaran, Ciletuh, Cikadu, Rancabango, Cijeunjing, Majalengka, Jatigede, dan Indramayu. Luas lahan percontohan ini akan mencapai 40 hektar dan akan dihuni sekitar 400 ekor sapi.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) bersama PT Krakatau Steel Tbk membahas tantangan industri baja nasional menuju ekosistem net zero steel di tengah tekanan biaya energi dan persaingan global. Pembahasan tersebut digelar dalam Grand Final Net Zero Steel Pathways Cohort 2026 yang diselenggarakan Center for Policy and Public Management […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Hari Tatar Sunda akan selalu diperingati setiap 18 Mei, dimulai tahun ini. Penetapan Hari Tatar Sunda telah diformalkan melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2026, tentang Penyelenggaraan Hari Tatar Sunda. Dalam Pergub itu disebutkan peringatan Hari Tatar Sunda meliputi kirab, yaitu prosesi perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) secara resmi menetapkan 18 Mei sebagai Hari Tatar Sunda. Peringatan ini menjadi tonggak kebangkitan jati diri dan karakter warga Jawa Barat. Peneliti sejarah sekaligus Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (Unpad) Nina Herlina mengatakan, penetapan Hari Tatar Sunda tanggal 18 Mei merujuk pada peristiwa digantinya nama […]

Bale Jabar

SUMEDANG, balebandung.co – Arak-arakan Mahkota Binokasih menjadi salah satu pertunjukkan yang dapat disaksikan masyarakat dalam Kirab Mahkota Binokasih di Kabupaten Sumedang, Sabtu (2/5/2026). Mahkota Binokasih merupakan mahkota yang sangat istimewa. Bukan hanya dari bentuknya yang terbuat dari emas, mahkota itu juga menyimpan makna kehidupan adiluhung. Radya Anom Karaton Sumedang Larang Luky Djohari Soemawilaya mengatakan, makna […]

Bale Jabar

Oleh: Prof. Dr. Nina Herlina, M.S., Ketua Tim Peneliti Hari Jadi Tatar Sunda Tidak semua kabupaten/kota di Jawa Barat ikut dalam kirab budaya, atau tidak diikutkan, sehingga masyarakat ada yang protes, misalnya Masyarakat Adat Kabupaten Garut. Oleh karena itu, saya, selaku Ketua Tim Peneliti Hari Jadi Tatar Sunda, merasa perlu menyampaikan informasi tentang kerajaan-kerajaan yang […]

Bale Jabar

SUMEDANG, balebandung,com – Binokasih Mulang Salaka mengawali Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran. Mahkota Binokasih akan diarak dengan menggunakan kereta kencana dari titik awal Museum Geusan Ulun Sumedang. Prosesi penyerahan Mahkota Binokasih ke dalam kereta kencana berlangsung khidmat di halaman Museum Geusan Ulun, Sabtu (2/5/2026). Penyerahan itu disaksikan langsung Raja Sumedang H.R.I Lukman Soeriadisoeria dan jajarannya, […]