Bale Bandung

Ironis, BOS Siswa MI di Kab Bandung Cuma Rp 17.500/Tahun

×

Ironis, BOS Siswa MI di Kab Bandung Cuma Rp 17.500/Tahun

Sebarkan artikel ini
ilustrasi/net
ilustrasi/net
ilustrasi/net

SOREANG – Pemkab Bandung hanya menggelontorkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Bandung hanya sebesar Rp 17.500/tahun/siswa.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bandung, Imron Rosyadi mengatakan, untuk Madrasah Tsanawiyah (MTS) besaran BOS dari Pemkab Bandung per siswanya Rp 90.000 pertahun sedangkan untuk Madrasah Aliyah (MA) sebesar Rp 600.000.

“Memang BOS untuk MI dari Pemkab Bandung kecil, tapi masih terbantu oleh BOS dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat,” ungkap Imron, Jumat (4/3/16).

Imron menyebutkan saat ini, jumlah Madrasah yang ada di Kabupaten Bandung sebanyak 191 MI swasta, 194 MTS Negeri, 3 MTS swasta, 2 MA Negeri dan 94 MA swasta, dengan jumlah siswa keseluruhan masing-masing 31.885 siswa MI, 37.848 siswa MTS dan 13.975 siswa MA.

Menanggapi hal ini Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung  Tedi Surahman berjanji pihaknya akan mengupayakan kenaikan BOS untuk MI kepada Pemkab Bandung pada anggaran tahun mendatang. “Kalau Rp 17.500/tahun itu terlalu kecil sehingga harus dinaikan dan kami akan coba perjuangkan,” kata Tedi.

Selain itu besaran nilai tiap tingkatan juga terdapat jumlah yang jomplang sehingga harus ada penyesuaian agar semua siswa di setiap tingkatan bisa seimbang dan merata. “Nilainya sangat jomplang, jika MI hanya Rp 17.500 sementara MA mencapai Rp 600.000 dan MTS Rp 900.000,” sebutnya. (fik)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

Catatan Redaksi: Serial ini merupakan saduran prosa dari Kidung Sunda, karya sastra Jawa Pertengahan yang dikenal melalui tradisi manuskrip Bali/Jawa-Bali. Pengarangnya tidak diketahui secara pasti. Ada keterangan yang mengaitkan teks ini dengan kemungkinan pengarang berlatar Jawa yang pindah dan tinggal menetap di Bali karena bahasanya menggunakan Bahasa Bali/Jawa Kuno. Menariknya, meski bukan teks berbahasa Sunda, Kidung […]

Bale Bandung

Catatan Redaksi: Serial ini merupakan saduran prosa dari Kidung Sunda, karya sastra Jawa Pertengahan yang dikenal melalui tradisi manuskrip Bali/Jawa-Bali. Pengarangnya tidak diketahui secara pasti. Ada keterangan yang mengaitkan teks ini dengan kemungkinan pengarang berlatar Jawa yang pindah dan tinggal menetap di Bali karena bahasanya menggunakan Bahasa Bali/Jawa Kuno. Menariknya, meski bukan teks berbahasa Sunda, Kidung […]

Bale Bandung

SOLOKANJERUK, balebandung.com – Warga Kampung Mundel RT 04/RW 04 Desa Solokanjeruk, Kecamatan Solokanjeruk, mengeluhkan kondisi tanah dan bangunan rumah yang terus mengalami penurunan atau amblas diduga akibat aktivitas sumur artesis atau sumur bor dalam milik PT Kahatex Solokanjeruk. Warga menyebut kondisi tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun dan semakin terasa dampaknya terhadap lingkungan maupun bangunan rumah di […]

Bale Bandung

BALERAME, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pembangunan infrastruktur jalan demi mendukung aktivitas masyarakat, pelaku UMKM, pengusaha, hingga sektor pariwisata di Kabupaten Bandung. Menurut Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS), anggaran untuk perbaikan dan pembangunan jalan akan difokuskan dari penerimaan Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Opsen Bea Balik Nama Kendaraan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna mengapresiasi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang selain berperan sebagai lembaga dakwah, juga telah berkontribusi di bidang pendidikan dengan menyelenggarakan pendidikan formal yang sudah berjalan di keluarga besar LDII Kabupaten Bandung. Hal itu disampaikan Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) saat membuka Musyawarah Daerah LDII Kabupaten Bandung, di Gedung […]

Bale Bandung

Catatan Redaksi: Serial ini merupakan saduran prosa dari Kidung Sunda, karya sastra Jawa Pertengahan yang dikenal melalui tradisi manuskrip Bali/Jawa-Bali. Pengarangnya tidak diketahui secara pasti. Ada keterangan yang mengaitkan teks ini dengan kemungkinan pengarang berlatar Jawa yang pindah dan tinggal menetap di Bali, tetapi hal itu tetap perlu dibaca sebagai dugaan, bukan fakta final. Menariknya, meski […]