Bale Bandung

Komisi X DPR RI Minta PSSI Revisi Sanksi terhadap Persib

×

Komisi X DPR RI Minta PSSI Revisi Sanksi terhadap Persib

Sebarkan artikel ini
Caleg DPR RI dari Partai Nasdem Dapil Kab Bandung H Dadang Rusdiana SE M,Si, saat konsolidasi relawan Darus di RM Kurma Jl. Raya Bypass Bandung-Garut KM 26, Desa Tenjolaya Kec.Cicalengka Kab. Bandung, Jumat (5/10/18). by iwa/bbcom

CICALENGKA – Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dianggap tidak adil dan tidak proporsional dalam memberikan sanksi terhadap Persib Bandung atas insiden tewasnya suporter Persija di Stadion GBLA pada Minggu 23 September lalu. Padahal harus diakui, PSSI selama ini tidak melakukan pembinaan terhadap suporter sepakbola.

“Kalau pendapat saya, insiden ini kan melibatkan suporter. Dan harus diakui PSSI selama ini belum membuat sebuah sistem pembinaan suporter. Artinya, nggak boleh kesalahan suporter itu kemudian ditimpakan ke club,” tandas anggota Komisi X DPR RI Dadang Rusdiana kepada Balebandung.com, Sabtu (6/10/18).

Jadi, menurut Kang Darus, sapaan Dadang Rusdiana, sanksi yang dijatuhkan PSSI itu harus proporsional. Jangan sampai karena ulah sekelompok atau oknum suporter itu, kata dia, kemudian secara umum ditimpakan kepada club atau Persib.

“Mana kesalahan club, mana kesalahan panitia pertandingan, mana kesalahan suporter, mana kesalahan pengendalian pengamanan tidak kondusif misalkan. Maka PSSI harus bisa memilah-milah itu,” imbuh politisi Partai Nasdem ini.

Karena itu menurutnya wajar saja kalau sekarang muncul kekecewaan para suporter terhadap sanksi yang diberikan PSSI yang dinilai tidak adil.

“Tindakan yang dilakukan PSSI itu seakan-akan tidak proporsional dan tidak profesional. Jadi, saya sebagai anggota Komisi X DPR RI yang berasal dari Bandung, meminta agar PSSI untuk segera melakukan review atau revisi terhadap sanksi yang diberikan. Saya kira ini tidak bisa dibiarkan,” kata Darus.

Caleg DPR RI Dapil Jabar 2 Kab Bandung ini pun menyatakan agar PSSI bisa berbenah dan melakukan introspeksi. Menurutnya, semua suporter sepakbola Indonesia harus terorganisir dengan baik dalam sebuah sistem pembinaan dan sebuah regulasi yang jelas.

“Pembinaannya itu bisa dilakukan dengan penertiban atas organisasi-organisasi yang membawahi suporter, berbadan hukum, kriteria keanggotaan suporter yang jelas, pembinaan intensif dari organ-organ bentukan PSSI yang khusus menangani masalah suporter, dan hal lainnya,” sebut Darus.

Dia bilang selama ini kan suporter bermunculan dengan membuat nama yang dibuat masing-masing secara spontan dan alami. “Tapi kemudian adakah pembinaan dalam bentuk kegiatan atau apapun dari PSSI terhadap supoter? Selama kan ini nggak ada,” kilahnya.

Padahal menurutnya suporter itu potensi yang sangat luar biasa. Begitu pula dengan respon masyarakat terhadap sepakbola. Indonesia termasuk negara dengan jumlah suporter sepakbola terbanyak. Menurutnya pun sepakbola itu bisa menjadi daya perekat, walaupun sekaligus di situ ada peluang-peluang terjadinya konflik antar suporter.

Lebih dari itu, kata Darus, adanya suporter bukan sekadar punya potensi dukung mendukung olahraga, tapi juga bisa jadi potensi ekonomi dan potensi sosial. Namun sayangnya selama ini PSSI belum mampu memberikan pembinaan.

“PSSI nggak bisa menyalahkan Persib saja.Karena tadi saya katakan, bahwa selama ini juga PSSI belum mampu melakukan pembinaan terhadap para suporter sepakbola. Insiden ini adalah kegagalan kita bersama, nggak boleh hanya menimpakannya kepada Persib,” pungkas Darus.

***

Sebelumnya diberitakan, pertandingan Liga 1 Gojek, antara Persib dan Persija di Stadion GBLA memakan korban. Satu orang suporter Persija The Jak Mania tewas dikeroyok massa sebelum laga Persib-Persija dimulai.

Korban bernama Haringga Sirila (23) warga Jl. Bangunusa RT 13 RW 03 Kel. Cengkareng Timur Kec. Cengkareng, Jakarta Barat, tewas dikeroyok oknum Bobotoh Persib di luar Stadion GBLA, tepatnya di area parkiran Gerbang Biru, sekitar pukul 13.00 WIB, Minggu (23/9/18).

Kasus ini berujung dengan sanksi PSSI terhadap Persib. Persib Bandung harus menggelar partai kandang usiran di luar Pulau Jawa (Kalimantan), tanpa penonton sampai akhir musim kompetisi 2018. Hukuman itu dilanjutkan dengan menggelar laga kandang tanpa penonton di Bandung sampai setengah musim kompetisi tahun 2019.

Adapun untuk suporter dan penonton, Komdis juga memberikan sanksi berupa larangan menyaksikan pertandingan Persib Bandung, baik kandang maupun tandang, serta pertandingan Liga 1 lainnya sejak putusan ini ditetapkan sampai pada setengah musim kompetisi 2019. ***

Laga Persib-Persija Telan Korban

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Polresta Bandung kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang di wilayah hukum Kabupaten Bandung. Dalam periode April hingga Mei 2026, Satres Narkoba Polresta Bandung berhasil mengungkap 27 kasus tindak pidana narkotika, psikotropika, obat keras tertentu (OKT), hingga peredaran minuman keras ilegal. Pengungkapan tersebut disampaikan langsung Kapolresta Bandung KOMBES POL. […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com — Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) menggelar malam syukuran wisuda bertajuk Graduation Night: The Legacy di Aula Barat ITB Ganesha, 17–18 April 2026. Sebanyak 474 wisudawan dari jenjang sarjana, magister hingga doktor mengikuti kegiatan tersebut dalam suasana hangat, khidmat dan penuh kebanggaan. Dekan SBM ITB, Aurik Gustomo mengatakan, para […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Bandung, sejumlah nama mulai diperbincangkan sebagai kandidat Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung periode mendatang. Salah satu figur yang mulai mencuat adalah Tubagus Raditya Indrajaya atau yang akrab disapa H. Didit. Di kalangan internal partai, nama H Didit mulai diperhitungkan lantaran dinilai memiliki pengalaman […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Kantor ATR/BPN Kabupaten Bandung menggelar bimbingan teknis (Bimtek) bagi lima camat calon Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara (PPATS), di Aula Kantor ATR/BPN Kabupaten Bandung, Soreang, Rabu (6/5/2026). Lima camat yang mengikuti Bimtek tersebut yakni Camat Arjasari Dian Wardiana, Camat Kertasari Sandi Priatna, Camat Ibun Pipin Zaenal Arifin, Camat Margahayu Dr. Nur Hazanah, […]

Bale Bandung

PANGALENGAN, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menyerahkan rumah secara simbolis dan sertifikat tanah termasuk modal usaha, bagi warga penerima bantuan terdampak bencana longsor, di Kampung Mekarsari, Desa Tribaktimulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Rabu (6/5/2026). Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) menjelaskan peresmian rumah ini merupakan janjinya kepada korban terdampak longsor yaitu pasangan suami istri Ato […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb resmi ditetapkan sebagai Ketua Pengurus Cabang Kushin Ryu M Karate-Do Indonesia (KKI) Kabupaten Bandung, dalam Musyawarah Cabang KKI Kabupaten Bandung, di Gedung Moh Toha, Soreang, Selasa (5/5/2026). Wabup Ali Syakieb menyatakan, Muscab KKI ini menjadi momentum penting dalam menentukan arah organisasi ke depan, sekaligus menetapkan kepengurusan baru […]