Bale Jabar

Eco Music Camp Vol.2 Kampanyekan Lingkungan Hidup

×

Eco Music Camp Vol.2 Kampanyekan Lingkungan Hidup

Sebarkan artikel ini
Wagub Jabar Deddy Mizwar saat konferensi pers Eco Music Vol.2 di rumah dinasnya, Rabu (25/5). by Yan Humas Pemprov Jabar
Wagub Jabar Deddy Mizwar saat konferensi pers Eco Music Vol.2 di rumah dinasnya, Rabu (25/5). by Yan Humas Pemprov Jabar

COBLONG – Setelah sukses menggelar event musik bertaraf internasional bertajuk Eco Music Camp tahun 2015 lalu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, kembali akan menyuguhkan Eco Music Camp Vol.2 tahun 2016 yang kali ini akan digelar di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak Kabupaten Bogor tanggal 2-4 Juni 2016.

EMC Vol.2 kali ini, akan mengkampanyekan tentang lingkungan hidup, karena itu pada event ini penonton akan disuguhkan oleh keindahan musik yang dimainkan musisi dari berbagai penjuru dunia di dalam sebuah hutan lindung. Tujuannya untuk menunjukkan betapa pentingnya manusia hidup harmonis dengan alam lingkungannya.

Para musisi dunia yang telah lama memiliki kepedulian terhadap masalah lingkungan hidup seperti Sandra Fay (Amerika), Helga Sedli (Hungaria), Supakaluku (Zimbabwe), Lee Tran My (Vietnam), Tataloe (Bandung), Mata Jiwa (Jakarta) dan masih banyak lagi, akan tampil pada EMC Vol.2 ini dan akan bercerita tentang bagaimana selama ini mereka menerapkan kesadaran lingkungan dalam pola hidup melalui karya-karyanya. EMC Vol. 2 ini juga akan menghadirkan para ahli ekologi untuk berbicara dan membimbing tentang cara hidup yang berkelanjutan.

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar saat konferensi pers di rumah dinasnya Jalan Ir. H. Juanda No. 148 Bandung, Rabu (25/5/16), mengungkapkan, saat ini Pemprov Jabar tengah berjuang keras untuk menghadapi berbagai persoalan lingkungan hidup yang kian serius. Salah satu cara yang efektif adalah dengan media musik, di mana musik dapat berbicara kepada ribuan orang yang berbeda latar belakang budaya dan agama pada waktu dan tempat yang sama.

“Kita tahu sendiri bahwa Jawa Barat ini kalau tidak secara berkelanjutan dalam menjaga lingkungan, maka potensi bencana akan semakin besar. Nah, bahasa musiklah yang paling efektif untuk menyampaikan pesan-pesan ini sehingga mudah dimengerti dan implementatif di sebuah tempat yang mencerminkan alam,” ungkap Deddy.

Selain pertunjukan musik, EMC Vol. 2 ini juga akan diadakan penanaman pohon, talkshow, workshop, screening film selama tiga hari berturut-turut dan pemberian penghargaan kepada tokoh-tokoh yang peduli terhadap lingkungan khususnya tokoh di bidang musik.

“Kita mengajak masyarakat Indonesia dan dunia melalui Eco Music Camp ini untuk hadir di sana memainkan musik yang pro lingkungan agar dapat menggugah masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan dan melibatkan juga komunitas pegiat lingkungan dan orang-orang yang memang konsen kepada lingkungan,” kata wagub.

Ketua Panitia Eco Music Camp Franky Raden mengatakan, bagi masyarakat yang ingin menyaksikan hanya cukup membeli tiket masuk Taman Nasional Gunung Halimun-Salak sebesar Rp. 20.000 saja. Pihaknya juga menyediakan armada bus untuk membawa penonton ke tempat acara dan areal camping bagi 500 orang yang ingin bermalam di sana.

“Ini tidak dipungut biaya sama sekali. Mereka hanya bayar untuk masuk hutan lindung saja dan boleh untuk berkemah di situ. Kita juga sediakan pelayanan shuttle bus yang akan bolak-balik antar jemput penonton ke tempat acara,” terangnya.

Yang berbeda pada EMC Vol. 2 kali ini menurut Franky, karena bertempat di hutan lindung, maka pihaknya akan membuat program Adventure Jungle Tracking, di mana peserta akan diajak keliling hutan lindung mengumpulkan daun-daun, melihat habibat Elang Jawa dan lain-lain. “Bila tahun lalu bintang tamu kita Iwan Fals, tahun ini kita hadirkan musisi kenamaan Indonesia yang juga pro lingkungan Glen Fredly,” kata Franky.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) bersama PT Krakatau Steel Tbk membahas tantangan industri baja nasional menuju ekosistem net zero steel di tengah tekanan biaya energi dan persaingan global. Pembahasan tersebut digelar dalam Grand Final Net Zero Steel Pathways Cohort 2026 yang diselenggarakan Center for Policy and Public Management […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Hari Tatar Sunda akan selalu diperingati setiap 18 Mei, dimulai tahun ini. Penetapan Hari Tatar Sunda telah diformalkan melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2026, tentang Penyelenggaraan Hari Tatar Sunda. Dalam Pergub itu disebutkan peringatan Hari Tatar Sunda meliputi kirab, yaitu prosesi perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) secara resmi menetapkan 18 Mei sebagai Hari Tatar Sunda. Peringatan ini menjadi tonggak kebangkitan jati diri dan karakter warga Jawa Barat. Peneliti sejarah sekaligus Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (Unpad) Nina Herlina mengatakan, penetapan Hari Tatar Sunda tanggal 18 Mei merujuk pada peristiwa digantinya nama […]

Bale Jabar

SUMEDANG, balebandung.co – Arak-arakan Mahkota Binokasih menjadi salah satu pertunjukkan yang dapat disaksikan masyarakat dalam Kirab Mahkota Binokasih di Kabupaten Sumedang, Sabtu (2/5/2026). Mahkota Binokasih merupakan mahkota yang sangat istimewa. Bukan hanya dari bentuknya yang terbuat dari emas, mahkota itu juga menyimpan makna kehidupan adiluhung. Radya Anom Karaton Sumedang Larang Luky Djohari Soemawilaya mengatakan, makna […]

Bale Jabar

Oleh: Prof. Dr. Nina Herlina, M.S., Ketua Tim Peneliti Hari Jadi Tatar Sunda Tidak semua kabupaten/kota di Jawa Barat ikut dalam kirab budaya, atau tidak diikutkan, sehingga masyarakat ada yang protes, misalnya Masyarakat Adat Kabupaten Garut. Oleh karena itu, saya, selaku Ketua Tim Peneliti Hari Jadi Tatar Sunda, merasa perlu menyampaikan informasi tentang kerajaan-kerajaan yang […]

Bale Jabar

SUMEDANG, balebandung,com – Binokasih Mulang Salaka mengawali Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran. Mahkota Binokasih akan diarak dengan menggunakan kereta kencana dari titik awal Museum Geusan Ulun Sumedang. Prosesi penyerahan Mahkota Binokasih ke dalam kereta kencana berlangsung khidmat di halaman Museum Geusan Ulun, Sabtu (2/5/2026). Penyerahan itu disaksikan langsung Raja Sumedang H.R.I Lukman Soeriadisoeria dan jajarannya, […]