Bale Bandung

Sentra Bata Merah Kutawaringin Terkendala Bahan Baku

×

Sentra Bata Merah Kutawaringin Terkendala Bahan Baku

Sebarkan artikel ini
Perajin bata merah di Kp Sukawangi, Desa Jelegong, Kec Kutawaringin, Kab Bandung. by Humas Pemkab
Perajin bata merah di Kp Sukawangi, Desa Jelegong, Kec Kutawaringin, Kab Bandung. by Humas Pemkab

KUTAWARINGIN, Balebandung.com – Saat menelusuri Kampung Sukawangi, Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, tampak kepulan asap pembakaran, pasir merah dan tumpukan batu bata hampir sepanjang jalan. Kampung itu memang bisa dikatakan sentra produksi bata merah di Kabupaten Bandung.

Usaha itu semakin berkembang, karena warga sekitar melakukannya turun temurun. Salah satu pengusaha bernama Aep Saubari (62), bahkan telah memulai usahanya sejak tahun 1978. Sejak anak pertamanya lahir, hingga sekarang memiliki tujuh anak dan sembilan cucu, Aep menggantungkan penghasilan pada pembuatan salah satu bahan bangunan tersebut.

Aep menuturkan, mulanya bahan baku berupa tanah liat didapatkan langsung di desa sendiri. Namun kini harus membeli bahan baku yang bersumber dari Gunung Korehkotok, Desa Pataruman, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, daerah yang berbatasan dengan Desa Jelegong.

“Apalagi kalau musim hujan begini, bahan bakunya agak telat. Saat mobil naik gunung agak licin. Kalau dulu tanahnya kan langsung ada di sini. Enak tinggal bikin. Nggak ada kendala kalau hujan juga. Sekarang tanahnya habis buat ‘nyaeur’ (menutup lahan) jalan tol, jalan bypass, makanya cepat habis,” terang Aep Subari di tempat produksi bata merahnya, Senin (5/4/21).

Setelah mendapat cukup bahan baku, tiga sampai empat orang pekerjanya mampu mencetak 5.000 buah bata basah dalam sehari. Aep menyebutkan, untuk pencetakan ia menggunakan mesin khusus pemotong berbahan bakar solar. Sedangkan untuk upah cetaknya dihitung Rp.85 per buah.

Setelah dicetak, bata disusun untuk dikeringkan. Kemudian dibawa ke tempat pembakaran. Sebanyak 15 ribu buah bata kering akan melalui proses pembakaran, yang memerlukan waktu sekitar dua hari tiga malam. Selain tanah liat, kayu dan gabah untuk bahan bakarnya juga harus ia beli.

Baca Juga  Desa Tegalluar Bagikan Kain Kafan Tiap Peringatan 1 Muharam

“Untuk kayu bakar dan gabahnya itu ada yang suplai. Pembakaran ini harus dilakukan agar kualitas batanya bagus. Upah pengangkutan ke tempat pembakaran, dan upah pekerja yang membakar, itu lain dengan upah pencetakan,” ucap Aep tanpa menyebutkan angka secara rinci.

Total waktu produksi dari mulai bahan baku tersedia, tambah Aep, memakan waktu dua pekan. Sehari untuk percetakan, dua sampai tiga hari untuk pembakaran, dan sisanya yang paling lama adalah proses pengeringan sebelum bata dibakar. Jadi dalam sebulan, pembakaran hanya dilakukan dua kali.

Terkait penjualan, Aep mematok harga Rp.650 per buah. Ia biasa memasarkan produksinya ke seluruh wilayah Bandung Raya. Di kampung tersebut, kurang lebih ada sekitar 100 orang pengrajin bata merah.

“Pengiriman bata merah paling jauh itu ke Bogor dan Cianjur, tapi paling banyak dari wilayah Bandung Raya. Selain bata merah, warga kampung ada juga yang usaha konveksi. Termasuk saya di rumah punya usaha rajut juga. Hanya keahlian warga sini kebanyakan lebih ke bata merah,” tambah Aep.

Ia punya harapan, ke depan Desa Jelegong bisa memiliki koperasi bata merah untuk membantu permodalan usaha warga.

“Sampai saat ini belum pernah ada pasokan untuk modal. Saya mewakili warga, memohon kepada pemerintah untuk bisa mendirikan koperasi bata merah, untuk biaya sekolah dan kemajuan serta masa depan anak-anak kami,” ucap Aep.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

RANCAEKEK, balebandung.com – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Rancaekek Kabupaten Bandung dipermasalahkan orang tua siswa karena menu yang dihidangkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diduga rawan keracunan. Kekhawatiran ortu siswa ini cukup beralasan mengingat banyaknya kasus keracunan yang beredar luas di media massa maupun media sosial dengan korban ribuan […]

Bale Bandung

BOJONGSOANG, balebandung.com – Memperingati Satu Abad Hari Lahir NU (Masehi) yang jatuh pada 31 Januari 2026, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bandung menginstruksikan kepada seluruh kadernya untuk memasang bendera NU maupun bendera Banom NU, di tiap sekretariat seluruh tingkatan dan pondok pesantren maupun lembaha pendidikan NU mulai Kamis 29 Januari hingga Minggu 1 Februari […]

Bale Bandung

SOREANG – Polresta Bandung melalui Unit III Ranmor telah melaksanakan Tahap II penyerahan tersangka dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung, dalam perkara tindak pidana pengrusakan yang terjadi di wilayah Pangalengan. Kapolresta Bandung Kombespol Aldi Subartono, S.H., S.I.K., M.H., CPHR melalui Kasat Reskrim Polresta Bandung Kompol Luthfi Olot Gigantara menyebut sebanyak […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemkab Bandung mengimbau masyarakat Kabupaten Bandung di 31 kecamatan agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang tengah melanda beberapa wilayah di Indonesia, termasuk wilayah Kabupaten Bandung. Sebagai bentuk langkah preventif, Bupati Bandung Dadang Supriatna secara resmi telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 400.9.9/002/0197/BPBD tentang Peringatan Cuaca Ekstrem di Kabupaten Bandung. Surat edaran ini […]

Bale Bandung

JAKARTA, balebandung.com – Pemkab Bandung kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam tata kelola pemerintahan. Berdasarkan penetapan Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Kabupaten Bandung berhasil meraih nilai Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan Manajemen Risiko Indeks (MRI) tertinggi se-Jawa Barat. Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Deputi BPKP Nomor PE.09.04/S-456/D4/04/2025 tanggal […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung M Akhiri Hailuki mengimbah warga Kabupaten Bandung untuk meningkatkan kewaspadaan akan bencana alam terutama longsor. Hal ini ia sampaikan mengingat curah hujan yang masih tinggi belakanganini. “Saya harap warga Kabupaten Bandung khusunya yang tinggal di kawasan perbukitan harus meningkatkan kewaspadaan karena cuaca ekstrim masih berlanjut. Apalagi jika […]