Bale Bandung

8 Fungsi Keluarga Bisa Cegah Stunting

×

8 Fungsi Keluarga Bisa Cegah Stunting

Sebarkan artikel ini

PACET, Balebandung.com – Camat Pacet Asep Susanto menyatakan untuk mencegah terjadinya stunting di keluarga masing-masing, bisa dilakukan melalui delapan fungsi keluarga, yakni agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, dan pembinaan lingkungan.

Hal itu diungkapkan Asep Susanto kepada wartawan di sela-sela memberikan pelayanan kepada masyarakat di Kantor Camat Pacet, Kabupaten Bandung, Senin (25/7/2022).

“Jika delapan fungsi keluarga itu dilaksanakan, insya Allah kita bisa hidup sejahtera lahir dan batin,” kata Asep Susanto.

Menurutnya, kedelapan fungsi keluarga itu, pada setiap kegiatan atau pertemuan dengan berbagai pihak selalu disampaikan atau disosialisasikan ke masyarakat luas. “Delapan fungsi keluarga itu bagian dari ketahanan keluarga dalam upaya mencegah stunting,” ujarnya.

Asep Susanto pun mengungkapkan, persoalan stunting itu erat kaitannya dengan ketersediaan pangan atau nutrisi di keluarga masing-masing. “Penanganan stunting itu menjadi fokus bersama atau komitmen bersama,” ujarnya.

Dijelaskannya, stunting itu bisa disebabkan oleh tiga hal, yakni karena asupan nutrisi yang kurang, sanitasi lingkungan dan pola asuh di dalam keluarga masing-masing. Mencegah terjadinya stunting, katanya, kebutuhan nutrisi harus tercukupi oleh setiap individu.

Disamping persoalan nutrisi, Asep Susanto menyebutkan, pola asuh di dalam keluarga harus menjadi perhatian. Di antaranya, melakukan upaya edukasi dan pencegahan terjadinya pernikahan dini atau usia pernikahan remaja dibawah usia 21 tahun.

“Pernikahan dini itu bisa menjadi salah satu penyebab stunting, karena pola asuh belum optimal. Pernikahan dini itu karena menikah diusia 17 tahun, dan bersangkutan belum cukup dewasa untuk berkeluarga, sehingga anaknya rawan terjadi stunting,” ujarnya.

Untuk mencegah terjadinya pernikahan dini, imbuh Asep Susanto, pemerintah kecamatan bersinergi dengan aparatur pemerintahan desa untuk membuat Peraturan Desa (Perdes) tentang Perlindungan Anak dan Pencegahan Perkawinan Pada Usia Anak. Perdes itu sebagai tindaklanjut dari Perbub no 128/2020.  “Perdes itu harus disosialisasi ke keluarga yang mempunyai anak remaja,” katanya.

Menurutnya, dalam pembuatan Perdes itu pemerintah desa berkolaborasi dengan UPTD Keluarga Berencana. “Di bawah 18 tahun, masih anak. Dengan adanya Perdes itu melarang pernikahan dini di bawah usia 21 tahun,” katanya.

Asep Susanto menjelaskan, dari 13 desa di Kecamatan Pacet itu, sembilan desa di antaranya sudah membuat Perdes dan empat desanya masih dalam proses. Kesembilan desa itu, yakni Desa Maruyung, Desa Cikawao, Desa Sukarame, Desa Mekarjaya,  Desa Nagrak, Desa Cipeujeuh, Desa Tanjungwangi, dan Desa Mandalahaji.

“Melalui Perdes itu, ketentuan menikah khusus untuk wanita berusia 21 tahun dan pria 25 tahun. Dengan usia 21 tahun, organ tubuh wanita sudah siap untuk mengandung dan memiliki anak,” katanya.

Asep Susanto menjelaskan, alasan yang sering terdengar di lapangan, terjadinya pernikahan dini itu karena alasan ekonomi, kemudian pendidikan. Misalnya, usia sekolah kemudian putus sekolah, akhirnya mereka menikah lebih dini.

“Tak sekolah, akhirnya menikah. Sehingga dengan ketercukupan sarana sekolah SMP, SLTA maupun Perguruan Tinggi dapat mencegah pernikahan dini sekaligus stunting karena mereka tak cepat-cepat menikah dini. Artinya, sarana pendidikan dapat mencegah usia perkawinan usia anak,” tuturnya.

Camat Pacet pun turut memberikan edukasi kepada masyarakat, terkait dengan pola hidup bersih dan sehat atau tercukupinya sarana sanitasi bagi kesehatan masyarakat.

“Jangan buang air besar sembarangan ke sungai atau selokan. Lingkungan tidak bersih, terutama air tanah tak layak minum bisa menyebabkan stunting. Oleh karena itu, masyarakat harus memperhatikan nutrisi, sanitasi, pola asuh di dalam keluarga masing-masing dalam upaya mencegah stunting,” ujarnya.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk stop buang air besar sembarangan, selain harus sama-sama memperhatikan sanitasi. “Persoalan sanitasi menjadi ‘PR’ kita, dalam upaya memberikan edukasi kepada masyarakat,” katanya. ***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna mendorong gerakan pemberantasan narkoba yang digalakkan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bandung, dalam Konferensi Cabang (Konfercab) ke-XXV PC PMII Kabupaten Bandung di Gedung Moh Toha, Soreang, Sabtu (25/4/2026). Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) menegaskan bahwa persoalan narkoba merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi muda dan harus menjadi […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat secara resmi mengukuhkan kepengurusan Komisi, Lembaga, dan Badan MUI Jabar masa khidmat 2025–2030. Pelantikan berlangsung di Masjid Raya Al-Jabbar, Gedebage, Kota Bandung, pada Minggu 19 April 2026 lalu. Ada 10 nama di antaranya diisi jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bandung. Salah satunya Ketua […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna mengapresiasi pelatihan Standarisasi Imam dan Khatib yang digelar Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kabupaten Bandung, di Aula SLRT Dinsos Kabupaten Bandung, Sabtu (25/4/2026). Menurut Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS), DMI Kabupaten Bandung saat ini sudah eksis dan aktif berkegiatan, bahkan sudah terbentuk 31 Pimpinan Cabang DMI […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Sebanyak 31 Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Bandung secara aklamasi memilih H. Abdul Rouf, M.Pd sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) BKPRMI Kabupaten Bandung periode 2026-2031. Abdul Rouf yang sebelumnya menjabat Sekretaris Umum DPD BKPRMI Kabupaten Bandung terpilih sebagai Ketua dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-VII […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan pentingnya peran strategis Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dalam menyerap tenaga kerja baru di Kabupaten Bandung. Hal itu disampaikannya saat menghadiri pelantikan pengurus DPD Himpunan Lembaga Latihan Seluruh Indonesia (HILLSI) Kabupaten Bandung periode 2026–2031 di Soreang, Jumat (24/42026). Dalam arahannya, Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) menekankan bahwa LPK […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna mengapresiasi Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor yang membentuk Satuan Tugas Penanganan Sampah berbasis pesantren. Satgas Penanganan Sampah Ansor ini merupakan bentuk aksi nyata dalam menjaga lingkungan hidup (ekologi) yang digerakkan oleh kader muda Nahdlatul Ulama (NU), yang juga dikenal sebagai Ansor Hijau atau satgas relawan sampah. […]