Bale Kab BandungPeristiwa

BPBD Himbau Warga Waspada Gempa Pangalengan

Rumah warga Pangalengan yang terdampak gempa. by BPBD Kab Bdg

PANGALENGAN – Gempa berkekuatan 4,2 skala richter menguncang Pangalengan Kabupaten Bandung, Minggu (6/11) sekira pukul 06.44 WIB. Getaran gempa sangat dirasakan di Kampung Rancamanyar, RT 4 RW 13, Desa Margamukti.

Beberapa warga setempat dilaporkan terkejut dan berlarian keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Bahkan dua bangunan rumah milik Asep Wawan dan Rohandi roboh. Salah satu bangunan itu menimpa Ny Ai Nengsih (30) yang kemudian korban dilarikan ke klinik terdekat.

Pusat gempa terjadi di 7,25 lintang selatan dan 107.54 bujur timur atau tepatnya di darat pada jarak 7 kilometer arah selatan Kota Kecamatan Pengalengan atau 37 kilometer selatan Kota Bandung dengan kedalaman 10 kilometer.

Kepala BPBD Kabupaten Bandung Tata Irawan Sobandi mengatakan guncangan gempa bumi Pengalengan dilaporkan hanya berlangsung selama empat detik. Namun, guncangan singkat itu sangat dirasakan masyarakat di wilayah Pengalengan.

“Memang di Pangalengan guncangan terasa kuat sekali. Kalau di daerah Soreang dan sekitarnya tidak terasa,” kata Tata, Minggu (6/11/16).

Berdasarkan laporan staf di lapangan, imbuh Tata, hanya dua rumah yang roboh, rusak ringan dan berat. Kerusakan rumah milik Asep Wawan dan Rohandi karena bangunannya tak penuhi syarat atau tidak menggunakan penulangan besi pada struktur bangunannya. Akibatnya saat terjadi goncangan mudah sekali ambruk.

“Kedua rumah ini berdempetan, tapi tidak ada penulangan besi dan cor di dindingnya. Jadi getaran gempa mudah merobohkan bangunannya,” jelasnya.

Tata menerangkan Pangalengan berada di lokasi patahan, sehingga gempa ringan saja berakibat fatal. Namun, jika rumah diperkokoh dengan penulangan besi dan cor, tentunya akan lebih aman. Mengingat saat ini tengah musim hujan, dan ancaman berbagai bencana alam bisa terjadi, maka pihaknya terus waspada.

“Kabupaten Bandung itu siaga satu bencana alam apapun juga. Kami imbau warga agar selalu waspada, untuk antisipasi gempa susulan, warga diminta untuk melakukan jaga malam dan siang. Bahkan kami menerjunkan tim untuk menyisir seluruh desa dan bersiaga di Pangalengan,”ujarnya.

Badan SAR Nasional (Basarnas) Jawa Barat menghimpun data korban akibat gempa Pangalengan, Kabupaten Bandung. “Akibat gempa satu warga atas nama Ai Nengsih (30) kena reruntuhan bangunan rumah miliknya di Desa Margamukti Rancamanyar RT 4 RW 13 Kecamatan Pangalengan,” kata Koordinator Humas Basarnas Jabar Joshua Banjarnahor.

“Untuk sementara baru satu rumah milik Bapak Rohadi di Kampung Rancamanyar Desa Margamukti RT 4 RW 13 Kecamatan Pangalengan mengalami rusak sedang. Tembok rumah miliknya roboh akibat gempa,” imbuh Joshua.

Menurutnya gempa yang terjadi di Pengalengan merupakan gempa bumi tektonik dengan hiposenter dangkal. Hal itu dilihat kedalaman hiposenternya yang hanya 10 kilometer.

“Tampak bahwa gempa bumi disebabkan aktivitas sesar lokal yang terletak pada jarak sekitar 2,5 kilometer arah selatan Situ Cileunca Pengalengan,” kata Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Dr. Daryono seperti yang dikutip pada laman resmi BMKG.

Menurut Daryono, hasil analisasis peta shake map BMKG, dampak gempa bumi berupa guncangan kuat yang terasa di sejumlah wilayah dekat pusat gempat. Antara lain Pengalengan, Cicayur, Cibeureum, Purbasari, Kertamanah, Puncakmara, Cicayur, Pasirangin, Santosa, Palima, Dewata, dan Ciheulang.

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close