Rabu, Oktober 27, 2021
BerandaBale BandungBupati Bandung Minta Perbankan Berinovasi Permudah Proses Kredit

Bupati Bandung Minta Perbankan Berinovasi Permudah Proses Kredit

SOREANG, Balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna meminta pihak perbankan melakukan inovasi program, untuk mempermudah proses kredit usaha rakyat, khususnya bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kemudahan proses kredit itu diperlukan untuk mendorong pemulihan ekonomi daerah, terlebih di masa pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan bupati, di sela acara Pelantikan Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bandung periode 2021-2026, yang digelar di Gedung Moh. Toha, Soreang, Rabu (15/9/21).

“Kalau masyarakat kesulitan melakukan proses kredit di bank, dikhawatirkan mereka berpikir lebih mudah pinjam ke bank emok daripada ke bank konvensional. Jangan sampai ada pemikiran seperti itu,” kata Bupati Bandung.

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bandung di tengah pandemi, saat ini tengah membaik. Di mana tercatat di 2020 mencapai minus 1,87%, saat ini menjadi 6%. Kenaikan tersebut, kata bupati, harus terus didorong agar ekonomi kerakyatan benar-benar bisa pulih dan terus meningkat.

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah daerah, yaitu meningkatkan kualitas produk lokal melalui pembinaan para pelaku UMKM, bersinergi dengan Dekranasda.

Ia menuturkan, Dekranasda sebagai lembaga independen dan mitra kerja pemerintah, dituntut untuk dapat membangkitkan daya saing daerah. Salah satunya dengan cara melestarikan nilai-nilai budaya dan potensi yang ada di Kabupaten Bandung.

“Saya berharap, para pengurus Dekranasda yang telah dilantik segera merumuskan kegiatan-kegiatan yang baru dan inovatif,” ucap Kang DS, sapaan bupati.

Pengurus Dekranasda, lanjut Kang DS, harus mau terjun langsung untuk mengetahui kondisi faktual di lapangan. Apa kesulitan yang dialami para pelaku usaha, berikan edukasi.

“Kemudian harus bisa menjalin kerjasama dan komunikasi yang baik dengan perangkat daerah maupun pihak lainnya. Misalnya sinergitas program dengan pihak perbankan, agar kerajinan di daerah kita mampu bersaing pada pasar domestik maupun global,” ungkap Kang DS.

Selain meningkatkan daya saing daerah, Dekranasda harus mampu memanfaatkan kecanggihan teknologi di era digital saat ini. Media sosial, lanjutnya, bisa menjadi wadah untuk memasarkan produk-produk para pelaku UMKM.

“Di masa pandemi covid-19, untuk menjaga eksistensi usaha, para pengrajin dan pelaku UMKM wajib melek teknologi. Carilah kesempatan-kesempatan baik yang dapat saling menguntungkan,” tuturnya.

Kang DS mengatakan, di masa seperti ini, keterampilan dan kerja keras harus terus dikembangkan. Karena menurutnya, hal itu akan mampu membuat para pelaku UMKM bangkit dari keterpurukan.

Dengan bantuan dari para pengurus Dekranasda, harap Kang DS, keterampilan bisa terus diasah hingga para pelaku UMKM akan menghasilkan produk-produk yang berkualitas.

“Dekranasda sebagai motor penggerak yang handal, dituntut untuk bisa mendukung kemandirian perekonomian masyarakat. Mengembangkan inovasi dan kreativitas serta menciptakan SDM yang unggul,” ucapnya.

Selain pelantikan 60 orang pengurus yang dilakukan Ketua Dekranasda Kabupaten Bandung, Emma Dety Dadang Supriatna tersebut, dilakukan pula soft launching website Dekranasda Kabupaten Bandung. Kang DS mengapresiasi salah satu inovasi tersebut. Menurutnya, platform itu akan sangat bermanfaat bagi para pelaku usaha.

“Dengan berbagai fasilitas, seperti pelatihan serta pembinaan, fasilitasi produksi, kemitraan hingga promosi, pengrajin di Kabupaten Bandung dapat meningkatkan kreativitasnya dalam berkarya. Website ini juga dapat membantu dari sisi pemasarannya,” tutur Kang DS.

Sementara itu Ketua Dekranasda Emma Dety menginginkan ke depan, Dekranasda bisa menghadirkan gerai di setiap kecamatan. Terlebih saat ini, sektor pariwisata mulai menunjukkan tanda-tanda akan menggeliat lagi.

“Dengan tersedianya gerai, akan membantu membangkitkan usaha para pelaku UMKM di masing-masing wilayah,” imbuh Emma Dety.

Ia pun berharap, kepengurusan Dekranasda bisa menjadi penggiat, berperan aktif membantu para pelaku UMKM khususnya dalam mengembangkan ekonomi kreatif (ekraf).

Emma menandaskan, para pengurus Dekranasda harus bisa memetakan pelaku UMKM di setiap kecamatan. Ada puluhan bahkan ratusan produk di setiap kecamatan.

“Untuk itu jajaran pengurus harus bekerjasama dalam tim yang solid, karena dibutuhkan energi yang besar untuk mengatasi persoalan-persoalan dalam menciptakan perubahan. Semuanya harus selaras dan bersinergi, terlebih pada masa pandemi yang sangat berat ini,” pesan Emma Dety.***

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

TERKINI