Bale Bandung

Debat Calon Perdana, Ketika Jawaban Sahrul Gunawan Dinilai Nggak Nyambung

×

Debat Calon Perdana, Ketika Jawaban Sahrul Gunawan Dinilai Nggak Nyambung

Sebarkan artikel ini
Debat perdana Pilbup Bandung 2024 di Sutan Raja Soreang, Rabu (30/10/2024) malam. 

SOREANG, Balebandung.com – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung nomor urut 2, Dr Dadang Supriatna-Ali Syakieb, dinilai unggul jauh dalam debat perdana Pilbup Bandung 2024 yang digelar di Sutan Raja Soreang, Rabu (30/10/2024) malam.

Paslon Bedas Lanjutkan itu disebut mendominasi seluruh segmen debat karena berbagai program yang ditawarkan telah dilaksanakan secara nyata, bukan hanya wacana. Cabup Bandung Dadang Supriatna juga disebut berhasil mengontrol ritme debat.

Ada yang menarik, ketika cabup nomor 1 Sahrul Gunawan sempat terpancing emosinya ketika Dadang Supriatna mengomentari bahwa jawaban yang disampaikan Sahrul tidak nyambung dengan pertanyaan terkait ekonomi digital inklusif. Bahkan Gungun Gunawan, cawabupnya sampai harus menepuk-nepuk pundak Sahrul untuk menenangkan.

Dalam debat tersebut ada adu argumentasi antara Dadang Supriatna dan Sahrul Gunawan, di mana atas pertanyaan tim juri terkait perekonomian Dadang Supriatna menilai jawaban Sahrul tidak sesuai dengan pertanyaan. Namun Sahrul juga kembali mengklarifikasi atas jawaban yang dinilai tak sesua pertanyaan.

Hal ini berbeda dengan Cabup nomor urut 2 Dadang Supriatna yang tampak tenang dari awal hingga akhir. Bahkan ketika diserang balik Sahrul, dengan tenang Kang DS hanya meresponnya dengan memberikan senyuman lebar.

Pengamat politik dan pemerintahan yang juga Dekan Fisip Unpad, Prof Dr Widya Setiabudi mengatakan, secara umum Paslon Bedas menampilkan performa sangat baik dalam debat perdana mengungguli Paslon nomor urut 1 Alus Pisan.

“Jika dibandingkan kedua paslon, maka paslon 2 unggul. Terutama dalam kemampuan menyampaikan tawaran-tawaran program yang empirik dan praktis. Sementara paslon 1 lebih banyak argumen normatif dan tekstual dengan membaca teks,” kata Prof Widya.

Menurut Guru Besar Ilmu Politik Unpad itu, pemaparan pasangan Bedas lebih menjawab masalah yang dibutuhkan masyarakat Kabupaten Bandung, dibandingkan dengan narasi semu dari lawannya Sahrul-Gungun. Sebab, apa yang disampaikan, semuanya telah dilaksanakan oleh paslon nomor 2.

Contohnya dalam solusi penyediaan lapangan kerja serta penyediaan modal usaha. Paslon nomor 2 menyediakan program penyediaan 50 ribu lapangan kerja dan wirausaha muda serta menyediakan Rp 100 miliar untuk pinjaman tanpa bunga tanpa agunan atau jaminan.

Selain itu, Cabup Dadang Supriatna berhasil menyampaikan berbagai pencapaiannya seperti keberhasilan menaikkan APBD dari Rp 4,6 triliun menjadi Rp 7,4 triliun serta PAD dari Rp 960 miliar menjadi Rp 1,4 triliun hanya dalam kurun waktu 3 tahun selama dirinya menjabat Bupati Bandung periode pertama .

Menurut Prof Widya, Paslon nomor urut 2 menjawab pertanyaan dan memberi argumen dengan baik dan berbasis data. Hal ini karena Cabup petahana Dadang Supriatna memiliki pengalaman empirik nyata sehingga ketika menyampaikan gagasan mudah dipahami.

“Saya surprise karena Pak Dadang Supriatna sangat tenang saat menjawab pertanyaan dan argumen. Walau diserang, beliau tetap tenang dan taktis dalam menyampaikan pendapat dan menjawab pertanyaan-pertanyaan,” ungkap Prof Widya.

Selanjutnya yang menarik dan harus dicermati oleh masyarakat Kabupaten Bandung, lanjut Prof Widya, adalah ketika sesi closing statment menjelang akhir debat.

Saat closing statment, Sahrul Gunawan dengan terbuka menyebut nama bupati sebelumnya Dadang Naser yang juga menantu Obar Sobarna. Dadang Naser pernah berkuasa selama 10 tahun, melanjutkan kepemimpinan sang mertua Obar yang juga berkuasa 10 tahun.

Sementara paslon 2 menekankan pentingnya menjaga ketenangan dan kondusifitas Kabupaten Bandung. Kang DS mengajak masyarakat agar tidak menyebarkan berita bohong, yang memecah belah.

“Saat Kang DS menyampaikan closing statement, pesan utamanya adalah keguyuban dan persatuan warga Kabupaten Bandung,” ungkap Prof Widya. ***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas, melengkapi teknologi maupun menyediakan obat-obatan. Menurutnya, kualitas pelayanan pada akhirnya sangat ditentukan oleh sumber daya manusia (SDM) yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Kang Dadang Supriatana (KDS) saat menjadi narasumber Akademi SDMK Hebat Seri […]

Bale Bandung

KUTAWARINGIN, balebandung.com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir meninjau kesiapan Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung sebagai salah satu venue FIFA Asian Cup 2026, Kamis (24/9/2026). Dalam kunjungannya ke Si Jalak Harupat, Erick Thohir disambut langsung oleh Bupati Bandung Kang Dadang Supriatna (KDS), didampingi Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto dan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) untuk semakin memperkuat pembinaan pencak silat sebagai olahraga masyarakat sekaligus bagian dari pelestarian seni dan budaya daerah. Hal tersebut disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna atau yang lebih akrab disapa KDS saat menghadiri Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPSI Kabupaten Bandung periode 2026–2031 di […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung melaksanakan Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43 sekaligus membuka secara resmi Pekan Olahraga Pemerintah Kabupaten Bandung (PORPEMKAB) Tahun 2026 di GOR Indoor Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong budaya hidup aktif dan bugar sekaligus memperkuat kebersamaan, sportivitas, dan silaturahmi di lingkungan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menyatakan Pemerintah Kabupaten Bandung mendukung pelaksanaan fungsi pembentukan peraturan daerah yang dilakukan DPRD melalui Raperda prakarsa DPRD. Namun, pembahasan regulasi tersebut diminta tidak berhenti pada pemenuhan aspek formal dan yuridis, melainkan harus responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dapat diterapkan. Pernyataan tersebut disampaikan KDS dalam Rapat Paripurna DPRD […]

Bale Bandung

2025 Hanya 46,85 Persen, Pemeriksaan 2024 Temukan 41 Bangunan Belum Ber-PBG dengan Potensi Retribusi Rp318,5 Juta SOREANG, balebandung.com – Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) menjadi salah satu titik lemah penerimaan daerah yang bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung. Pada 2025, realisasi retribusi PBG hanya mencapai 46,85 persen dari target, jauh […]