SOREANG, balebandung.com – Job Fair Bedas Expo 2026 hari kedua yang merupakan bagian dari perayaan Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung telah terselenggara. Selanjutnya, penguatan layanan digital melalui platform Gerai Bursa Kerja (GBK) Bedas Digital akan dilaksanakan esok harinya pada Minggu, 19 April 2026.
Sama seperti hari sebelumnya, terdapat sesi “Gelar Wicara Ketenagakerjaan” yang merupakan diskusi publik yang menghadirkan narasumber dari berbagai unsur ketenagakerjaan. Pada hari kedua Job Fair Bedas Expo 2026 ini tampil 2 narasumber yaitu Mochamad Sholeh,S.H.,M.H (Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Bandung) dan Nurullah Kamali (Sales & Partnership Lead Redy Indonesia).
Kadisnaker Kabupaten Bandung Dadang Komara menyampaikan, Job Fair ini menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat. Menurut Dakom, sapaan Dadang Komara, kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja.
“Melalui job fair ini, kami mempertemukan pemberi kerja dengan pencari kerja. Saat ini tersedia antara 700 hingga 1.200 lowongan kerja,” sebut Dakom.
Pihaknya menerapkan sistem digital dalam proses pendaftaran. Para pencari kerja cukup memindai barcode atau QR code untuk mengakses informasi lowongan. Setelah itu, mereka langsung mengisi data secara mandiri dari rumah.
“Proses ini kami rancang agar lebih cepat dan efisien. Setelah scan QR code, pencari kerja bisa langsung menginput data. Lowongan biasanya kami buka selama 10 hingga 15 hari,” jelasnya.
Di sisi lain, jumlah pengunjung terus meningkat sejak pagi hari. Dadang menyebutkan bahwa hingga siang, jumlah pengunjung sudah melampaui 150 orang dan terus bertambah.
“Pengunjung datang, melakukan scan, lalu melanjutkan proses di rumah. Data kunjungan terus bergerak sepanjang hari,” kata dia.
Namun demikian, Dadang juga menyoroti tantangan ketenagakerjaan di Kabupaten Bandung. Ia menilai adanya kesenjangan antara lulusan pendidikan, khususnya SMA dan SMK, dengan kebutuhan dunia kerja.
“Berdasarkan data Sakernas BPS 2025, tingkat pengangguran terbuka berada di angka 6,68 persen. Jumlah pengangguran mencapai sekitar 128 ribu orang,” paparnya.
Oleh karena itu, Disnaker Kabupaten Bandung mendorong lulusan baru untuk mengikuti program pemagangan. Program ini memberikan pengalaman kerja yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan.
“Kami mendorong fresh graduate untuk ikut pemagangan. Dengan pengalaman kerja, mereka memiliki peluang lebih besar untuk diterima,” tegas Dakom.
Selanjutnya, rangkaian expo juga menghadirkan talkshow ketenagakerjaan. Melalui forum ini, Disnaker menyampaikan kondisi ketenagakerjaan, peluang kerja, serta program pelatihan yang tersedia bagi masyarakat.
“Melalui talkshow, kami memberikan informasi lengkap terkait peluang kerja dan program pelatihan. Kami ingin masyarakat memahami kondisi yang ada sekaligus memanfaatkan peluang,” tambahnya.
Lebih jauh, Dakom menekankan bahwa program pelatihan tidak hanya meningkatkan kompetensi. Program tersebut juga membuka akses kerja bagi para peserta setelah menyelesaikan pelatihan.
Dengan demikian, Bandung Bedas Expo 2026 tidak hanya menjadi ajang perayaan. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah konkret pemerintah dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kualitas tenaga kerja di Kabupaten Bandung.***







