Bale Jabar

Eks Topeng Monyet Dilepasliarkan di Gunung Tilu

×

Eks Topeng Monyet Dilepasliarkan di Gunung Tilu

Sebarkan artikel ini
Pelepasliaran Surili di Situ Patenggang, Kec Ciwidey, Kab Bandung, Rabu (7/9). by Humas Pemprov Jabar

BANDUNG – Setiap tahun, ribuan ekor primata (bangsa kera dan monyet) ditangkap dari hutan untuk diperjualbelikan. Mereka dijadikan obyek eksploitasi yang kejam oleh manusia.

Relawan Jakarta Animal Aid Network (JAAN) dalam rilisnya, Jumat (26/10/18), Benfika mengatakan, monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) yang masih muda atau anakan ditangkap dari hutan oleh pemburu dan dijual.

“Adapun yang menjadi faktor utama terjadinya perburuan dan perdagangan adalah untuk dijadikan topeng monyet, peliharaan bahkan konsumsi,” ungkap Benfika.

Ia mengungkapkan, keberadaan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) yang digunakan sebagai Topeng/Doger Monyet (pengemis yang menggunakan monyet) sudah sangat menjamur di beberapa wilayah di Indonesia, salah satunya di Provinsi Jawa Barat.

Kampanye “Indonesia Bebas Topeng Monyet” pertamakali dilakukan di DKI Jakarta pada tahun 2013, di masa Gubernur DKI Jakarta Ir. Joko Widodo, dengan dikeluarkannya larangan dan melakukan penertiban kegiatan topeng monyet. Kemudian disusul oleh Provinsi Jawa Barat dengan dikeluarkannya edaran No: 524.31/1504/Rek tanggal 30 Maret 2015 dengan Kota Bandung sebagai Pilot Project-nya.

“Penertiban kegiatan Topeng Monyet di Provinsi Jabar dilakukan karena pelatihan dan penggunaannya jauh dari kaidah kesejahteraan satwa dan untuk mencegah bahaya penyebaran zoonosis,” tandas Benfika.

Hal ini tercantum dalam Undang-undang No. 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan jo. Undang-undang No. 41 tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang No. 18 tahun 2009 tentang Peternakan Kesehatan Hewan.

Kemudian, tercantum juga dalam Peraturan Pemerintah No. 95 tahun 2012 tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan serta Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No. 22 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Peternakan dan Kesehatan Hewan.

“Hingga saat ini, Provinsi DI Yogyakarta, Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur telah mengambil langkah yang sama dengan turut mendukung untuk “ Indonesia Bebas Topeng Monyet “, menyusul Provinsi Banten. Besar harapan kami, agar provinsi-provinsi lainnya di Indonesia dapat mengambil langkah yang sama,” ucap Benfika.

Selain itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Dirjen KSDAE juga telah mengeluarkan Surat Edaran No: S.292/KSDAE/KKH/KSA.2/5/2018 Hal: Penanganan Kegiatan Topeng Monyet tanggal 4 Mei 2018.
Pelarangan kegiatan topeng monyet ini perlu dilakukan di seluruh Indonesia, selain karena pelatihan yang kejam serta penggunaannya yang jauh dari kaidah kesejahteraan satwa, namun juga untuk mencegah penularan bahaya zoonosis dan konflik.

Pasca pelarangan topeng monyet di DKI Jakarta, aktifitas topeng monyet memang berpindah ke kota-kota besar lainnya. Hal ini dapat dinilai dari banyaknya laporan yang kami terima melalui hotline maupun dari media sosial. Sebagian besar laporan yang masuk berasal dari kabupaten/kota di Provinsi Jabar, Jateng, Jatim, D.I Yogyakarta, Bali, serta beberapa di Kalimantan dan kota lainnya di Pulau Sumatera.

Saat ini 59 ekor eks Topeng Monyet hasil penjangkauan di beberapa wilayah di Jawa Barat telah memasuki masa sosialisasi. dan telah melalui proses yang panjang pada tahap rehabilitasi selama tiga tahun di Rumah Sakit Hewan Provinsi Jawa Barat.

Sebanyak dua kelompok (berjumlah 17 ekor) diantaranya telah membentuk grup ideal, yang mana hari ini grup yang telah ideal tersebut akan dilepasliarkan kembali ke habitatnya di Cagar Alam Gunung Tilu.

“Sebelumnya kami terlebih dahulu melakukan survei habitat bersama dengan Balai Besar KSDA Jawa Barat dan dari hasil survei, telah disepakati bersama bahwa Cagar Alam Gunung Tilu merupakan lokasi yang ideal untuk dilakukannya pelepasliaran 17 ekor eks topeng monyet hasil rehabilitasi,” jelas Benfika.

Dalam kampanye “Indonesia Bebas Topeng Monyet” di Provinsi Jawa Barat dan proses rehabilitasi serta pelepasliaran kembali monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) eks topeng monyet ke habitat alaminya, merupakan hasil kerjasama multipihak dan telah melakukan perjanjian kerjasama.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

Tantangan yang dihadapi dunia pers hari ini benar-benar tidak main-main. Di tengah gempuran teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), ruang redaksi dituntut bergerak secepat kilat. Tapi, di balik kecepatan itu, ada harga mahal yang dipertaruhkan: kepercayaan publik. Realitas inilah yang mendasari pandangan Tantan Sulthon B, M.Sos., calon Ketua PWI Jawa Barat periode 2026-2031. Baginya, organisasi […]

Bale Jabar

BOGOR, balebandung.com – Calon Ketua PWI Jawa Barat periode 2027–2031 yang juga Pemimpin Redaksi InilahKoran, Tantan Sulthon Bukhawan menyambangi Sekretariat PWI Kota Bogor, Jalan Tirto Adhi Soerjo nomor 4, Kecamatan Tanah Sareal pada Senin (3/8/2026). Tantan berdiskusi dengan jajaran PWI Kota Bogor perihal visi mewujudkan ‘PWI Jabar Istimewa’ dengan tagline ‘Wartawannya Kompeten, Organisasinya Hebat, Anggotanya […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Tidak banyak orang yang memilih menjadikan musik sebagai jalan untuk mendekatkan masyarakat kepada Al-Qur’an. Di tengah perkembangan berbagai metode pembelajaran, Drs. H. Ahmad Kholid HS, M.Li. justru mengambil jalur yang berbeda. Ia memadukan irama, seni baca Al-Qur’an, dan pendekatan pembelajaran yang lebih mudah diterima berbagai kalangan. Nama Ahmad Kholid dikenal sebagai pendiri Metode […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Festival Al Jabbar 2026 mulai memperkuat jajaran kreatifnya dengan menggandeng dua maestro seni pertunjukan Jawa Barat, Rosikin WK, S.Sn., M.Sn. dan aktor teater sekaligus film senior R. Irwan Guntari WK, S.Sn. Keduanya dipercaya menggarap konsep pembukaan dan penutupan festival yang diproyeksikan menjadi salah satu atraksi utama dalam perhelatan budaya tersebut. Kedua seniman itu […]

Bale Jabar

balebandung.com – Yayasan Bakti Keberagaman Indonesia (YBKI) akan menggelar Bakti Indonesia: Gerakan Derma Sosial dalam Keberagaman Indonesia selama tiga hari, 6–8 Agustus 2026, di Klenteng Agung Sam Poo Kong, Semarang, Jawa Tengah. Ketua YBKI, Mulia Jayaputri, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial sekaligus mempererat semangat keberagaman melalui pelayanan kesehatan dan kegiatan […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Sekretaris Umum PWI Jawa Barat yang juga Pemimpin Redaksi Inilah Koran, Tantan Sulthon Bukhawan, resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua PWI Jawa Barat periode 2027–2032, Jumat (31/7/2026). Tantan menyerahkan berkas pendaftaran di Kantor PWI Jawa Barat, Jalan Wartawan II Nomor 23, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Jumat (31/7/2026). “Saya ingin mengucapkan terima kasih […]