Bale Bandung

Gedong Peteng Nagreg, Benteng Belanda yang Terbengkalai  

×

Gedong Peteng Nagreg, Benteng Belanda yang Terbengkalai  

Sebarkan artikel ini
Pengunjung Gedong Peteng di Bukit Citiis, tepatnya di Kampung Paslon RT 01/RW 01, Desa Ciherang, Kec Nagreg, Kab Bandung.

NAGREG, Balebandung.com – Gedong Peteng di Bukit Citiis, tepatnya di Kampung Paslon, RW 01, Desa Ciherang, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, jadi saksi bisu sisa penjajahan Belanda di Indonesia.

Menurut penuturan warga setempat, dulunya gedung ini bekas benteng pertahanan Belanda untuk mengintai pergerakan musuh, sekaligus tempat penyimpanan senjata. Ada juga yang menceritakan tempat ini merupakan tempat istirahat para pejabat Belanda waktu itu. Di sekitarnya ada Stasiun Kereta Api Nagreg, jembatan rel kereta api.

Untuk menuju benteng ini bisa melalui Kampung Paslon, Jalan Cagak atau Jalan Lingkar Nagreg dengan berjalan kaki sekitar 30 menit sampai satu jam.

Benteng bersejarah ini terlihat sudah banyak bagian yang rusak dan tidak terawat. Kerusakan parah pada bangunan utama di mana pintu dan jendela gedung sudah hancur. Di sekitar benteng terdapat bangunan menyerupai rumah dan pos penjagaan juga sudah berupa puing-puing bangunan seperti bekas sekolahan.

Benteng ini tampak berdiri kokoh di atas lahan seluas kurang lebih delapan hektare milik TNI yang dikelola oleh warga setempat dengan ditanami tanaman palawija, seperti jagung dan singkong.

Sebagian bagunan sudah tertutupi semak belukar dan endapan tanah yang hampir menutupi setengah badan bangunan. Benteng tersebut terdiri dari atas tiga bagian. Benteng utama memanjang dari utara ke selatan sepanjang kurang lebih 15 meter dengan 6 pintu dan 12 jendela. Setiap ruangan berukuran 2,5 m x 3 m persegi, masing-masing ruangan tanpa penghubung antar ruangan.

Sementara kedua bangunan lainnya berada di samping kiri dan kanan bangunan utama. Sebelah kanan tiga pintu dan sebelah kanan dua pintu. Kondisi bangunan sama sudah rusak pada bagian pintu dan jendela.

Kepala Desa Ciherang Toufik M Ismail menuturkan, dulu di bangunan benteng tersebut ada daun pintu dan jendela dengan jeruji besi.

Diperkirakan Gedong Peteng ini dibangun antara tahun 1900-1920, sebagai benteng pertahanan di wilayah Priangan Timur dan pos pengintaian pergerakan musuh menuju atau ke arah Tasikmalaya dan Garut. Bangunan itu juga dijadikan pos pengaman jembatan rel kereta api di sekitar Lingkar Nagreg.

“Bangunan ini aset Desa Ciherang, harapannya bisa dijadikan kawasan wisata sejarah yang bisa jadi penarik untuk meningkatkan PAD desa, kalau kita mau merawatnya dan menggalinya dengan baik,” kata Toufik kepada Balebandung.com, Senin (13/7/2020).

Apalagi berada di wilayah ketinggian, sehingga bagi pengunjung atau wisatawan bisa sambil menikmati indahnya pemandangan sekitarnya  dari atas Bukit Citiis.

Salah seorang pengunjung yang juga pegiat pemberdayaan masyarakat Kabupaten Bandung, Alamsyah Oswasca berharap, ke depan kawasan tersebut dikelola dengan baik oleh Pemerintah Kabupaten Bandung sebagai destinasi wisata sejarah.

“Kami berharap benteng ini bisa dibuka sebagai destinasi wisata sejarah. Dengan tetap mempertahankan kelestarian lingkungan di tengah-tengah rusaknya alam di Kecamatan Nagreg akibat  galian C,” kata Alam.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung Maulana Fahmi yang turut mengunjungi Benteng Peteng ini mengatakan, benteng ini sangat baik untuk dijadikan obyek wisata sejarah.

“Bagus ini dijadikan obyek wisata sejarah. Apalagi bagi generasi muda bisa dijadikan tempat belajar sejarah. Mudah-mudahan benteng ini bisa menjadi perhatian Dinas Pariwisata dan Kebudaaan Kabupaten Bandung atau Pemprov Jawa Barat, bahkan mungkin nasional,” kata Fahmi.

Fahmi menyatakan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait benteng bersejarah ini karena masih minimnya informasi. “Saya juga tanya kepada penduduk sekitar mengenai benteng ini, tapi kebanyakan mereka juga belum tahu secara secara detail. Dibangunnya kapan, sejarahnya bagaimana. Jadi, potesi ini perlu  dikembangkan oleh para ahlinya dan para akademisi,” ungkap Fahmi. ***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) untuk semakin memperkuat pembinaan pencak silat sebagai olahraga masyarakat sekaligus bagian dari pelestarian seni dan budaya daerah. Hal tersebut disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna atau yang lebih akrab disapa KDS saat menghadiri Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPSI Kabupaten Bandung periode 2026–2031 di […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung melaksanakan Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43 sekaligus membuka secara resmi Pekan Olahraga Pemerintah Kabupaten Bandung (PORPEMKAB) Tahun 2026 di GOR Indoor Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong budaya hidup aktif dan bugar sekaligus memperkuat kebersamaan, sportivitas, dan silaturahmi di lingkungan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menyatakan Pemerintah Kabupaten Bandung mendukung pelaksanaan fungsi pembentukan peraturan daerah yang dilakukan DPRD melalui Raperda prakarsa DPRD. Namun, pembahasan regulasi tersebut diminta tidak berhenti pada pemenuhan aspek formal dan yuridis, melainkan harus responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dapat diterapkan. Pernyataan tersebut disampaikan KDS dalam Rapat Paripurna DPRD […]

Bale Bandung

2025 Hanya 46,85 Persen, Pemeriksaan 2024 Temukan 41 Bangunan Belum Ber-PBG dengan Potensi Retribusi Rp318,5 Juta SOREANG, balebandung.com – Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) menjadi salah satu titik lemah penerimaan daerah yang bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung. Pada 2025, realisasi retribusi PBG hanya mencapai 46,85 persen dari target, jauh […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna melontarkan kritik terhadap kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), khususnya dalam penataan jaringan utilitas telekomunikasi dan implementasi ducting. Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) mempertanyakan masih ditemukannya kabel telekomunikasi yang melintang dan tidak tertata dan semrawut, sementara Pemerintah Kabupaten Bandung telah memiliki regulasi yang mengatur pipa bersama […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com — Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) atau Basic Class Korps Sukarela (KSR) PMI Kabupaten Bandung Angkatan XV diduga diwarnai praktik perpeloncoan dan kekerasan fisik terhadap peserta. Dugaan tersebut disampaikan salah seorang orang tua peserta berinisial Yn warga Kabupaten Bandung. Kepada balebandung.com, Yn mengaku anaknya mengalami trauma setelah mengikuti Diklatsar yang berlangsung sekitar setahun […]