Kamis, September 29, 2022
BerandaBale JabarJabar Paling Siap, Ridwan Kamil: Tahun Ini PNS Tidak Boleh Pakai Kendaraan...

Jabar Paling Siap, Ridwan Kamil: Tahun Ini PNS Tidak Boleh Pakai Kendaraan Dinas Berbasis BBM

RANCABALI, Balebandung.com – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berwisata menggunakan sepeda motor listrik bersama komunitas motor listrik dengan rute Glamping Legok Kondang-Jembatan Rengganis Suspension Bridge, Ciwidey, Kabupaten Bandung, Sabtu (17/9/2022).

Setelah itu, Gubernur Jabar menghadiri kegiatan Temu Pemimpin untuk Aspirasi Masyarakat (TEPAS) bertema “Wisata Asik Memakai Kendaraan Listrik” di Jembatan Rengganis Situ Patenggang.

Gubernur menceritakan pengalamannya berkendara sepeda motor listrik. Menurutnya, sepeda motor listrik nyaman dan aman digunakan untuk berwisata. Apalagi, kata Ridwan Kamil, penggunaan kendaraan listrik adalah keniscayaan.

Ridwan menyatakan, Jawa Barat adalah provinsi paling siap dalam konversi kendaraan bahan bakar BBM ke kendaraan listrik.

Alasan Jawa Barat paling siap, menurut Kang Emil, karena pabrik mobil listrik ada di Jawa Barat, pabrik baterai listrik terbesar ada di Jawa Barat, kemudian produknya yang sekala corporasi juga di Jawa Barat.

“Jadi, Jawa Barat harus memberikan contoh agar konversi kendaraan listrik bisa dilakukan. Karena itu kita yakin Jawa Barat menjadi provinsi pelopor masifnya penggunaan kendaraan listrik di Indonesia,” kata Kang Emil.

Kang Emil juga mengakui dirinya sudah lama menggunakan mobil pribadi dengan mobil tenaga listrik. “Saya sudah dua tahun pakai mobil listrik nggak banyak masalah, juga kebetulan ada bengkelnya selalu menyediakan alat-alatnya,” aku Kang Emil.

Menurutnya, Jawa Barat membuktikan menjadi provinsi yang paling siap, paling mau beradaptasi terhadap perubahan zaman. Sehingga ketika terjadi krisis energi kendaraan bertenaga listriknya suatu hari sepenuhnya sudah digunakan. Bahkan bisa digunakan energi terbarukan, seperti dari batubara.

“Nanti suatu hari juga akan ada tradisi setiap tempat fasilitas umum di Jawa Barat harus ada colokan untuk mengisi baterai, Bentuknya bisa khusus atau bisa colokan biasa, kita sedang menghitung kalau sejam (satu jam) nyolok buat ngecas berapa rupiah,” paparnya.

Ridwan Kamil juga mengatakan, saat ini di Jawa Barat kendaraan yang sudah menggunakan tenaga listrik sekira 1500 unit dan tahun 2030 populasinya bisa mencapai 25 ribu kendaraan.

“Namun perlu juga ketersedian bengkel-bengkelnya. Sekarang kita akan perbanyak pelatihan bagi profesi montir yang punya dua skil, untuk ngurusin mesin dan skill ngurusin motor motor elektrik,” paparnya.

Tahun ini, tutur Ridwan Kamil, dirinya sudah memerintahkan agar minimal di PNS Jawa Barat tidak diperbolehkan lagi pembelian kendaraan dinas, baik motor atau mobil berbasis BBM atau harus sudah mobil listrik.

Menurutnya, untuk merespons disrupsi pemanasan global, masyarakat di seluruh dunia harus mulai mengurangi karbon. Salah satunya, mengganti kendaraan berbahan bakar minyak dengan kendaraan listrik.

“Kita masih beranggapan SPBU masih ada, tapi itu hanya waktu. Kita harus melihat SPBU seperti warnet dan wartel pada zamannya, suatu hari akan hilang,” ucapnya.

Ridwan yang juga Ketua Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) menuturkan, Indonesia memiliki semua sumber energi terbarukan dan paling lengkap di dunia, mulai dari air, angin, sampai panas bumi. Maka, menurutnya, Indonesia akan jadi negara yang punya produksi energi terbesar.

“Indonesia akan jadi malaikat penyelamat dunia. Jadi, di depan kita ada masalah, Allah sudah memberi berkah, masa kita tidak mau berpikir. Maka dari sekarang, di mana ada energi bebas karbon, kita harus berjuang di level masing-masing, semua harus berjuang,” kata Kang Emil.

Pemda Provinsi Jabar bersama University of Nottingham sudah menandatangani Letter of Intent (LoI) tentang kerja sama penurunan emisi di bidang transportasi lewat konversi ke kendaraan listrik, dan penggunaan energi baru terbarukan (EBT).

“Kalau Jabar tidak progresif, tidak terdepan, tidak promotif, asa piraku. Penduduk paling banyak, tentu paling banyak menggunakan energi, kebijakan sudah disiapkan,” tandas Kang Emil.

Selain kendaraan listrik, Pemda Provinsi Jabar juga sedang menggencarkan pemakaian kompor listrik induksi dengan tujuan penghematan energi. Kemudian, Kang Emil mengatakan pihaknya tengah berupaya menghadirkan terobosan berbasis listrik untuk memfasilitasi aktivitas nelayan.

“Kemarin saya ke Indramayu, juga ada keluhan (dari nelayan). Saya sedang mencari ada enggak perahu yang berbasis solar cell. Mataharinya dipanen di tengah lautan, turun ke baterai, dan baterainya menggerakkan baling-baling,” ungkapnya.

“Jadi perahu listrik sudah ada di Pangandaran, tapi masih pengisian biasa. Kita cari juga yaitu baterai solar cell,” imbuh Ridwan Kamil.***

BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERKINI