Kamis, Oktober 28, 2021
BerandaBale BandungJokowi Buka Jambore HIPMI PT se-Asean di Telkom University

Jokowi Buka Jambore HIPMI PT se-Asean di Telkom University

 Presiden Jokowi mendapat penjelasan dari Dirut Bandung Techno Park Jangkung Rahardjo saat kunjungannya ke BTP Kampus Telkom University Jl Terusan Buahbatu, Kec Dayeuhkolot, Kab Bandung, Senin (12/1/15). by iwa/bbcom

Presiden Jokowi mendapat penjelasan dari Dirut Bandung Techno Park Jangkung Rahardjo saat kunjungannya ke BTP Kampus Telkom University Jl Terusan Buahbatu, Kec Dayeuhkolot, Kab Bandung, Senin (12/1/15). by iwa/bbcom

BANDUNG – Presiden Jokowi hari Senin (23/5/16) ini pukul 10.00 WIB, dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Telkom University Bandung untuk meresmikan Pembukaan Jambore Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Perguruan Tinggi se-ASEAN.

Menurut Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Hipmi Bahlil Lahadalia, presiden telah menyatakan kesediaan untuk membuka jambore terakbar bagi mahasiswa yang baru pertama kali diselenggarakan sejak Indonesia Merdeka. “Bapak Presiden sudah menyatakan siap dan penyelenggaraannya pun sudah disesuaikan dengan jadwal Pak Jokowi,” tegas Bahlil saat konferensi pers di kantor HIPMI, di Bidakara 2, di Jakarta, Kamis (19/5/16).

Jambore Hipmi PT Se-Asean ini yang berlangsung di Telkom University Bandung ini diikuti sekitar 4000-an mahasiswa dari berbagai negara di Asean dan Indonesia. Saat ini sudah ada sekitar 10 negara Asean yang mengirim delegasinya.

Bahlil menyebutkan di Jambore nanti akan ada pembekalan untuk mahasiswa dari beberapa pejabat negara seperti Menteri Rizal Ramli, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menpora Iman Nahrowi, Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta, Anggota DPR, Panglima TNI, bahkan dari tokoh masyarakat dan pengusaha nasional serta dari mantan ketua umum Hipmi.

Jambore ini mengambil tema “Reolusi Mental, Jalan Tengah Membangun Entrepreneur Muda Berdaya Saing di Era MEA”. Jambore ini memiliki tujuan mempromosikan semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda terdidik dan produktif yakni mahasiswa. Sebab berdasarkan survei Hipmi, sebanyak 80% mahasiswa di PT Indonesia masih bercitra-cita menjadi pekerja, belum mau menjadi pengusaha.

Indonesia perlu menciptakan lebih banyak pengusaha untuk menciptakan lebih banyak lagi lapangan pekerjaan, meningkatkan daya beli masyarakat serta menciptakan kepastian pendapatan. Saat ini, Indonesia baru memiliki 1,5% pengusaha dari sekitar 252 juta penduduk Tanah Air. Indonesia masih membutuhkan sekitar 1,7 juta pengusaha untuk mencapai angka 2%. Sedangkan di negara Asean seperti Singapura tercatat sebanyak 7%, Malaysia (5%), Thailand (4,5%), dan Vietnam (3,3%) jumlah pengusahanya.

Bahli mengatakan bukan sekedar melipatgandakan jumlah pengusaha, Indonesia juga perlu menciptakan pengusaha baru yang berkualitas dan terdidik yakni dari kalangan mahasiswa. Pengusaha berlatarbelakang sarjana ini, terang Bahlil, akan memiliki kemampuan meningkatkan kapasitas usahanya serta akan kuat menghadapi persaingan yang semakin ketat di era masyarakat ekonomi Asean (MEA).

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

TERKINI