Kamis, Desember 2, 2021
BerandaBale JabarKemendikbud Ajak Praja IPDN Berpartisipasi dalam Pemajuan Kebudayaan

Kemendikbud Ajak Praja IPDN Berpartisipasi dalam Pemajuan Kebudayaan

JATINANGOR, Balebandung.com – Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi, Hilmar Farid Ph.D berharap, Praja IPDN dapat berpartisipasi dalam kegiatan pemajuan kebudayaan.

Dalam Kuliah Umum bertema ” Pemajuan Kebudayaan Melalui Lembaga Pendidikan Kebudayaan”, di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Sabtu(20/11/21), Hilmar menyebut ada 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK).

Ke-10 OPK itu antara lain tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat dan olahraga tradisional.

“Hal ini perlu dipahami oleh para praja sebagai calon pemimpin dan penggerak di daerah manapun kelak mereka mengabdi. Kami berharap Praja IPD ikut berpartisipasi dalam pemajuan kebudayaan ini,” ucap Hilmar.

Menurutnya, ke-10 OPK dan SDM kebudayaan ini merupakan potensi sesungguhnya yang dapat menjadi landasan dalam penyusunan kebijakan yang akan digunakan untuk membangun daerahnya masing-masing, dan sekaligus dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat.

Hilmar menyampaikan kuliah umumnya di hadapan 2.000 orang praja secara hybrid. Kuliah umum ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan praja IPDN tentang peran dan fungsi Dirjen Kebudayaan dalam pemajuan kebudayaan.

“Selain itu untuk meningkatkan kesadaran praja untuk terus mengembangkan budaya di daerahnya, serta memperluas wawasan dan pengetahuan bagi praja terkait program-program dari Dirjen Kebudayaan,” jelas Hilmar.

Ia menerangkan Indonesia memiliki sebuah panduan dalam upaya menjalankan amanat Pasal 32 Ayat 1 UUD 1945 untuk memajukan kebudayaan, yaitu melalui pengesahan UU No. 5 tahun 2017 tentang Pengajuan Kebudayaan.

“Hal ini tentu saja membawa semangat baru dalam upaya perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan kebudayaan nasional”, ujar Hilmar.

Pihaknya juga kembali mengingatkan amanat Presiden Jokowi terkait keseimbangan antara infrastruktur keras dengan infrastruktur lunak dalam wujud karakter dan jati diri bangsa.

Sementara Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Dr. Dety Mulyati, S.H., M.H., CN menandaskan IPDN siap berkomitmen menjadi agen kebudayaan.

“IPDN perlu mengetahui dan memahami manfaat dan pentingnya memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia”, tandas Warek.

Menurut Dety Mulyati, pendidikan merupakan ujung tombak kebudayaan nasional. Sebab pendidikan sejatinya merupakan upaya pembentukan watak sesuai dengan cita-cita keberadaan bangsa Indonesia.

“Melalui instrumen pendidikan, kebudayaan nasional dapat dimajukan secara luas dan merata ke seluruh komponen bangsa,” kata Dety.***

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

TERKINI