Bale Jabar

Kenaikan Inflasi Dipengaruhi Permintaan dan Penawaran

×

Kenaikan Inflasi Dipengaruhi Permintaan dan Penawaran

Sebarkan artikel ini
Pemprov Jabar dan FKPI bersama para ulama dari MUI Jabar menggelar silaturahmi dengan para ulama se-Jabar di Aula Barat Gedung Sate, Selasa (31/5). by Humas Pemprov Jabar
Pemprov Jabar dan FKPI bersama para ulama dari MUI Jabar menggelar silaturahmi dengan para ulama se-Jabar di Aula Barat Gedung Sate, Selasa (31/5). by Humas Pemprov Jabar

BANDUNG – Anggota Dewan Pengarah FKPI Jawa Barat yang juga Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI Jawa Barat & Banten Rosmaya Hadi mengatakan,kenaikan inflasi tidak hanya terjadi dari permintaan saja, namun juga dari sisi penawaran. Karenanya menurut Rosmaya perlu ada sinergi dari berbagai kepentingan untuk menstabilkan harga serta menekan laju inflasi, termasuk peran para ulama.

“Kita harus jaga inflasi ini tidak hanya dari satu titik, tapi berbagai arah. Contohnya, bagaimana distribusi harus kita jaga, pengadaan atau ketersediaan pangannya juga harus kita jaga dari segala arah. Juga bagaimana gangguan produksinya harus kita tangani dan kebijakan pemerintah yang harus tepat sasaran,” tutur Rosmaya dalam sambutannya saat silaturahmi Pemprov Jabar dan FKPI bersama para ulama dari MUI Jabar, di Aula Barat Gedung Sate, Selasa (31/5/16).

Rosmaya pun mengungkapkan, dalam hal ini ulama mempunyai peran strategis untuk menekan inflasi melalui pembinaan umat agar bisa menjaga pola konsumsinya, serta meningkatkan ibadahnya di bulan Ramadhan. “Dari sudut pandang agama tentunya kami juga ingin menghimbau bahwa masyarakat itu agar lebih mengalokasikan waktunya atau keinginan belanjanya kepada keinginan bersedekah,” harap Rosmaya.

“Saya mohon untuk disampaikan kepada umatnya masing-masing, bahwa Ramadhan bukan sesuatu untuk menaikan harga tapi menaikan pahala,” ungkap Rosmaya.

Hal ini pun mendapat dukungan dari para ulama, seperti yang disampaikan dalam tausyiah yang disampaikan oleh KH. Miftah Faridl. Miftah mengatakan banyak kegiatan di bulan Ramadhan yang dilakukan oleh masyarakat saat ini, jauh dari apa yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW.

“Inilah yang barang kali tantangan para ulama, harus bisa menyampaikan pesan bahwa Ramadhan itu bulan ibadah, bulan taqarub. Ramadhan itu bulan banyak di masjid bukan banyak di swalayan, Ramadhan itu bulan banyak berdzikir bukan banyak hitung-hitung hutang. Nah inilah misi kita!” tandas Miftah.

Paling tidak, imbuh Miftah, ibadah yang diajarkan Nabi menjadi salah satu jalan untuk mengurangi frekuensi tentang hal yang dapat menyebabkan konsumerisme. kalau masjid lebih dimakmurkan, KATA mIFTAH, masyarakat banyak waktu dibawa ke masjid mungkin menjadi sedikit waktu untuk ke swalayan, kalau baca Quran lebih dikembangkan mungkin yang lain-lain juga akan berkurang, kalau dzikir menjadi kegiatan dari Ramadhan, mungkin kaum muslim juga memiliki peluang untuk melakukan hal yang baik lainnya.

artinya adalah mengikuti Sunah Rasul; tidak boleh tabdzir, tidak boleh isyraf, yakni tidak boleh berlebih-lebihan, tidak boleh mempertontonkan kekayaan. Dan ajaran yang lain yang harus menjadi sikap kita di bulan Ramadhan,” terangnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Polda Jawa Barat akhirnya menangkap Taufik Hidayat (TH), tersangka pelaku penyekapan dan penganiayaan terhadap Yuvita, perempuan asal Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, yang kasusnya menyita perhatian publik dalam beberapa hari terakhir. Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan, penangkapan dilakukan setelah tim penyidik berhasil melacak keberadaan tersangka melalui aktivitas transaksi perbankan yang […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebadung.com – Dewan Pakar Majelis Musyawarah Sunda (MMS) Yudi Latif menilai Indonesia membutuhkan revolusi Pancasila yang mampu menghadirkan pemerataan keadilan ekonomi sekaligus memperkuat pemahaman nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda. Hal itu disampaikan Yudi Latif saat menyampaikan Pidato Kebangsaan pada peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar MMS di Gedung Indonesia Menggugat, Kota Bandung, Senin […]

Bale Jabar

SORONG, balebandung.com – Ketua Umum Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) Dadang Supriatna menghadiri dan menyambut baik Deklarasi 42 Kepala Daerah se-Tanah Papua dalam Gerakan Nasional Pemberantasan Tuberculosis (TBC) Berbasis Komunitas di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Sabtu 30 Mei 2026. Kang Dadang Supriatna (KDS) yang juga menjabat sebagai Bupati Bandung ini mengatakan, deklarasi ini […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com — Ganesha Business Festival (GBF) 2026 yang diselenggarakan Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) berhasil menarik lebih dari 7.000 pengunjung di Sawarga Courtyard Summarecon Mall Bandung, Sabtu (30/5/2026). Ajang tahunan yang menampilkan berbagai inovasi, karya bisnis, dan kreativitas mahasiswa itu mengusung tema “Human Edge: The Power Beyond Technology”. Tema tersebut […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Ketua Harian DKM Masjid Raya Al Jabbar KH Tata Moch Tasdiq SH mengajak umat Islam memaknai Idul Adha tidak hanya sebagai ritual penyembelihan hewan kurban, tetapi juga sebagai momentum menyembelih sifat sombong, egoisme, dan kecintaan berlebihan terhadap dunia. Hal itu disampaikan KH Tata Moch Tasdiq yang juga pimpinan Pondok Pesantren Al-Qur’an Fajar Ashshidiqi, […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com — Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana atau DP3AKB Jawa Barat mendorong penguatan edukasi kesehatan reproduksi sebagai bagian dari upaya membangun keluarga berkualitas. Kepala DP3AKB Jawa Barat, Siska Gerfianti, mengatakan keluarga yang kuat menjadi fondasi penting pembangunan sumber daya manusia di Jawa Barat. Menurut dia, kesehatan reproduksi tidak boleh dipandang sebagai […]