Rabu, Oktober 20, 2021
BerandaBale BandungKetua Komisi D: Pemkab jangan Fokus pada Satu Masalah, Bentuk Tim Sukarelawan...

Ketua Komisi D: Pemkab jangan Fokus pada Satu Masalah, Bentuk Tim Sukarelawan Disetiap Desa

Ketua Komisi D DPRD Kab. Bandung dari Fraksi PKS, Maulana Fahmi.
Kab. Bandung. Balebandung.com — Menanggapi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi PKS, Maulana Fahmi, meminta kepada Pemerintah agar tidak terfokus pada satu masalah saja.

Menurut Fahmi, mengenai kubutuhan tabung oksigen yang sekarang dipermasalahkan, dan akibat kekurangan itu telah mengakibatkan beberapa puluh orang meninggal, sebenarnya itu tidak akan terjadi bila disetiap Puskesmas ada tersedia minimal satu tabung gas oksigen. Sehingga tabung itu bisa dipinjamkan kepada warga yang membutuhkan secara bergantian.

Untuk itu dia meminta selain tabung oksigen, tolong diperhatikan pula kebutuhan warga lainnya. Karena kebutuhannya itu tidak hanya pada sembako saja, tentunya masyarakat membutuhkan pula multivitamin, buah-buahan, dan kebutuhan lainnya. Terutama bagi warga yang tengah menjalani Isolasi Mandiri (Isoman).

“Bagi warga yang isoman yang meninggal di Rumah Sakit bisa langsung di urus mereka, tapi sebaliknya bagi warga yang isoman di rumah sendiri, dan meninggal dunia, ini jelas bisa membahayakan semua pihak terdekat dengan korban,” katanya di riang Fraksi, Selasa (6/7/2021).

Jadi perlu dibentuk relawan yang dibina Puskesmas atau Rumah Sakit, lanjut dia, guna mengatisipasi masalah tersebut. Tidak perlu banyak, cukup 2 orang yang dilatih, dipersiapkan APD, sarana prasarananya, hingga bagaimana cara pemulasaraan jenazah korban covid yang benar.

Dengan pengawasan langsung dari Puskesmas, diyakini Fahmi, permasalahan warga yang meninggal karena covid akan tertanggulangi dengan baik oleh dua orang relawan itu. Dan ketakutan masyarakat akan terpapar pandemi bisa hilang karena sudah ditangani relawan binaan. Minimal di setiap desa ada dua orang relawan.

Jangan sampai karena keterbatasan tenaga medis, papar dia, pasien isoman yang meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit jadi terabaikan. Dengan alasan masyarakat atau tenaga kesehatan tidak mengetahui cara mengurus dan melakukan pemulasaraan jenazah. Makanya perlu dibentuk tim relawan di setiap desa.

Hal lainnya yang menjadi prioritas, ditambahkan dia, khususnya kepada semua Satuan Gugus Tugas Penanggulangan Covid, harus cepat tanggap dengan situasi kondisi saat ini. Sebab dikwatirkan Fahmi, akibat dari kelalaian itu bisa mengakibatkan semakin meningkatnya warga yang terkonfirmasi.

“Jelas untuk masalah itu pemerintah tidak bisa bekerja secara personal, harus ada kebersamaan dari semua elemen masyarakat untuk mendukungnya dan melaksanakan protokol kesehatan dengan benar secara bergotong royong,” ujarnya.

Dia mengemukakan, kemarin Pemkab Bandung sudah mendistribusikan bantuan sosial yang akan dikirim ke masyarakat. Namun dia meminta agar data yang ada bisa dirapihkan terlebih dahulu. Tujuannya agar jangan ada warga miskin lagi yang mengeluh karena tidak terdaftar.

“Untuk memaksimalisasikan kerja dan kebersamaan itu, saya juga meminta kepada MUI, Kementerian Agama, dan yang lainnya, bisa turut andil dalam upaya menekan dan memutus mata rantai penyebaran pandemi covid 19,” pungkas dia. (Fattah).

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

TERKINI