Bale Kota BandungPeristiwa

Mang Oded Sebut Rusaknya KBU Penyebab Banjir

Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial saat monitoring kegiatan kebersihan Gerakan Pungut Sampah di Kebonwaru Kec Batununggal , Minggu (20/11). by Meiwan Humas Pemkot Bandung
Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial saat monitoring kegiatan kebersihan Gerakan Pungut Sampah di Kebonwaru Kec Batununggal , Minggu (20/11). by Meiwan Humas Pemkot Bandung

BATUNUNGGAL – Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial menyebut rusaknya Kawasan Bandung Utara (KBU) sebagai salah satu penyebab banjir di Kota Bandung. Sebab dengan maraknya pembangunan di KBU, kata Oded, hal itu memicu berkurangnya area resapan air.

Selain KBU, Mang Oded mengingatkan pada warga bahwa banjir yang sering terjadi akhir-akhir ini di Kota Bandung juga diakibatkan sampah dan drainase yang buruk.

“Banjir yang sering terjadi dikarenakan 3 hal pokok yang harus ditangani dengan segera, yaitu sampah, drainase yang terhalang dan limpahan serapan air dari KBU (Kawasan Bandung Utara) karena sudah tidak optimal penyerapannya karena sudah banyak bangunan,” sebut Oded saat monitoring kegiatan kebersihan GPS (Gerakan Pungut Sampah) dan bazar warga di Lapangan RW 04 Jl Anyer Kelurahan Kebonwaru Kecamatan Batununggal , Minggu (20/11/16).

Lebih lanjut Mang Oded memaparkan Pemerintah Kota Bandung sudah melakukan kolaborasi serta melaksanakan kerjasama dengan pemerintah kota/kabupaten yang berbatasan dengan wilayah KBU untuk melaksanakan tindakan preventif terhadap resiko banjir.

“Selain mengajak warga KBU untuk disiplin sampah, kita juga menindak tegas pada warga atau perusahaan yang mendirikan bangunan di KBU karena pada dasarnya KBU itu daerah resapan dan pembangunan di sana diatur undang-undang yang ketat,” tandasnya.

Kepada warga ia berpesan bahwa masalah sampah adalah masalah yang terlihat sepele tapi berdampak sangat besar. Apalagi bila terkait dengan masalah drainase yang terhalangi oleh akses warga.

“Selama warga masih membuang sampah sembarangan apalagi ke sungai ini akan terus menjadi penghambat bagi air hujan untuk mengalir, apalagi dengan banyaknya drainase yang terhalangi oleh jalan masuk ke bangunan, sudah pasti daya salur air akan mengecil dan mengakibatkan banjir,” ungkapnya.

Berkaitan dengan hal tersebut Mang Oded dengan sangat gamblang mengingatkan warga agar sangat memperhatikan ketiga faktor tersebut agar bila terjadi hujan besar tidak terjadi banjir lagi.

“Saya mengingatkan masalah sampah warga harus benar-benar turun tangan dan kolaborasi dengan pemerintah. Sedang masalah drainase kita sudah menginventarisir serta melakukan pembongkaran pada jalur-jalur akses yang menghalangi drainase ,” ujarnya.

Selepas melaksanakan Subling (Subuh Keliling) di Kelurahan Hegarmanah, Mang Oded langsung mengunjungi Warga RW 04 Kelurahan Kebonwaru untuk melaksanakan monitoring PIPPK (Program Inovasi Percepatan Pembangunan Kewilayahan) Bandungku Bersih sekaligus berbagi aspirasi dengan warga.

“Apabila semua RW di Kota Bandung melaksanakan kegiatan rutin seperti ini saya yakin masalah banjir yang akhir-akhir ini melanda Kota Bandung bisa ditekan,” pungkasnya.

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close