Sabtu, November 27, 2021
BerandaBale BandungMenkes Apresiasi Bupati Bandung Soal Layanan Antar Jemput Vaksinasi Lansia

Menkes Apresiasi Bupati Bandung Soal Layanan Antar Jemput Vaksinasi Lansia

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersama Bupati Bandung Dadang Supriatna menaiki angkot yang mengantar jemput lansia untuk divaksin, di RSUD Oto Iskandar Di Nata, Soreang, Selasa (18/5/21).

SOREANG, Balebandung.com – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi upaya jemput bola dari Pemkab Bandung dalam rangka vaksinasi terhadap warga lanjut usia (lansia).

Menkes mengakui dengan adanya antar jemput bagi lansia yang akan divaksin akan lebih memudahkan tercapainya target vaksinasi terhadap para lansia.

“Ide antar jemput vaksinasi lansia ini sangat bagus. Menurut saya ini suatu terobosan dari Pak Bupati Bandung yang bisa dicontoh daerah lain,” ungkap Menkes kepada wartawan saat kunjungan kerja dalam angka Gebyar Vaksinasi Lansia di RSUD Oto Iskandar Di Nata, Soreang, Selasa (18/5/21).

Karena itu, kata Budi, pihaknya datang pada kegiatan Gebyar Vaksinasi Lansia ini untuk memberi motivasi agar para lansia lebih bersemangat mengikuti vaksinasi.

Menkes mengakui vaksinasi terhadap lansia di Jawa Barat khususnya di Kabupaten Bandung ini tidak gampang karena jumlah lansia yang banyak. Budi menyebut secara keseluruhan ditargetkan vaksinasi terhadap 21,6 juta lansia.

“Hingga saat ini baru 2,8 juta lansia yang sudah disuntik vaksin. Untuk lansia memang agak susah. Jadi masih jauh realisasi targetnya. Bandingkan dengan vaksinasi tenaga publik dari target 17,6 juta, sekarang sudah tercapai 15 juta,” urai Budi.

Karena itu upaya jemput bola merupakan langkha yang tepat. “Vaksinasi lansia ini memang seharusnya didatengin. Kalau disuruh datang sendiri memang agak susah. Dengan jemput bola, seperti dengan disediakan sarana antar jemput dengan angkutan umum yang dilakukan Pemkab Bandung ini sangat bagus,” kata menteri.

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum juga memberi apresiasi terhadap layanan antar jemput angkutan umum gratis bagi lansia yang divaksin.

Terlebih menurut Wagub Jabar, vaksinasi terhadap lansia ini sudah telat dari jadwal. Alasannya, kata dia, lansia itu sendiri yang sudah jarang keluar rumah. Kedua, alasan lainnya karena tidak ada yang mengantar. Belum lagi soal informasi yang diterima orangtua bahwa kalau divaksin ini bisa berdampak negatif.

“Nah, dengan adanya layanan antar jemput gratis bagi lansia yang akan divaksin ini merupakan inovasi yang sangat baik. Ini akan menjadi daya dorong agar ada efek domino dalam rangka mempercepat vaksinasi terhadap lansia,” ungkap Uu.

Uu berharap kegiatan antar jemput gratis bagi lansia yang akan divaksin ini bisa diikuti daerah lainnya di Jawa Barat. Ia menyebut Jawa Barat mentargetkan 80 persen masyarakatnya sudah divaksin atau 33,5 juta dari populasi 50 juta penduduk Jabar.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan layanan antar jemput gratis bagi 312 ribu jiwa lansia yang akan divaksin ini akan terus berjalan.

“Hari ini kita launching inovasi layanan antar jemput gratis bagi lansia yang akan divaksin ini di Rumah Sakit Otista Soreang. Hari ini lokus penjemputannya lansia di Kecamatan Soreang, Majalaya dan Cicalengka. Selanjutnya kita akan lakukan di titik lainnya seperti di Cileunyi yang jumlah lansianya lebih banyak,” terang bupati.

Bupati Bandung menyebut dalam layanan antar jemput ini pihaknya sudah menjemput 742 lansia dari target 1.000 lansia di 14 titik lokus, dengan mengerahkan 105 angkutan umum. ***

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

TERKINI