Rabu, Oktober 20, 2021
BerandaBale BandungPantau Arus Balik Nagreg, Aher Catat Beberapa Evaluasi

Pantau Arus Balik Nagreg, Aher Catat Beberapa Evaluasi

Gubernur Aher ber-welfie ria di depan Terowongan Nagreg, bersama para pemudik yang balik dari kampung halaman di sela memantau arus balik Lebaran, di kawasan Nagreg hingga Cileunyi, Kab Bandung, Sabtu (9/7/). by Humas Pemprov Jabar
Gubernur Aher ber-welfie ria di depan Terowongan Nagreg, bersama para pemudik yang balik dari kampung halaman di sela memantau arus balik Lebaran, di kawasan Nagreg hingga Cileunyi, Kab Bandung, Sabtu (9/7/). by Humas Pemprov Jabar

NAGREG – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan berharap puncak arus balik Lebaran 2016 yang diprediksi terjadi Sabtu-Minggu, (9-10/7/16) berlangsung aman dan lancar. Menurut gubernur, segala upaya pun telah dilakukan semaksimal mungkin. Seperti berbagai rekayasa arus lalu lintas yang dikawal petugas kepolisian, Dishub provinsi dan kabupaten/ kota, serta stakeholder lainnya.

Aher tak menampik ada kepadatan kendaraan di sejumlah titik. Ini karena selain ada arus balik, masih ada pula arus mudik. Sebagian masyarakat baru melaksanakan mudik di akhir pekan ini.

“Arus balik di Jawa Barat alhamdulillah secara umum lancar. Di kawasan utara lancar, di selatan banyak jalur alternatif. Nah, di Nagreg ini dulunya pusat kemacetan, sekarang berubah, kemacetannya ke Limbangan, sampai ke Rajapolah sana. Mudah- mudahan ke depan, Tol Cileunyi-Tasikmalaya (Citas) bisa jadi solusi,” ungkap Gubernur Aher, saat mantau arus balik Lebaran 1437 Hijriah/ 2016, di kawasan Nagreg hingga Cileunyi, Kabupaten Bandung, Sabtu (9/7/16).

“Kepolisian, Dishub, juga semua stakeholder sudah menyiapkan berbagai simulasi. Segala rekayasa lalu lintas kan sudah dilakukan. Baik menggunakan jalur alternatif, buka tutup di sejumlah tempat, contra flow, sudah jadi upaya semuanya. Ini semua kita lakukan untuk memperbaiki, melancarkan arus balik ini,” terang Aher.

Kedepannya, sebagai penunjang kelancaraan lalu lintas pada tradisi pulang kampung, secara bertahap pemerintah daerah maupun pusat akan terus mengupayakan pembenahan sarana, prasarana jalan.

“Apapun yang perlu dibenahi, kita benahi. Namun persoalannya jalan kita terbatas, sementara volume kendaraan naik. Tentu yang harus kita lakukan ke depan adalah selain rekayasa lalu lintas itu, harus ada jalan -jalan baru. Kan pemerintah juga terus- terusan berusaha untuk memperbaiki layanan transportasi setiap tahun,” ujarnya.

Maka Aher pun sangat mendukung dan mendorong berbagai pihak terkait, demi selesainya Tol Trans Jawa. “Kita berharap, kita mendorong semua pihak untuk menyelesaikan Tol Trans Jawa. Kalau selesai kita enak juga mudik,” kata Aher.

Selain itu, dirinya ingin penyediaan rest area yang baik kualitas, juga kuantitasnya yang tersebar banyak di sepanjang jalur mudik/balik, agar masyarakat bisa beristirahat. Sebab menurutnya istirahat pun penting, mengurangi lelah yang dirasakan pemudik. Tak bisa dipungkiri, lelah pun bisa jadi pemicu terjadinya kecelakaan.

Aher pun menghimbau agar pemudik tak memaksakan diri ketika lelah. Selain rest area, sebut Aher, restoran, masjid, dan pom bensin pun bisa dimanfaatkan. “Ke depan rest area harus makin baik, makin banyak. Restoran-restoran di pinggir jalan juga bisa jadi rest area. Pom bensin bisa rest area juga, masjid- masjid juga bisa jadi rest area. Kalau itu semua cukup memadai, kan bisa dimanfaatkan masyarakat. Untuk evaluasi kedepannya, di Tol Cipali rest area-nya kurang,” ucapnya.

Menurut data Poskotis Cikopo, perhitungan perbandingan puncak arus mudik-balik Lebaran tahun 2015-2016 wilayah jalur Pantura-Tengah-Selatan, terjadi penurunan volume kendaraan roda empat pada periode H-7 hingga Hari-H di tahun 2016 dengan jumlah 953.164 kendaraan, sedangkan di tahun 2015 mencapai 1.292.170 unit. Untuk kendaraan roda dua pada rentang waktu yang sama mengalami peningkatan di tahun 2016 dengan jumlah total 1.596.184 kendaraan, sedangkan di tahun 2015 tercatat 1.471.636 kendaraan.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi puncak arus mudik 2016 akan terjadi pada H-4 dan puncak arus balik pada H+3 Idul Fitri 1437 H. Pada tahun ini jumlah pemudik yang menggunakan angkutan umum diprediksi mencapai 17,6 juta orang yang terdiri dari penumpang angkutan jalan, angkutan penyeberangan, kereta api, angkutan laut dan udara. Sedangkan 2,4 juta orang akan menggunakan kendaraan pribadi, dan 5,6 juta orang akan menggunakan sepeda motor.

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

TERKINI