Bale Bandung

Pemkab Antisipasi Sosial Ekonomi Masyarakat Terdampak Covid-19

×

Pemkab Antisipasi Sosial Ekonomi Masyarakat Terdampak Covid-19

Sebarkan artikel ini
Bupati Bandung H. Dadang M. Naser meninjau para pedagang kaki lima di kawasan sekolah usai meresmikan Alun-alun Soreang, Jum'at (13/3). by Humas Pemkab
Bupati Bandung H. Dadang M. Naser meninjau para pedagang kaki lima di kawasan sekolah usai meresmikan Alun-alun Soreang, Jum’at (13/3). by Humas Pemkab

SOREANG, Balebandunng.com – Berbagai upaya tengah dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, dalam penanganan penyebaran corona virus disease 2019 (covid-19) di Kabupaten Bandung. Termasuk dalam mengantisipasi dampak sosial ekonomi yang ditimbulkannya.

Bupati Bandung Dadang M. Naser menginstruksikan jajaran Dinas Pendidikan (Disdik), untuk melakukan pendataan di tiap sekolah. Diterapkannya metode belajar di rumah, dengan mensinergikan koordinasi pihak sekolah dan orang tua, membuat seluruh kegiatan perekonomian di lingkungan pendidikan itu terhenti.

“Banyak pedagang cireng, cilok, batagor, baso ikan dan sejenisnya, tidak lagi berjualan karena di sekolah tidak ada lagi aktivitas. Mungkin ada sebagian yang pulang kampung, tapi saya kira tidak sedikit juga warga lokal asal Kabupaten Bandung,” ujar Bupati Dadang Naser di Rumah Jabatannya di Soreang, Kamis (2/4/20).

Pendataan, tutur bupati, dilakukan melalui koordinasi dengan kepala sekolah masing-masing. Ia mengatakan, pihak sekolah sudah seharusnya memiliki data pedagang yang sehari-harinya berjualan di lingkungan tersebut.

“Diprioritaskan pedagang kaki lima yang biasa berjualan di halaman atau depan gerbang sekolah. Dalam pengertian memakai roda atau ‘ditanggung’, bukan pemilik kantin atau warung yang menetap. Inventarisir datanya, jika memang domisilinya di Kabupaten Bandung, sampaikan data itu ke pihak desa dan kecamatan,” tutur bupati.

Akan tetapi, tukas Dadang Naser, data yang diistilahkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai miskin baru (misbar) tersebut, tidak dicampuradukkan dengan data kemiskinan yang sudah dimiliki Dinas Sosial (Dinsos).

“Misbar ini status yang ditujukan bagi mereka, yang kehilangan penghasilan setelah wabah covid-19 merebak. Jadi, jangan disatukan datanya dengan data kemiskinan yang ada di Dinsos,” imbuh Dadang.

Selain Disdik, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) pun harus melakukan pendataan yang sama. Bedanya, kata Dadang, hal itu dilakukan di kawasan wisata yang juga tengah menurun dari sisi kunjungan wisatawan.

“Disparbud harus berkoordinasi dengan pengelola tempat wisata. Di sana ada juru parkir, pedagang asongan, kuliner atau aksesoris, dan pelaku usaha lainnya, yang benar-benar menggantungkan hidupnya dari sana. Lakukan pendataan dengan secermat mungkin, jangan sampai ada pemilik kios yang usahanya ada di mana-mana ikut terdata juga,” imbuh Kang DN, sapaan Dadang Naser.

Dari sisi distribusi ketersediaan pangan, penyediaan pasar komoditas pertanian yang digagas Dinas Pertanian (Distan), juga harus menyentuh masyarakat yang menggantungkan hidup pada penghasilan harian. Sinergitas Distan dengan Aspartan (Asosiasi Pasar Tani) Sabilulungan itu, paparnya, dapat menyentuh masyarakat di pelosok-pelosok.

“Kerjasamakan dengan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) untuk merangkul jasa ojek pangkalan. Berhubung warga sedang diam di rumah, otomatis akan sepi penumpang. Nah, biar usaha mereka tetap berjalan, dan kebutuhan warga akan sayuran juga terpenuhi, upayakan rangkul mereka,” ungkapnya.

Menindaklanjuti instruksi tersebut, Kepala Disdik (Kadisdik) Kabupaten Bandung H. Juhana menjelaskan, pihaknya telah mengeluarkan surat permohonan. Surat tersebut antara lain ditujukan kepada koordinator wilayah bidang pendidikan kecamatan, dan kepada kepala satuan pendidikan di bawah kewenangan Disdik, yaitu PAUD, TK, SD dan SMP.

Sementara surat lainnya ditujukan pada kantor kementerian agama yang membawahi satuan pendidikan lingkup madrasah, yaitu RA, MI, MTs dan MA, serta pada cabang Disdik Provinsi Jawa Barat yang membawahi sekolah setingkat SMA, SMK dan SLB.

“Intinya kami meminta, para pedagang terdampak miskin baru karena pandemi global ini didata, sesuai instruksi Pak Bupati. Kemudian data tersebut dapat diunggah masing-masing instansi, yaitu melalui aplikasi online yang sudah kami tentukan. Kami tunggu inputnya sampai dengan tanggal 3 April 2020,” jelas Kadisdik.

Sampai Kamis 2 April 2020, Juhana menyebutkan, data yang masuk sudah mencapai sekitar 880 sekolah dari berbagai tingkatan. “Dari total kurang lebih sejumlah 2.000 sekolah dari berbagai tingkatan di Kabupaten Bandung, saat ini sudah masuk 48% atau sekitar 880 sekolah. Mudah-mudahan besok seluruh sekolah bisa menyelesaikan pendataan ini,” sebut Juhana

Langkah berikutnya, pihak Disdik akan berkoordinasi dengan Dinsos. Hal itu perlu dilakukan agar tidak ada duplikasi data, sehingga akan tepat sasaran bila ada pendistribusian bantuan.

“Setelah data kami sinkronkan dengan yang ada di Dinsos, kami akan sampaikan data tersebut ke pemerintah kecamatan dan desa. Mudah-mudahan upaya ini nantinya akan meringankan mereka yang menggantungkan hidupnya di lingkungan sekolah,” pungkas Juhana.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan komitmennya memperkuat program Bisyarah Guru Ngaji sebagai bagian dari upaya membentuk generasi muda yang berkarakter dan berakhlakul karimah. Hal itu disampaikan KDS saat menghadiri Bimbingan Teknis (BIMTEK) Persatuan Guru Ngaji Indonesia (PGNI) Kabupaten Bandung, Senin (10/8/2026). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti sekitar 200 peserta […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Bandung meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) Pemerintah Kabupaten Bandung sebagai bagian dari upaya memperkuat digitalisasi transaksi belanja daerah sekaligus meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Peluncuran KKI dilakukan Bupati Bandung Dadang Supriatna di Grand Sunshine Soreang, Senin (10/8/2026). Peluncuran ini menjadi bagian […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung untuk menindak tegas tenaga kesehatan (nakes) yang diduga melakukan perundungan atau bullying terhadap pasien melalui media sosial. Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) menyatakan kecewa dan prihatin atas perilaku tersebut, terlebih terjadi sebelum pasien yang bersangkutan meninggal dunia. KDS pun meminta Badan Kepegawaian […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bandung Bedas Run 2026 makin menunjukkan potensinya sebagai penggerak sport tourism di Kabupaten Bandung. Hingga Sabtu (8/8/2026), sebanyak 3.242 peserta telah mendaftar dan sekitar 20 persen di antaranya berasal dari luar Jawa Barat. Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan tingginya peserta dari luar daerah menunjukkan Bandung Bedas Run yang bakal digelar 6 September […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Dandim 0624 Kabupaten Bandung Letkol Kav Samto Betah mengimbau masyarakat menghindari aktivitas di luar rumah pada malam hari jika tidak memiliki keperluan yang penting. Imbauan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya bersama menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat Kabupaten Bandung. “Kalau tidak ada kepentingan yang terlalu penting, kalau bisa dihindari untuk keluar malam. […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung M.A. Hailuki menilai Operasi Berkala Besar yang digelar aparat gabungan TNI-Polri bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) merupakan bentuk responsivitas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di tengah maraknya aksi begal. “Operasi Berkala Besar yang dilaksanakan semalam adalah wujud responsivitas aparat keamanan bersama Forkopimda untuk […]