Selasa, November 29, 2022
BerandaBale BandungPemkab Bandung Terus Berupaya Tangani Kawasan Blank Spot Jaringan Internet

Pemkab Bandung Terus Berupaya Tangani Kawasan Blank Spot Jaringan Internet

JAKARTA,balebandung.com – Bupati Bandung HM Dadang Supriatna melaksanakan audensi dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Bakti Kominfo) di Jakarta, Selasa (22/11/2022).

Pada audensi itu, Bupati Bandung didampingi Asisten Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bandung H. Marlan, Sekretaris Diskominfo Kabupaten Bandung Cecep Hendrawan dan pihak lainnya diterima langsung oleh Direktur Sumber Daya dan Administrasi Bakti Kominfo Danny Januar Ismawan.

Bupati Bandung HM Dadang Supriatna diwakili Sekretaris Diskominfo Kabupaten Bandung Cecep Hendrawan mengatakan, pelaksanaan audensi Bupati Bandung dengan Bakti Kominfo itu dalam upaya, ikhtiar dan berkeinginan untuk menuntaskan blank spot di Kabupaten Bandung pada 2023 mendatang.

“Kita ingin di Kabupaten Bandung terhindar dari blank spot. Dengan harapan masyarakat Kabupaten Bandung melek digital dan tidak ada blank spot jaringan internet,” kata Cecep Hendrawan, usai audensi.

Cecep mengungkapkan kehadiran Bupati Bandung di Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam upaya menjalin silaturahmi dengan Bakti Kominfo di Jakarta.

“Hal-hal yang pokok dalam pelaksanaan audensi itu adalah membicarakan bagaimana target RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Kabupaten Bandung sebagaimana target Pak Bupati dalam rangka mengentaskan ketidakadaan akses jaringan internet. Menuntaskan ketersediaan internet di Kabupaten Bandung seutuhnya,” kata Cecep.

Karena saat ini, imbuh Cecep, di Kabupaten Bandung masih ada kurang lebih dari 60 sampai 70 kawasan blank spot jaringan internet di sejumlah desa tersebut.

“Totalnya kita ajukan oleh Pak Bupati, ajuan yang terbaru diawal tahun 60 kawasan dan sekarang kita akan manfaat pengabdian atau layanan dari Bhakti Kominfo ini, untuk layanan 3 T (terluar, terjauh dan terpencil),” kata Cecep.

Akan tetapi, kata dia, di sana (kawasan blank spot) penggunaan jaringan internet masih relatif sedikit, efektif dan efisiennya kurang tercapai dari pemanfaatan publiknya.

“Jadi Bakti Kominfo ini bisa mengalokasikan kepada kawasan-kawasan yang ada di Jawa Barat khususnya, yang memang kawasan tersebut belum memiliki jaringan layanan bisnis orang lain. Yang diprioritaskan 3 T tadi, akan tetapi ini bertempat dimanfaatkan untuk kawasan Kabupaten Bandung yang memang masih blank spot dan jauh dari keterjangkauan stasiun komersial. Ada Telkomsel, ada XL dan lain-lain disitu,” tuturnya.

Untuk tahun ini, kata Cecep, pihaknya mengajukan melalui aplikasi pasti sebanyak 371 titik koordinat. “Ini mudah-mudahan nanti akan disurvei oleh Bakti Kominfo dan disesuaikan dengan kriteria-kriteria yang dimiliki oleh Bakti itu sendiri. Apakah ini layak atau tidak, apakah ini berdekatan dengan stasiun komersial atau tidak,” katanya.

Cecep menyebutkan masih ada kawasan yang berdekatan dengan akses jaringan komersial tadi. “Kalau disitu ada Telkomsel bisa lebih besar, dan Indosat bisa lebih besar, ya masyarakat nanti akan lebih memilih ke yang komersial,” katanya.

Karena, menurutnya, dari Bakti ini betul-betul untuk layanan emergency. “Layanan Bakti itu harus betul-betul bagi kawasan yang memang parah, tidak memiliki akses internet sama sekali,” katanya.

Ia mengungkapkan langkah-langkah dari Pemkab Bandung untuk menuntaskan kawasan yang blank spot internet itu, yaitu dengan cara memberikan sambungan penguat sinyal. Seperti di Kecamatan Cimaung, selain di Desa Ciporeat, Desa Cipanjalu dan beberapa kawasan yang sudah digarap oleh Pemkab Bandung.

“Kita ambilkan dari stasiun komersial terdekat, dan disebarkan di kawasan blank spot,” katanya.***

BERITA LAINYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERKINI