Bale Jabar

Perkebunan Kontributor Utama Perekonomian Jabar

×

Perkebunan Kontributor Utama Perekonomian Jabar

Sebarkan artikel ini
Wagub Jabar Deddy Mizwar saat Rakor Pembangunan Perkebunan Jabar, di Bandung Selasa (7/3)., by Humas Pemprov Jabar
Wagub Jabar Deddy Mizwar saat Rakor Pembangunan Perkebunan Jabar, di Bandung Selasa (7/3)., by Humas Pemprov Jabar

BANDUNG – Sektor perkebunan di Provinsi Jawa Barat kini masih menjadi kontributor utama perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Menurut data tahun 2015, Jabar memiliki perkebunan seluas 488.168 hektar, yang terdiri dari perkebunan besar negara seluas 68.850 ha, perkebunan besar swasta 54.633 ha dan perkebunan rakyat seluas 364.685 ha.

Sumber daya manusia petani yang terlibat dalam pembangunan perkebunan di Jabar sebanyak 1.381.775 kepala keluarga, 5.543 kelompok tani dan 10 asosiasi komoditas perkebunan.

“Besarnya potensi perkebunan ini bisa kita lihat dari banyaknya komoditas yang dikembangkan,” kata Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar saat Rakor Pembangunan Perkebunan Jabar, di Bandung Selasa (7/3/17).

Wagub menyebut ada 32 komoditas perkebunan yang dikembangkan itu dan terbagi jadi 4 kelompok. Pertama, Komoditas Strategis, terdiri dari komoditas kopi, teh, karet, kakao, kelapa, cengkeh, tebu dan tembakau.

Kedua adalah Komoditas Prospektif, diantaranya kemiri sunan, kelapa sawit, kelapa hibrida, aren, pala, lada, nilam, jambu mete, kayu manis, kemiri, panili dan jarak. Selanjutnya ada Komoditas Unggulan Spesies Lokal, yaitu akar wangi, sereh wangi, kina, kenanga, mendong, pandan, guttapercha, kumis kucing, pinang dan kapok. Terakhir yaitu Komoditas Rintisan, diantaranya Kenaf dan Indigofera.

“Jumlah produksi dari semua komoditas itu mencapai 540 ribu ton lebih,” ungkap Deddy. Sementara, tiga komoditas masih menjadi komoditas tertinggi, yaitu kelapa sawit sebesar 175.169, teh 92.317 ton dan kelapa dalam 88.674 ton.

Dalam Rakor pembangunan perkebunan Jabar itu Deddy berharap terjalin kerjasama lebih sinergis seluruh pemangku kepentingan termasuk swasta dan masyarakat untuk bersama mengakselerasi kemajuan agribisnis perkebunan di Jabar terlebih saat ini berada di era Masyarakat Ekonomi Asean.

“Ini mutlak dibutuhkan peningkatan daya saing produk perkebunan agar mampu bersaing dengan produk negara lain dan menjadi komoditas unggulan ekspor,” tandasnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) bersama PT Krakatau Steel Tbk membahas tantangan industri baja nasional menuju ekosistem net zero steel di tengah tekanan biaya energi dan persaingan global. Pembahasan tersebut digelar dalam Grand Final Net Zero Steel Pathways Cohort 2026 yang diselenggarakan Center for Policy and Public Management […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Hari Tatar Sunda akan selalu diperingati setiap 18 Mei, dimulai tahun ini. Penetapan Hari Tatar Sunda telah diformalkan melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2026, tentang Penyelenggaraan Hari Tatar Sunda. Dalam Pergub itu disebutkan peringatan Hari Tatar Sunda meliputi kirab, yaitu prosesi perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) secara resmi menetapkan 18 Mei sebagai Hari Tatar Sunda. Peringatan ini menjadi tonggak kebangkitan jati diri dan karakter warga Jawa Barat. Peneliti sejarah sekaligus Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (Unpad) Nina Herlina mengatakan, penetapan Hari Tatar Sunda tanggal 18 Mei merujuk pada peristiwa digantinya nama […]

Bale Jabar

SUMEDANG, balebandung.co – Arak-arakan Mahkota Binokasih menjadi salah satu pertunjukkan yang dapat disaksikan masyarakat dalam Kirab Mahkota Binokasih di Kabupaten Sumedang, Sabtu (2/5/2026). Mahkota Binokasih merupakan mahkota yang sangat istimewa. Bukan hanya dari bentuknya yang terbuat dari emas, mahkota itu juga menyimpan makna kehidupan adiluhung. Radya Anom Karaton Sumedang Larang Luky Djohari Soemawilaya mengatakan, makna […]

Bale Jabar

Oleh: Prof. Dr. Nina Herlina, M.S., Ketua Tim Peneliti Hari Jadi Tatar Sunda Tidak semua kabupaten/kota di Jawa Barat ikut dalam kirab budaya, atau tidak diikutkan, sehingga masyarakat ada yang protes, misalnya Masyarakat Adat Kabupaten Garut. Oleh karena itu, saya, selaku Ketua Tim Peneliti Hari Jadi Tatar Sunda, merasa perlu menyampaikan informasi tentang kerajaan-kerajaan yang […]

Bale Jabar

SUMEDANG, balebandung,com – Binokasih Mulang Salaka mengawali Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran. Mahkota Binokasih akan diarak dengan menggunakan kereta kencana dari titik awal Museum Geusan Ulun Sumedang. Prosesi penyerahan Mahkota Binokasih ke dalam kereta kencana berlangsung khidmat di halaman Museum Geusan Ulun, Sabtu (2/5/2026). Penyerahan itu disaksikan langsung Raja Sumedang H.R.I Lukman Soeriadisoeria dan jajarannya, […]