Bale JabarPamong

PNS Tidak Hadir Dipotong TPP-nya, Kecuali…

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat sidak pelayanan publik pada hari pertama masuk kerja di Kantor Samsat Bandung Barat Dispenda Jabar, Jl Pajajaran, Bandung, Senin (11/7). by Humas Pemprov Jabar
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat sidak pelayanan publik pada hari pertama masuk kerja di Kantor Samsat Bandung Barat Dispenda Jabar, Jl Pajajaran, Bandung, Senin (11/7). by Humas Pemprov Jabar

BANDUNG – Tercatat 12.998 orang dari total 12.859 orang atau 98,93% pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Provinsi Jawa Barat hadir di hari pertama masuk kerja, Senin (11/7/16), usai libur lebaran dan cuti bersama selama lima hari kerja.

Jumlah ini diakumulasikan Badan Kepegawaian Daerah Jabar, setelah mendapatkan laporan dari 49 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jabar. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang hadir sebagai pembina pada apel di Setda Jabar (Gedung Sate) pun menyampaikan apresiasi kepada jajarannya atas kehadiran yang mencapai 100%.

Di Gedung Sate sendiri sebanyak 1.052 orang dari 1.057 orang pegawai Setda Jabar dan hadir dalam apel pagi pertama pasca-libur Lebaran di halaman depan Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22, Kota Bandung. Hanya lima orang pegawai yang dinyatakan tidak hadir pada hari pertama kerja ini dengan alasan cuti hamil/melahirkan.

“Karyawan Gedung Sate hari pertama hadir semua, kecuali yang cuti hamil,” kata Aher usai apel. “Kita apresiasi bagi mereka dan tentu bagi yang tidak hadir pastinya akan diberikan sanksi. Antara reward dan punishment harus seimbang. Artinya TPP-nya dipertahankan kalau kemudian tidak hadir karena alasan yang tidak dibenarkan yang diberi punishment – dipotong TPP-nya,” tegas Aher.

Dalam amanatnya pada waktu apel, Aher berharap usai ibadah puasa dan libur Lebaran, para pegawai akan fresh dan semangat untuk kembali bekerja serta memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

“Alhamdulillah saya lihat wajahnya segar bugar, dampak puasa cukup bagus. Semuanya saya lihat ternyata tidak ada seorang pun yang lebih kurus. Semuanya gara-gara puasa, (berat badan) sama seperti sebelumnya atau malah lebih,” ungkap Aher.”Karena cuti libur Idul Fitri itu cukup untuk menambal puasa selama 30 hari,” selorohnya.

Aher pun memastikan pelayanan publik yang akan diberikan pemerintahannya telah kembali berjalan normal. Dia pun mengaku, sejak dirinya menjadi Gubernur Jabar kehadiran para pegawai di lingkungan pemerintahannya terus berjalan baik, yang artinya tingkat kehadiran PNS di masa pemerintahannya baik ketika usai libur Idul Fitri atau momen libur panjang lainnya.”Pelayanan kepada masyarakat juga kembali normal”pungkas Aher.

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close