Bale KBB

Polda Jabar Lirik Sistem Smart City Bandung

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menerima kunjungan Kapolda Jabar Irjen. Pol. Bambang Waskito beserta Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Winarto di BCC Balai Kota Bandung, Jumat (5/8). by Meiwan Humas Pemkot Bandung
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menerima kunjungan Kapolda Jabar Irjen. Pol. Bambang Waskito beserta Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Winarto di BCC Balai Kota Bandung, Jumat (5/8). by Meiwan Humas Pemkot Bandung

BANDUNG – Sistem Smart City yang dimiliki Kota Bandung menarik perhatian kepolisian. Sistem keamanan yang sudah dibangun di Bandung Command Center akan diintegrasikan dengan sistem yang ada di kepolisian, baik di tingkat Polrestabes Bandung maupun di Polda Jabar.

Untuk itu Kapolda Jawa Barat Irjen. Pol. Drs. Bambang Waskito beserta Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Winarto dan jajaran kepolisian mengunjungi Bandung Command Center (BCC) di Balai Kota Bandung, Jumat (5/8/16). Kunjungan tersebut diterima langsung Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

Ridwan menerangkan cara pengoperasian BCC kepada jajaran kepolisian, terutama dalam hal sistem pelayanan keamanan. Salah satu aplikasi yang diunggulkan Ridwan adalah Panic Button, yakni aplikasi berbasis Android yang berfungsi mengaktivasi aksi tanggap daruat untuk masalah keamanan dan keselamatan.

Pengguna aplikasi tersebut cukup menekan tombol melalui ponsel pintar saat kondisi darurat. Dalam hitungan detik, aplikasi tersebut akan terkoneksi dengan sistem di BCC dan langsung mendapatkan tanggapan dari operator. Aplikasi ini dapat digunakan saat keadaan darurat, seperti peristiwa kejahatan, kebakaran, maupun kecelakaan.

“Sebenarnya sistem ini sudah siap diaplikasikan sampai se-Jawa Barat. Jadi tinggal tim dari staf Pak Kapolda dihadirkan di sini, ini sebenarnya sudah bisa langsung jalan. Sehingga mimpi dari kami, semua warga Jawa Barat khususnya di setiap hapenya punya apps ini,” ungkap Ridwan. Ia pun dengan senang hati jika pihak Polda Jabar akan menggunakan sistem ini untuk kepentingan keamanan di Jabar.

Saat ini, penggunaan aplikasi Panic Button memang belum optimal sebab penyinergian sistem dengan kepolisian belum selesai. Koordinasi dengan Polrestabes Bandung sedang dilakukan, terutama masalah kesiapan sumber daya manusia.

“Mudah-mudahan hitungan minggu sudah bisa full. Bahkan sudah latihan di sini sejak tanggal 1 Agustus tim polisi dari Polrestabes. Sehingga dengan begitu nanti betul-betul berfungsi sesuai dengan harapan,” kata Ridwan.

Kapolda Jabar Irjen. Pol.Bambang Waskito tertarik pada aplikasi asli buatan Bandung itu. Kapolda mengatakan, sistem tersebut akan sangat mendukung kinerja kepolisian, sebab di kepolisian hal yang terpenting adalah kecepatan respon terhadap masalah keamanan.

“Saya menyambut baik konsep ini. Peralatan seperti ini akan sangat mendukung kinerja polisi. Kinerja polisi itu sebetulnya 80% harus di lapangan, tidak bisa dengan IT. Tapi ini adalah alat bantu untuk mendukung kepolisian,” ujar Bambang.

Ia menambahkan, kepolisian sebetulnya sudah memiliki sistem serupa namun penggunaannya belum optimal karena berbagai kendala. Oleh karena itu, ia mengunjungi BCC untuk melihat apakah ada sistem yang bisa diintegrasikan dengan perangkat yang sudah ada di kepolisian.

“Saya datang ke sini dengan tim IT saya dan para pejabat utama ini untuk memadukan apa yang sudah ada dimiliki oleh Polri dan apa yang sudah digelar Walikota Bandung, khususnya untuk masalah keamanan di Bandung,” kata dia.

Bambang menilai penting aplikasi ini, terutama karena Bandung merupakan daerah tujuan wisata yang karena melibatkan massa yang banyak sehingga tingkat kemanannya harus lebih dioptimalkan.

“Kita tahu bahwa Kota Bandung ini merupakan tujuan wisata. Ini juga sangat perlu bagi para pendatang atau mungkin untuk warga Bandung sendiri untuk dilayani pengamanannya apabila memang memerlukan itu,” tambah Bambang.

Dalam waktu dekat, Pemkot Bandung dan Polrestabes Kota Bandung, dengan bimbingan dari Polda Jabar, akan berkoordinasi terkait teknis pengoperasian BCC untuk urusan keamanan, mulai dari penyiapan SDM hingga regulasi teknisnya.

“Kita di sini akan mensinergiskan. Jadi ini datanya sangat lengkap sekali nanti kita akan sinergiskan itu. Memang itu sudah berjalan sebetulnya. Tapi mungkin nanti akan lebih terpadu lagi kalau misalnya nanti ada petugas kepolisian yang piket di sini,” terang Bambang.

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Back to top button
Close