Selasa, Oktober 19, 2021
BerandaBale BandungProduk UMKM Harus Bermutu Ekspor

Produk UMKM Harus Bermutu Ekspor

Bupati Bandung Dadang Naser dan Wakil Deputy NACCIMA Mr. Hon Chidi Nkem Aruoma) saat meninjau berbagai produk olahan makanan yang dihasilkan pelaku UMKM Kab Bandung di Gedung Moch Toha Soreang, Rabu (27/4). by Humas Pemkab Bandung
Bupati Bandung Dadang Naser dan Wakil Deputy NACCIMA Mr. Hon Chidi Nkem Aruoma) saat meninjau berbagai produk olahan makanan yang dihasilkan pelaku UMKM Kab Bandung di Gedung Moch Toha Soreang, Rabu (27/4). by Humas Pemkab Bandung

SOREANG – Meski bermodalkan kecil, produk yang dihasilkan pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) tetap harus memperhatikan mutu yang baik sehingga mampu menembus pasaran luar negeri. Hal itu mesti dilakukan, karena menurut penilaian Bupati Bandung, H. Dadang Mochamad Naser, S.H, S.Ip, M.Ipol tingkat persaingan usaha semakin ketat.

“Barang dagangan sekarang ini sudah tersebar dimana-mana, namun pembeli tetap akan memilih barang yang kualitasnya bagus dengan harga yang terjangkau,” tandas bupati saat membuka Temu Bisnis UMKM dengan Buyer di Gedung Moch Toha Soreang, Rabu (27/4/16).

Pertemuan yang digagas Pemkab Bandung tersebut, dihadiri sejumlah pengusaha supermarket dan 120 pelaku UMKM yang bergerak di bidang konveksi, handycraft dan olahan makanan. Turut hadir Wakil Deputy NACCIMA (Nigeria Association of Chambers of Commerce Industry Mines and Agriculture) Mr. Hon Chidi Nkem Aruoma yang merasa tertarik dengan produk olahan makanan asal Kabupaten Bandung.

Diberlakukannya pasar bebas ASEAN, kata Dadang, telah membuka peluang sekaligus tantangan bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produksinya agar mampu bersaing di pasaran luar negeri. “Untuk menembus pasaran luar negeri ini, pelaku UMKM harus memiliki jiwa kompetitif dan kreatif menciptakan produk yang mampu menarik calon pembeli,” sarannya.

Berbagai langkah yang telah ditempuh Pemkab Bandung untuk membantu para pelaku UMKM, diantaranya pembentukan pusat pengembangan usaha kecil dan mikro, aplikasi interaktif komunitas kreatif (Apik Kreatif), metode penyelenggaraan penyuluhan partisipatif (MP3), KRPL Sabilulungan, penyediaan mobil kemasan dan penyediaan sistem aplikasi perijinan terpadu (Sarindu) berbasis smartphone.

Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Bandung, Popi Hopipah menyebutkan, kegiatan temu bisnis kali ini dimaksudkan untuk meningkatkan jejaring pemasaran para pelaku UMKM. “Dan yang lebih penting adalah untuk mencari titik temu antara keinginan dan harapan kedua belah pihak dalam upaya meningkatkan pemasaran produk,” kata Popi.

Diakui oleh Popi 10 supermarket di Kabupaten Bandung sejak beberapa tahun lalu telah menerima dan memasarkan berbagai produk olahan makanan yang dihasilkan pelaku UMKM. Berbagai varian makanan dan minuman seperti Abon Jantung Pisang, Keripik Peuyeum dan minuman yang berbahan baku Strawberi hasil olahan pelaku UMKM sudah beredar di sejumlah toserba.

Mengungkapkan nilai ekspor yang dihasilkan Kabupaten Bandung pada Tahun 2014 tercatat US $ 777.105.180,12 dengan volume sebesar 160.204.719,30 Kgm. Menginjak Tahun 2015 naik menjadi US $ 820.972.774,55 dengan volume 198.351.749,06 Kgm. Sebagian besar produk yang diekspor berupa coklat, katun, plastik, pakaian jadi, tas serta alat kesehatan yang dikirim ke Kanada, Amerika Serikat, negara ASEAN, Korea Selatan, China, India disamping Pakistan.

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

TERKINI