Bale Jabar

Rumah Kerja Relawan Jokowi Gelar Nobar & Syukuran Pelantikan Presiden

Dr Keri Lestari saat nobar dan syukuran Rumah Kerja Relawan Jokowi

BANDUNG, Balebandung.com – Sejumlah relawan Jokowi-Maruf Amin yang tergabung dalam Rumah Kerja Relawan ” Masyarakat Indonesia Maju ” menggelar syukuran dan nonton bareng Pelantikan Presiden dan Wapres di Rumah Kerja Relawan Jl Sindangsirna No 38 Bandung.

Salah satu program pembangunan Presiden RI terpilih periode 2019-2024, Joko Widodo dalam lima tahun mendatang yakni akan fokus membangun sumber daya manusia (SDM).

Menanggapi hal itu, Ketua Relawan Masyarakat Indonesia Maju, Aat Soeratin mengatakan kelanjutan dari revolusi mental adalah pembangunan SDM. Visi ke depan dalam membangun bangsa adalah peningkatan SDM. Selain, sumber daya alam yang melimpah SDM merupakan modal yang paling potensial karena Indonesia memiliki jumlah penduduk yang banyak.

“Kalau tidak fokus pada orientasi SDM, kapan kita mau memenuhi amanat Undang Undang Dasar 1945 yang sejak awal disusun oleh para founding father bahwa semua masyarakat di Indonesia harus terdidik dan sehat,” kata Aat kepada wartawan usai menyaksikan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2023 di Rumah Kerja Jokowi-Ma’ruf Amin, Kota Bandung, Minggu (20/10/19) sore.

Menurutnya dalam pembangunan kualitas SDM di tanah air yang harus ditingkatkan yakni harkat dan martabatnya dalam kehidupan. Namun, secara internal, jika diteliti lebih dalam, manusia Indonesia harus memiliki ciri diantaranya kreatif, berakal sehat dan empatif. “Hanya orang yang bisa mendayagunakan keahliannya itu termasuk orang kreatif,”ujarnya

Selanjutnya, manusia yang menggunakan akal sehatnya. Sebab, kalau hanya menggunakan akal saja bisa mengakali orang lain. Ia menuturkan, akal yang sehat itu yang bermanfaat dan memperhatikan lingkungan dan kemaslahatan.

Kemudian, empatif yang sekarang dinilai agak luntur karena masih banyak perbuatan yang tidak bermoral seperti ayah kandung memperkosa anaknya sendiri.

“Jadi, naluri menyayangi kalau tidak diasah dengan baik, maka akan menimbulkan perbuatan yang tercela. Maka, SDM menjadi penting yang harus diperhatikan dengan baik,”ujarnya

Aat menegaskan ketiga unsur tersebut harus ada dalam proses peningkatan SDM bangsa. Pasalnya, semua manusia diberi kemampuan untuk kreatif juga diberi akal sehat.

“Semua makhluk juga diberi naluri untuk saling menyayangi. Kalau kehilangan tiga elemen itu mungkin bisa disamakan dengan makhluk lain,”ujarnya.

Sementara itu DR Keri Lestari akademisi yang turut hadir atas undangan para relawan turut menyampaikan pandangannya terkait Program Jokowi mengenai SDM Unggul untuk Indonesia Maju.

Menurut Keri, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menunjukkan keunggulan suatu bangsa & mencerminkan daya saing bangsa di kancah dunia. Indonesia membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul tapi cinta terhadap negara.

“Kita butuh SDM unggul yang berhati Indonesia, berideologi Pancasila, menghargai keberagaman/kebhinekaan Indonesia. SDM unggul yang terus belajar , bekerja keras, berdedikasi menjaga NKRI ” tutur Keri.

Indonesia memerlukan inovasi-inovasi yang disruptif, yang membalikkan masalah menjadi peluang, membalik sesuatu yang impossibile menjadi possibile, yang membuat kelemahan menjadi kekuatan dan keunggulan, yang mengubah kesulitan menjadi kemampuan.

Berbekal inovasi & hilirisasi industri, kualitas SDM yang baik dan penguasaan teknologi, Indonesia bisa mengejar ketertinggalan, meraih keunggulan dan mampu melakukan “Quantum Leap” atau lompatan kemajuan untuk memanfaatkan sumber daya alamnya utk kesejahteraan & kemandirian bangsa Indonesia.

“Momentum peningkatan SDM adalah sekarang, tatkala berada di puncak periode bonus demografi antara tahun 2020 hingga 2024. Jika kita lebih fokus mengembangkan kualitas SDM dan berinovasi, maka bonus demografi menjadi bonus lompatan kemajuan untuk Indonesia Maju,” kata Keri.***

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close