Bale Bandung

Sanitasi Kumuh di Cimenyan, Pemkab Bandung Tak Perhatian

×

Sanitasi Kumuh di Cimenyan, Pemkab Bandung Tak Perhatian

Sebarkan artikel ini
Ketua Pembina Yayasan Odesa Indonesia, Budhiana Kartawijaya, meninjau MCK warga di Kp Pondok Buah Batu, Desa Mekarmanik Kec Cimenyan, Kab Bandung, Kamis (29/10/20). by odesa
Ketua Pembina Yayasan Odesa Indonesia, Budhiana Kartawijaya, meninjau MCK warga di Kp Pondok Buah Batu, Desa Mekarmanik Kec Cimenyan, Kab Bandung, Kamis (29/10/20). by odesa

CIMENYAN, Balebandung.com – Di zaman modern, mestinya kondisi sanitasi masyarakat sudah semuanya sehat. Apalagi sudah ada dana desa. Tetapi di perkampungan di Kecamatan Cimenyan, masih banyak warga yang buang hajat tidak layak.

“Ini tak bisa dibiarkan. Terlalu lama dengan keadaan seperti ini menjadi kebiasaan buruk. Orang tak sadar kalau buang hajat sembarangan seperti ini bisa mengancam kesehatan jiwa manusia,” kata Ketua Pembina Yayasan Odesa Indonesia, Budhiana Kartawijaya, di Kampung Pondok Buah Batu Desa Mekarmanik Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung, Kamis (29/10/20).

Hal itu terungkap saat Yayasan Odesa Indonesia sedang meninjau pembangunan Toilet Umum (Sarana Mandi,Cuci dan Kakus/MCK) yang dilakukan Odesa Indonesia di pelosok kampung yang terletak di pinggir Hutan Arcamanik Kec Cimenyan. Yayasan Odesa Indonesia membangun toilet umum hasil galang dana dari Himpunan Alumni Elektro Institut Teknologi Bandung Angkatan 1986.

Seusai meninjau kegiatan pembangunan Budhiana menyempatkan melihat keadaan blok timur dari Kampung Pondok Buah Batu. Tujuannya memastikan apakah di bagian itu keadaan sanitasinya sudah layak atau belum.

“Kampung ini terasa asri karena pepohonan tumbuh subur. Tetapi nahas, kehidupan warga masih terbelakang dalam urusan sanitasi. Kalau ada tujuh rumah tangga dalam satu blok area ini tidak ada sanitasi yang layak, itu berarti lebih dari 20 orang kesehatannya terancam setiap hari ,” kata ungkap Budhiana.

Terlihat di lokasi yang didatangi Budhiana itu, ada beberapa rumah panggung yang WC-nya terbuat dari papan kayu dan bambu. Pelindungnya sebagian dari plastik bekas terpal, atau dari spanduk calon legislatif.

Di bagian dalamnya sangat minim, ruang sehingga dipastikan ibu-ibu yang mencuci akan mengalami kesulitan. Belum lagi, WC tersebut sering dipakai bergiliran tetangga sebelahnya yang tidak memiliki WC khusus.

Sementara di blok selatan yang sedang membangun sarana toilet tersebut memiliki sarana toilet komunal, tetapi sangat buruk kondisinya. Saluran pembuangan air tinjanya dibuang ke balong atau kolam.

Sedangkan di blok timur yang sedang dikunjungi Budhiana itu terdapat satu toilet kumuh yang menurut pemilik rumahnya sering dipakai beberapa keluarga. Ironisnya, saluran pembuangan akhir tinjanya dialirkan ke selokan.

Keadaan sanitasi buruk ini menurut Budhiana bukan hanya satu atau dua lokasi. Sejak tahun 2016, Yayasan Odesa Indonesia telah mengumpulkan data lapangan.

Relawan mahasiswa menemukan setidaknya 70 lokasi dengan keadaan sanitasi buruk dan membahayakan kesehatan, karena aliran air dan tempat pembuangan air tinja-nya berupa cumplung, cubluk, selokan tanah, atau bahkan sebagian dibuang ke kebun.

Tak hanya di Cimenyan, tukas Budhiana, di Kecamatan Cilengkrang dan Kecamatan Cileunyi persoalan sanitasi buruk masih menjadi bagian hidup warga.

Data yang terkumpul di Yayasan Odesa Indonesia, dari tiga kecamatan di wilayah Kabupaten Bandung tersebut terdapat 130 lokasi yang rumah tangganya kumuh.

“Ini pertanda negara tidak bekerja secara baik. Artinya, Pemerintah Kabupaten Bandung tidak mengerti masalah dasar rakyat. Bahkan ada dana desa dari pemerintah, tetapi tidak ada program khusus untuk perbaikan sanitasi. Kita usahakan terus membantu mereka segera,” kata Budhi.

Budhi juga menyampaikan agar warga yang mampu bisa berkontribusi pada perbaikan kesehatan melalui pembangunan toilet seperti ini. Sebab hanya dengan solidaritas sosial tersebut keadaan buruk di pedesaan yang tak mendapatkan jatah pembangunan segera beranjak membaik.

“Kualitas manusia Indonesia itu sulit beranjak membaik karena masalah sanitasi dan pendidikan tidak dijawab secara konkret. Kelompok warga non negara yang memiliki empati harus mengambil peran perbaikan bersama. Selain ada pembangunan, Yayasan Odesa Indonesia akan menyertakan program pendampingan hidup sehat,” terangnya.

Sementara itu seorang warga, Ny Enung (45) mengatakan, keluarga dan tetangganya sudah terbiasa buang hajat tanpa toilet permanen. Enung mengku saat buang hajat kotorannya memang mengalir ke selokan.“Iya, di sini,” kata Enung menunjuk deretan bambu bulat sebagai tempat nangkring saat orang buang air besar.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan komitmennya memperkuat program Bisyarah Guru Ngaji sebagai bagian dari upaya membentuk generasi muda yang berkarakter dan berakhlakul karimah. Hal itu disampaikan KDS saat menghadiri Bimbingan Teknis (BIMTEK) Persatuan Guru Ngaji Indonesia (PGNI) Kabupaten Bandung, Senin (10/8/2026). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti sekitar 200 peserta […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Bandung meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) Pemerintah Kabupaten Bandung sebagai bagian dari upaya memperkuat digitalisasi transaksi belanja daerah sekaligus meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Peluncuran KKI dilakukan Bupati Bandung Dadang Supriatna di Grand Sunshine Soreang, Senin (10/8/2026). Peluncuran ini menjadi bagian […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung untuk menindak tegas tenaga kesehatan (nakes) yang diduga melakukan perundungan atau bullying terhadap pasien melalui media sosial. Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) menyatakan kecewa dan prihatin atas perilaku tersebut, terlebih terjadi sebelum pasien yang bersangkutan meninggal dunia. KDS pun meminta Badan Kepegawaian […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bandung Bedas Run 2026 makin menunjukkan potensinya sebagai penggerak sport tourism di Kabupaten Bandung. Hingga Sabtu (8/8/2026), sebanyak 3.242 peserta telah mendaftar dan sekitar 20 persen di antaranya berasal dari luar Jawa Barat. Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan tingginya peserta dari luar daerah menunjukkan Bandung Bedas Run yang bakal digelar 6 September […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Dandim 0624 Kabupaten Bandung Letkol Kav Samto Betah mengimbau masyarakat menghindari aktivitas di luar rumah pada malam hari jika tidak memiliki keperluan yang penting. Imbauan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya bersama menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat Kabupaten Bandung. “Kalau tidak ada kepentingan yang terlalu penting, kalau bisa dihindari untuk keluar malam. […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung M.A. Hailuki menilai Operasi Berkala Besar yang digelar aparat gabungan TNI-Polri bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) merupakan bentuk responsivitas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di tengah maraknya aksi begal. “Operasi Berkala Besar yang dilaksanakan semalam adalah wujud responsivitas aparat keamanan bersama Forkopimda untuk […]