Bale Jabar

Performa Bank bjb Memburuk

×

Performa Bank bjb Memburuk

Sebarkan artikel ini

BANDUNG – Kinerja perusahaan Bank bjb selama tiga tahun terakhir belum menunjukan performa yang baik dibandingkan dengan tiga bank plat merah di daerah lain. Dengan demikian, dibutuhkan audit untuk memperbaiki kinerja perusahaan.

Hal itu disampaikan peneliti dari Badan Penelitian dan Pengembangan Forum Masyarakat Juara, Andre Ariesmansyah dan Tri Wahyudo usai diskusi publik bertajuk evaluasi kinerja BUMD di Taman Wisata Rukun Kopi, Jalan Sulaksana, Kota Bandung, Sabtu (29/9/18).

Andre menyebut ada tiga parameter kinerja dari aspek earning (pendapatan) yang dibandingkan, yakni Return on Asset (ROA) sebagai indikator mengukur rasio profitabilitas bank; Biaya Operasioanal Pendapatan Operasional (BOPO) yakni hal yang saling bekaitan di mana jika pendapatan lebih besar dari biaya operasional, maka perusahaan akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Lalu, Net Interest Margin (NIM) yang merupakan ukuran perbedaan antara bunga pendapatan yang dihasilkan oleh bank atau lembaga keuangan lain dan nilai bunga yang dibayarkan kepada pemberi pinjaman mereka (misalnya, deposito), relatif terhadap jumlah mereka (bunga produktif ) aset.

“Dari data laporan keuangan auditor independen BEI (Bursa Efek Indonesia), Bank bjb ini performanya ngga bagus,” ujar Andre. Dari data itu, diketahui untuk ROA bank BJB tahun 2015 di angka 1,46%, BOPO diangka 87,65%, dan NIM 9,15%.

Tahun 2016 ROA Bank bjb di angka 1,13%, BOPO 92,86%, dan NIM 9,69%. Sementara untuk tahun 2017 ROA bank BJB di angka 1,05%, BOPO 92,84%, dan NIM 8,93%.

Kesimpulannya, rata-rata catatan ROA ada diangka 1,47%. Tidak berbanding lurus dengan BOPO yang meningkat dengan angka rata-rata 88,65%. Sederhananya, kinerja Bank bjb tidak efisien.

Sementara itu, NIM bjb di periode yang sama pun menurun dengan rata-rata berada di angka 9,73%. “Di tengah penurunan NIM yang dialami Bank bjb, tidak sebanding dengan pertumbuhan kredit,” ungkap Andre.

Di periode yang sama, kondisi ROA di bank sejenis, seperti Bank Jateng mengalami peningkatan dengan rata-rata di angka 2,63%, Bank Jatim fluktuatif dengan rataan angka 2,24%, Bank DKI meningkat dengan rataan 1,36%, Bank Sumut fluktuatif dengan ratan di angka 2,23%.

“Perbandingan (ROA) bank BJB berada di urutan keempat. Artinya, asset yang dimiliki Bank bjb menghasilkan laba yang kecil. Penyebabnya bisa karena kualitas kredit yang tak baik, calon nasabah lari ke bank lain atau pemborosan biaya operasional,” imbuhnya.

Dilihat dari aspek BOPO, Bank Jateng menurun dengan rataan di angka 75,60%, Bank Jatim menurun dengan rataan di angka 61,57%, Bank DKI menurun dengan rataan di angka 72,75%, Bank Sumut pun menurun dengan rataan di angka 67,52%.

Dengan komparasi itu, BJB memiliki rataan BOPO tertinggi. Artinya, tingkat efisiensinya sangat rendah dibandingkan dengan bank sejenis lain.

“Dari analisa kami, kondisi itu bisa jadi karena pemborosan. Biaya operasional dan bunga pertumbuhan persentasenya melebihi pertumbuhan persentase pendapatan bunga dan pendapatan lainnya,” jelas Andre.

Selanjutnya, dilihat dari aspek NIM, Bank Jateng menurun dengan rataan 6,66%, Bank Jatim fluktuatif dengan rataan di angka 11,69%, Bank DKI fluktuatif dengan rataan di angka 9,12% dan Bank Sumut meningkat dengan rataan di angka 11,30%.

Dari data itu, bank BJB berada di urutan ketiga. Artinya, kontribusi aktiva produktif (kredit) untuk menghasilkan pendapatan bunga belum optimal. Karena, NIM yang baik harus meningkat setiap tahun.

“Analisa kami dari aspek NIM ini bisa jadi karena pendapatan bunga tidak optimal karena suku bunga tinggi, atau kualitas kredit yang belum baik,” kata Andre.

“Intinya data dan analisis kami boleh dikaji lebih lanjut. Bisa saja dilakukan audit oleh pihak terkait, seperti OJK (Otoritas Jasa Keuangan),” pungkasnya.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-18, Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) menggelar acara jalan santai bertajuk Batik Walk, Minggu (9/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara menuju Jambore Batik Jawa Barat 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober mendatang. Jambore tersebut nantinya akan diisi oleh berbagai program utama, mulai dari […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Seniman, budayawan, sekaligus pendekar silat Abah Nanu menitipkan filosofi kepemimpinan Sunda “Wana, Wani, Wanoh” kepada Ketua Pelaksana Festival Al Jabbar, Bambang Melga, sebagai bekal mengawal penyelenggaraan festival yang akan memadukan seni, budaya, dan spiritualitas Islam. Dalam perbincangan yang berlangsung penuh kehangatan, Abah Nanu menekankan bahwa memimpin sebuah perhelatan besar tidak cukup hanya […]

Bale Jabar

Tantangan yang dihadapi dunia pers hari ini benar-benar tidak main-main. Di tengah gempuran teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), ruang redaksi dituntut bergerak secepat kilat. Tapi, di balik kecepatan itu, ada harga mahal yang dipertaruhkan: kepercayaan publik. Realitas inilah yang mendasari pandangan Tantan Sulthon B, M.Sos., calon Ketua PWI Jawa Barat periode 2026-2031. Baginya, organisasi […]

Bale Jabar

BOGOR, balebandung.com – Calon Ketua PWI Jawa Barat periode 2027–2031 yang juga Pemimpin Redaksi InilahKoran, Tantan Sulthon Bukhawan menyambangi Sekretariat PWI Kota Bogor, Jalan Tirto Adhi Soerjo nomor 4, Kecamatan Tanah Sareal pada Senin (3/8/2026). Tantan berdiskusi dengan jajaran PWI Kota Bogor perihal visi mewujudkan ‘PWI Jabar Istimewa’ dengan tagline ‘Wartawannya Kompeten, Organisasinya Hebat, Anggotanya […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Tidak banyak orang yang memilih menjadikan musik sebagai jalan untuk mendekatkan masyarakat kepada Al-Qur’an. Di tengah perkembangan berbagai metode pembelajaran, Drs. H. Ahmad Kholid HS, M.Li. justru mengambil jalur yang berbeda. Ia memadukan irama, seni baca Al-Qur’an, dan pendekatan pembelajaran yang lebih mudah diterima berbagai kalangan. Nama Ahmad Kholid dikenal sebagai pendiri Metode […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Festival Al Jabbar 2026 mulai memperkuat jajaran kreatifnya dengan menggandeng dua maestro seni pertunjukan Jawa Barat, Rosikin WK, S.Sn., M.Sn. dan aktor teater sekaligus film senior R. Irwan Guntari WK, S.Sn. Keduanya dipercaya menggarap konsep pembukaan dan penutupan festival yang diproyeksikan menjadi salah satu atraksi utama dalam perhelatan budaya tersebut. Kedua seniman itu […]