Bale Jabar

Ledia Hanifa : Lembaga Pendidikan Swasta Makin Menjerit di Tengah Pandemi

×

Ledia Hanifa : Lembaga Pendidikan Swasta Makin Menjerit di Tengah Pandemi

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa Amaliah

BANDUNG, Balebandung.com – Pukulan efek pandemi Covid-19 terus menyentuh berbagai bidang termasuk dunia pendidikan. Terlebih lembaga pendidikan swasta yang berjuang secara swadaya dalam memenuhi operasional kesehariannya.

Anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa Amaliah mengatakan mayoritas lembaga pendidikan swasta mengandalkan pemasukan SPP sebagai penggerak roda operasional. Sementara saat ini banyak orangtua juga terdampak pandemi hingga kesulitan membayar SPP. Maka banyak guru sekolah di lembaga pendidikan swasta mulai terhambat memperoleh gaji.

“Bahkan beberapa sekolah swasta juga terancam tutup karena kekurangan murid,” ungkap Ledia usai bertemu dengan beberapa guru sekolah swasta di tengah kegiatan masa resesnya di Kota Bandung dan Kota Cimahi, Minggu (9/8/20).

Menurut Ledia, jumlah sekolah swasta dan jumlah peserta didik di sekolah swasta di Indonesia memang sangat besar. Ada lebih dari 50 ribu sekolah swasta tingkat SD sampai SMA/SMK dari total 200 ribuan sekolah di Indonesia. Bahkan untuk level pendidikan SMA dan SMK, jumlah sekolah swasta lebih banyak. Tercatat ada 50, 23 persen SMA Swasta dan 74,56 persen SMK Swasta pada tahun ajaran 2018/2019.

“Persoalan yang kini semakin terasa berat dihadapi oleh lembaga pendidikan swasta adalah persoalan biaya operasional sekolah, penggajian guru, hingga kekurangan murid.” kata Ledia.

Dari perbincangan dengan beberapa kepala sekolah, guru, serta pengurus yayasan dari lembaga pendidikan swasta di Kota Bandung dan Kota Cimahi, Ledia menangkap kesulitan tersebut sebenarnya sudah ada sejak sebelum pandemi Covid-19 melanda. Tetapi semakin terasa berat di masa pandemi ini berlangsung.

Persoalan SPP misalnya, yang menjadi andalan bagi sekolah swasta untuk membiayai kebutuhan operasionalnya kini banyak terkoreksi karena orangtua banyak yang tidak mampu membayar. Pada akhirnya hal ini juga berujung pada persoalan kesejahteraan guru dan pegawai di lingkup lembaga pendidikan swasta yang ikut terkoreksi.

Adanya relaksasi dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang memungkinkan penggunaan untuk gaji guru honor sampai lebih dari 50 persen nyatanya belum memadai. Ledia mengungkapkan masih banyak sekolah yang lebih dari 75 persen gurunya adalah guru Non PNS atau yang biasa kita sebut sebagai guru honor. Bahkan di seluruh Indonesia banyak sekolah yang hanya memiliki satu guru PNS, yaitu Kepala Sekolah.

“Dana BOS yang ada bila digunakan untuk menutup biaya operasional sekolah plus honor guru dan tenaga kependidikan lain tentu menjadi kurang memadai.” lanjut aleg asal Fraksi PKS ini.

Masih terkait dana BOS, ukuran jumlah yang diterima setiap sekolah tergantung pada jumlah murid. Padahal mayoritas sekolah swasta justru tengah menghadapi persoalan kekurangan murid.

“Saya bertemu dengan BMPS (Badan Musyawarah Perguruan Swasta) Kota Cimahi, lalu bertemu kepala sekolah dan guru-guru dari beberapa sekolah swasta di Kota Bandung, semua mengeluhkan hal yang sama, sedang mengalami persoalan kekurangan murid. Dan diantaranya menurut aduan mereka karena ada kebijakan pembukaan sekolah negeri yang tidak sesuai peraturan,” ungkap Sekretaris Fraksi PKS ini pula.

Keluhan yang disampaikan para tenaga pendidik sekolah swasta ini diantaranya pembukaan kelas dengan rombel yang tidak sesuai atau membuka sekolah baru meski belum cukup perizinan.

Beberapa keluhan lain yang muncul misalnya soal tunjangan bagi guru honor yang dirasakan juga sulit didapat karena ada kaitannya dengan jumlah jam mengajar dan jumlah rombel (rombongan belajar) tertentu yang harus terpenuhi. Padahal persoalan jumlah rombel ini juga menjadi persoalan tersendiri bagi mayoritas lembaga pendidikan swasta saat ini.

“Semua masukan dan keluhan akan saya sampaikan sesuai jenjangnya. Semisal terkait dengan kebijakan di level pemerintah daerah tentu akan disampaikan pada kepala daerah dan melibatkan anggota DPRD, sementara yang terkait kebijakan pemerintah pusat akan saya sampaikan pada Kemendikbud. Semoga akan ada jalan keluar terbaik demi peningkatan mutu pendidikan Indonesia,” tutup Ledia. (*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com — Interkulturalitas dalam teater tak lagi cukup dilihat sebagai pertemuan berbagai budaya untuk melahirkan karya artistik. Di balik pertukaran itu terdapat persoalan etika, identitas, hingga relasi kuasa yang membuat gagasan interkulturalitas terus diperdebatkan. Persoalan tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional bertajuk “Interkulturalitas: Masih Mempesona atau Sudah Ditinggalkan?” yang digelar Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Komunitas motor tidak hanya dituntut tertib di jalan, tetapi juga dapat mengambil peran dalam menjaga kondusivitas dan membangun kepedulian sosial di Jawa Barat. Pesan itu disampaikan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih saat menghadiri rangkaian The 2nd Indonesian Royal Enfield Jamboree 2026–Wingday dan Deklarasi Bandung Kondusif di Laswi Heritage, Kota Bandung, Sabtu (12/9/2026). […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Sinergi TNI, Polri dan pemerintah daerah menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pembangunan Jawa Barat. Pesan itu mengemuka dalam Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Jawa Barat di halaman Gedung Sate, Bandung, Senin (17/8/2026). Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih hadir bersama jajaran Forkopimda Jawa Barat dalam upacara […]

Bale Jabar

JAKARTA, balebandung.com – Pengusaha Pontjo Sutowo mengajak anak-anak yatim mendoakan Presiden Prabowo Subianto agar diberi kesehatan, kelancaran dan kekuatan dalam memimpin Indonesia hingga akhir masa jabatannya pada 2029. Ajakan tersebut disampaikan Pontjo saat menghadiri acara “Doa Bersama Anak-anak Yatim untuk Keselamatan Bangsa” yang digelar Aliansi Kebangsaan di Aula Gedung RRI Jakarta, Sabtu malam (15/8/2026). Pontjo […]

Bale Jabar

JAKARTA, balebandung.com – Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah, menilai sikap pengusaha Pontjo Sutowo dalam menghadapi sengketa Hotel Sultan menunjukkan bentuk nasionalisme yang tidak berhenti pada simbol, tetapi diuji ketika kepentingan pribadi berhadapan dengan kepentingan negara. Menurut Toto, sikap Pontjo yang tetap menempatkan kepentingan negara sebagai sesuatu yang harus dihormati, sekalipun […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-18, Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) menggelar acara jalan santai bertajuk Batik Walk, Minggu (9/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara menuju Jambore Batik Jawa Barat 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober mendatang. Jambore tersebut nantinya akan diisi oleh berbagai program utama, mulai dari […]