Bale Bandung

Simpeldesa, Strategi Pemkab Bandung Optimalkan Pelayanan Bagi Masyarakat

×

Simpeldesa, Strategi Pemkab Bandung Optimalkan Pelayanan Bagi Masyarakat

Sebarkan artikel ini

NAGREG, Balebandung.com – Dalam mengoptimalkan pelayanan bagi masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung terus melakukan sejumlah inovasi. Salah satunya dengan melaunching aplikasi Sistem Informasi Manajemen dan Pelayanan Desa (Simpeldesa).

Aplikasi simpeldesa tersebut merupakan kolaborasi antara Pemkab Bandung dengan PT. Telekomunikasi Indonesia.

Bupati Bandung Dadang Supriatna menilai, pemanfaatan teknologi informasi pada praktik pelayanan publik dirasa sangat efektif. Oleh karenanya, kehadiran Simpeldesa diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan, mulai dari administrasi hingga usaha desa.

“Apikasi Simpeldesa ini dapat diakses dengan handphone. Selain memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan administrasi dan usaha, masyarakat juga bisa menyampaikan keluhan secara langsung kepada pemerintah desa (pemdes). Tentunya ini akan menambah efektivitas pelayanan bagi masyarakat,” jelas Bupati Dadang Supriatna di sela peluncuran Aplikasi Simpeldesa di Desa Bojong, Kecamatan Nagreg, Selasa (24/8/21).

Selain memudahkan pelayanan, Bupati Bandung meyakini kehadiran Simpeldesa dapat mendukung terciptanya smart village (desa cerdas) di Kabupaten Bandung. Maka dari itu, bupati mendorong pemdes untuk menjadikan perkembangan teknologi sebagai potensi dalam meningkatkan kemandirian desa, baik dalam aspek tata kelola (smart governance), tata sosial (smart society) hingga tata niaga (smart economy).

Tak hanya itu, bupati yang akrab disapa Kang DS itu juga mengimbau pemdes untuk melakukan reformasi birokrasi di setiap bidang, dengan tujuan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Birokrasi adalah kunci baik atau tidaknya suatu pemerintahan. Untuk itulah reformasi birokrasi harus terus dilakukan, termasuk di tingkat desa. Dengan penerapan reformasi birokrasi ini, saya berharap akan mengantarkan pada praktik pemerintahan yang bersih (clean government) dan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance),” ungkap Kang DS.

Sementara itu, CEO Simpeldesa Reno Sundara memaparkan, Simpeldesa merupakan aplikasi berbasis web yang terintegrasi ke sebuah aplikasi, dengan tujuan menciptakan penyelenggaraan pemdes secara dua arah. Hingga saat ini, terdapat 22 desa di Kabupaten Bandung yang sudah terintegrasi dengan simpeldesa.

Reno menyebut tiga platform dalam aplikasi tersebut, yakni tata kelola (smart governance), tata sosial (smart society) hingga tata niaga (smart economy).

Tata kelola, lanjutnya, adalah platform interaksi dua arah antara pemdes dengan masyarakat. Platform ini dapat digunakan pemdes dalam memberikan informasi terkait penggunaan dana desa, pengajuan surat dari masyarakat serta sarana publikasi potensi desa melalui berita desa.

Sementara tata sosial, tambah Reno, akan memudahkan pemdes dalam menangani isu-isu sosial di desa. Sedangkan tata niaga, merupakan platform penting dalam mencapai ekosistem ekonomi digital di desa.

“Jadi entry point simpeldesa ini melalui tata kelola dan tata sosial dengan target ekonomi. Ini selaras dengan tujuan Telkom yakni mengembangkan perekonomian nasional. Dalam hal ini kami berkolaborasi bersama BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) untuk meningkatkan perekonomian di tingkat desa. Sehingga pendapatan asli desa itu bisa menjadi lebih besar lagi,” pungkas Reno.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas, melengkapi teknologi maupun menyediakan obat-obatan. Menurutnya, kualitas pelayanan pada akhirnya sangat ditentukan oleh sumber daya manusia (SDM) yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Kang Dadang Supriatana (KDS) saat menjadi narasumber Akademi SDMK Hebat Seri […]

Bale Bandung

KUTAWARINGIN, balebandung.com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir meninjau kesiapan Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung sebagai salah satu venue FIFA Asian Cup 2026, Kamis (24/9/2026). Dalam kunjungannya ke Si Jalak Harupat, Erick Thohir disambut langsung oleh Bupati Bandung Kang Dadang Supriatna (KDS), didampingi Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto dan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) untuk semakin memperkuat pembinaan pencak silat sebagai olahraga masyarakat sekaligus bagian dari pelestarian seni dan budaya daerah. Hal tersebut disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna atau yang lebih akrab disapa KDS saat menghadiri Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPSI Kabupaten Bandung periode 2026–2031 di […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung melaksanakan Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43 sekaligus membuka secara resmi Pekan Olahraga Pemerintah Kabupaten Bandung (PORPEMKAB) Tahun 2026 di GOR Indoor Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong budaya hidup aktif dan bugar sekaligus memperkuat kebersamaan, sportivitas, dan silaturahmi di lingkungan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menyatakan Pemerintah Kabupaten Bandung mendukung pelaksanaan fungsi pembentukan peraturan daerah yang dilakukan DPRD melalui Raperda prakarsa DPRD. Namun, pembahasan regulasi tersebut diminta tidak berhenti pada pemenuhan aspek formal dan yuridis, melainkan harus responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dapat diterapkan. Pernyataan tersebut disampaikan KDS dalam Rapat Paripurna DPRD […]

Bale Bandung

2025 Hanya 46,85 Persen, Pemeriksaan 2024 Temukan 41 Bangunan Belum Ber-PBG dengan Potensi Retribusi Rp318,5 Juta SOREANG, balebandung.com – Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) menjadi salah satu titik lemah penerimaan daerah yang bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung. Pada 2025, realisasi retribusi PBG hanya mencapai 46,85 persen dari target, jauh […]