Jumat, Oktober 29, 2021
BerandaBale BandungSimpeldesa, Strategi Pemkab Bandung Optimalkan Pelayanan Bagi Masyarakat

Simpeldesa, Strategi Pemkab Bandung Optimalkan Pelayanan Bagi Masyarakat

NAGREG, Balebandung.com – Dalam mengoptimalkan pelayanan bagi masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung terus melakukan sejumlah inovasi. Salah satunya dengan melaunching aplikasi Sistem Informasi Manajemen dan Pelayanan Desa (Simpeldesa).

Aplikasi simpeldesa tersebut merupakan kolaborasi antara Pemkab Bandung dengan PT. Telekomunikasi Indonesia.

Bupati Bandung Dadang Supriatna menilai, pemanfaatan teknologi informasi pada praktik pelayanan publik dirasa sangat efektif. Oleh karenanya, kehadiran Simpeldesa diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan, mulai dari administrasi hingga usaha desa.

“Apikasi Simpeldesa ini dapat diakses dengan handphone. Selain memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan administrasi dan usaha, masyarakat juga bisa menyampaikan keluhan secara langsung kepada pemerintah desa (pemdes). Tentunya ini akan menambah efektivitas pelayanan bagi masyarakat,” jelas Bupati Dadang Supriatna di sela peluncuran Aplikasi Simpeldesa di Desa Bojong, Kecamatan Nagreg, Selasa (24/8/21).

Selain memudahkan pelayanan, Bupati Bandung meyakini kehadiran Simpeldesa dapat mendukung terciptanya smart village (desa cerdas) di Kabupaten Bandung. Maka dari itu, bupati mendorong pemdes untuk menjadikan perkembangan teknologi sebagai potensi dalam meningkatkan kemandirian desa, baik dalam aspek tata kelola (smart governance), tata sosial (smart society) hingga tata niaga (smart economy).

Tak hanya itu, bupati yang akrab disapa Kang DS itu juga mengimbau pemdes untuk melakukan reformasi birokrasi di setiap bidang, dengan tujuan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Birokrasi adalah kunci baik atau tidaknya suatu pemerintahan. Untuk itulah reformasi birokrasi harus terus dilakukan, termasuk di tingkat desa. Dengan penerapan reformasi birokrasi ini, saya berharap akan mengantarkan pada praktik pemerintahan yang bersih (clean government) dan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance),” ungkap Kang DS.

Sementara itu, CEO Simpeldesa Reno Sundara memaparkan, Simpeldesa merupakan aplikasi berbasis web yang terintegrasi ke sebuah aplikasi, dengan tujuan menciptakan penyelenggaraan pemdes secara dua arah. Hingga saat ini, terdapat 22 desa di Kabupaten Bandung yang sudah terintegrasi dengan simpeldesa.

Reno menyebut tiga platform dalam aplikasi tersebut, yakni tata kelola (smart governance), tata sosial (smart society) hingga tata niaga (smart economy).

Tata kelola, lanjutnya, adalah platform interaksi dua arah antara pemdes dengan masyarakat. Platform ini dapat digunakan pemdes dalam memberikan informasi terkait penggunaan dana desa, pengajuan surat dari masyarakat serta sarana publikasi potensi desa melalui berita desa.

Sementara tata sosial, tambah Reno, akan memudahkan pemdes dalam menangani isu-isu sosial di desa. Sedangkan tata niaga, merupakan platform penting dalam mencapai ekosistem ekonomi digital di desa.

“Jadi entry point simpeldesa ini melalui tata kelola dan tata sosial dengan target ekonomi. Ini selaras dengan tujuan Telkom yakni mengembangkan perekonomian nasional. Dalam hal ini kami berkolaborasi bersama BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) untuk meningkatkan perekonomian di tingkat desa. Sehingga pendapatan asli desa itu bisa menjadi lebih besar lagi,” pungkas Reno.***

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

TERKINI