Bale Bandung

Baru Diresmikan, Jembatan Hijau Cijeruk Sudah Dikoreksi, Warga Soroti Perencanaan Awal DPUTR

×

Baru Diresmikan, Jembatan Hijau Cijeruk Sudah Dikoreksi, Warga Soroti Perencanaan Awal DPUTR

Sebarkan artikel ini

BALEENDAH, balebandung.com – Jembatan Hijau Cijeruk yang menghubungkan Kecamatan Bojongsoang dan Baleendah kembali menjadi sorotan warga. Belum genap beberapa bulan sejak diresmikan Bupati Bandung Dadang Supriatna pada 9 Januari 2026, akses masuk jembatan itu justru harus diperbaiki karena dinilai terlalu curam, sempit, dan menyulitkan pengendara sepeda motor.

Padahal saat peresmian, jembatan sepanjang 60 meter tersebut disambut suka cita warga karena menjadi pengganti jembatan lama yang sempat ambruk dan sangat dibutuhkan masyarakat sebagai penghubung aktivitas harian. Jembatan yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah itu bahkan diproyeksikan menjadi ikon baru kawasan sekaligus jalur vital roda dua antarwilayah.

Namun di lapangan, warga justru mengeluhkan desain jalan pendekat atau akses masuk yang dianggap tidak matang sejak awal perencanaan. Belokan sempit, tanjakan curam, dan ruang masuk yang terbatas membuat kendaraan sering harus bergantian lewat dan rawan menimbulkan kemacetan maupun risiko kecelakaan.

“Kalau motor berpapasan harus pelan sekali, apalagi kalau bawa barang. Belokannya sempit dan naiknya curam. Ini kan baru diresmikan, harusnya dari awal sudah dihitung,” ujar Dedi (43), warga pengguna jembatan.

Keluhan serupa disampaikan Rina (36), warga Baleendah yang rutin melintas untuk bekerja setiap hari. Menurutnya, persoalan ini menunjukkan ada yang luput dalam tahap desain awal pembangunan.

“Jembatannya bagus, kelihatan megah, tapi kalau akses masuknya bikin susah ya percuma. Jangan sampai setelah diresmikan baru ketahuan kurang nyaman dipakai warga,” katanya.

Warga menilai persoalan utama bukan pada struktur utama jembatan, melainkan pada pendekatan teknis DPUTR dalam merancang geometri akses. Dalam pembangunan jembatan, jalan pendekat seharusnya menjadi bagian paling mendasar karena menjadi titik pertama yang digunakan masyarakat setiap hari.

Secara teknis, akses ideal harus memiliki kemiringan yang landai, lebar yang cukup, serta radius belok aman untuk kendaraan roda dua. Jika desain awal justru menghasilkan jalur yang sempit dan curam, maka hal itu menunjukkan perencanaan belum sepenuhnya berpihak pada kebutuhan riil pengguna.

“Kalau sekarang harus diperbaiki lagi, artinya dari awal memang ada yang salah dalam perencanaannya. Jangan sampai proyek publik selalu selesai dulu, baru dievaluasi setelah warga komplain,” tambah Dedi.

Kini akses roda dua ditutup sementara untuk perbaikan bagian pendekat jembatan. Kasus Jembatan Hijau Cijeruk menjadi catatan penting bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar selesai dan diresmikan, tetapi harus benar-benar matang sejak tahap perencanaan agar tidak menimbulkan koreksi berulang dan beban baru bagi masyarakat.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) mengajak seluruh orang tua di Kabupaten Bandung meluangkan waktu untuk mengantar putra-putrinya pada hari pertama masuk sekolah sebagai bagian dari pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah yang dimulai 13 Juli 2026. Ajakan tersebut disampaikan KDS melalui kampanye yang digelar Pemerintah Kabupaten Bandung bersama Bunda PAUD Kabupaten […]

Bale Bandung

MAKASSAR, balebandung.com – Produk kriya unggulan Kabupaten Bandung mendapat perhatian pengunjung pada pameran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Trans Studio Mall Makassar, Jumat (11/7/2026). Keikutsertaan tersebut menjadi ajang memperluas pasar sekaligus memperkenalkan produk UMKM Kabupaten Bandung ke tingkat nasional. Wakil Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bandung Margin Winaya Hermawan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung terus memperkuat upaya pengendalian laju pertumbuhan penduduk sekaligus meningkatkan kualitas keluarga melalui pelayanan Keluarga Berencana (KB) Metode Operasi Wanita (MOW) dan Metode Operasi Pria (MOP). Sebanyak 490 akseptor ditargetkan mengikuti pelayanan KB permanen yang digelar di RSUD Oto Iskandar Di Nata, Soreang, Rabu (8/7/2026), sebagai hasil kolaborasi Dinas Pengendalian […]

Bale Bandung

JAKARTA, balebandung.com – Ketua Umum Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) Dadang Supriatna mulai mengonsolidasikan pemerintah kabupaten dan kota untuk memperkuat kebijakan sanitasi nasional menjelang pelaksanaan City Sanitation Summit (CSS) XXIV dan Musyawarah Nasional (Munas) AKKOPSI di Banda Aceh, November 2026. Langkah tersebut ditandai dengan audiensi AKKOPSI bersama Direktur Jenderal Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, dr. Then […]

Bale Bandung

BALEENDAH – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung M.A. Hailuki mendirikan Balai Bantuan Hukum Rancage (BAKUMRA) sebagai upaya memperluas akses keadilan bagi masyarakat, khususnya warga kurang mampu yang menghadapi persoalan hukum. Hailuki mengatakan BAKUMRA dibentuk sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat yang selama ini kesulitan memperoleh pendampingan hukum karena keterbatasan biaya. “Sebagai bentuk keberpihakan kepada warga yang […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Polresta Bandung Run yang digelar dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 tak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga ikut menggerakkan ekonomi masyarakat dan memperkenalkan potensi wisata Kabupaten Bandung. Sebanyak 2.742 pelari dari berbagai daerah mengikuti kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Upakarti, Soreang, Minggu (5/7/2026). Bupati Bandung Dadang Supriatna mengapresiasi inisiatif Polresta Bandung yang […]