Bale Bandung

Bupati DN Tinjau Lokasi Banjir Bandang Cicalengka

×

Bupati DN Tinjau Lokasi Banjir Bandang Cicalengka

Sebarkan artikel ini
Bupati bandung Dadang Naser saat meninjau lokasi banjir bandang di Kec Cicalengka, Jumat (15/4).by Rifa
Bupati bandung Dadang Naser saat meninjau lokasi banjir bandang di Kec Cicalengka, Jumat (15/4).by Rifa
Bupati bandung Dadang Naser saat meninjau lokasi banjir bandang di Kec Cicalengka, Jumat (15/4).by Rifa

CICALENGKA – Banjir bandang yang menyebabkab terputusnya Desa Dampit dengan Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung ditenggarai disebabkan gundulnya kawasan hulu Sungai Citarik yang berada di wilayah Kabupaten Sumedang.

”Ada buldozer yang sedang membuka lahan di kawasan atas untuk pembukaan lahan. Kawasannya ada di wilayah Kabupaten Sumedang. Itu jadi salah satu penyebab banjir bandang ini,” ungkap bupati saat meninjau lokasi bencana banjir bandang, Jumat (15/4/16).

Dadang menuturkan beberapa hari terakhir turun hujan dengan curah yang tinggi. Lantaran kawasan hutan di hulu Sungai Citarik gundul, tidak ada penahan air. Ia berharap perbaikan di kawasan hulu Sungai Citarik bisa dibicarakan bersama Pemkab Sumedang. ”Ini harus melibatkan dua daerah, bukan hanya Kabupaten Bandung,”ungkap Kang DN, sapaan Dadang Naser.

Usai meninjau lokasi banjir bandang, bupati langsung menetapkan tanggap darurat bencana. Dengan tanggap darurat, Kang DN berharap aktivitas masyarakat bisa kembali normal dalam waktu dekat.

Menurutnya dalam tanggap darurat ini akan dilakukan beberapa penanganan, mulai dari relokasi warga yang rumahnya tergerus banjir bandang, pemasangan bronjong hingga pengerukan batu-batu yang menutupi aliran Sungai Citarik.

”Bronjong harus dipasang untuk mencegah terjadinya longsor susulan,’ terangnya sambil menyebut panjang bronjong ini bisa mencapai 200 meter.

Pengerukan batu-batu yang terbawa banjir bandang pun harus dilakukan sebab batu-batu tersebut mengganggu aliran air sungai. Untuk mengeruk batu-batu besar ini dibutuhkan alat berat yang mumpuni.

”Kita minta kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum untuk membawa alat berat yang dimilikinya, untuk mengeruk batu-batu ini,” ujarnya.

Jika tanggap darurat ini sudah selesai, Kang DN berencana membuat jalan baru. Jalan ini akan menggantikan Jalan Tanjungwangi yang putus akibat banjir bandang.

Sementara itu, Ketua RT 04/01 Kampung Japar, Desa Tanjung Wangi, Kecamatan Cicalengka, Nunu Sanusi membenarkan adanya buldozer yang membuka lahan di kawasan hulu Sungai Citarik.

”Buldozer itu lewat satu atau dua bulan lalu menuju ke atas (Gunung Kareumbi,red). Katanya mau buka lahan. Sok wartawan investigasi ke sana,”pinta Nunu.

Nunu mengaku bahwa kawasan hutan yang dibuka oleh buldozer itu berada di wilayah Kabupaten Sumedang. Nunu berharap ada tindakan tegas dari pemerintah terhadap pelaku perusakan hutan, sehingga menyebabkan banjir bandang di desanya.

Satuan Kerja Pelaksanaan Sumber Air BBWS Citarum Ahmad Sajidin mengaku pihaknya siap untuk turut dalam tanggap darurat banjir bandang di Cicalengka.

”Kami menunggu surat tanggap darurat dari Bupati Bandung. Setelah itu, baru mau melaksanakan bronjongisasi dan tanggap darurat lainnya,” jelas Ahmad.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Tata Irawan mengatakan ada 10 rumah yang rusak terkena banjir bandang. Untuk menjaga keselamatan warga, BPBD meminta warga yang rumahnya berada di bantaran Sungai Citarik untuk dikosongkan terlebih dahulu sampai kondisi cuaca membaik.

”Saat ini, kami dibantu TNI AD dari Yonif 330 membuat jembatan dari bambu untuk akses sementara warga,” ujar Tata.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

Di dalam Pararaton, Perang Bubat hanya numpang lewat: pendek, padat, hampir dingin. Tidak ada uraian emosional tentang kehormatan Prabu Linggabuana dan puterinya Dyah Pitaloka. Tidak ada lukisan batin rombongan Sunda yang datang membawa putri raja untuk sebuah perkawinan agung, lalu pulang tinggal nama harum seperti Prabu Wangi, gelar bagi Prabu Linggabuana setelah gugur di Lapangan […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]

Bale Bandung

Sebuah naskah tua dari daun lontar menyimpan ingatan panjang tentang Sunda. Namanya Carita Parahyangan. Naskah ini dikenal sebagai naskah anonim Sunda Kuno. Nama penulisnya tidak diketahui. Para ahli umumnya memperkirakan naskah ini disusun pada akhir abad ke-16, sekitar tahun 1580 M, tidak lama setelah masa akhir Pakuan Pajajaran. Dalam tradisi pernaskahan, naskah ini dikenal sebagai […]

Bale Bandung

JAKARTA, balebandung.com — Bupati Bandung Dadang Supriatna menghadiri audiensi bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) RI, Rini Widyantini, di Kantor Kementerian PAN-RB, Jakarta, Rabu (13/5). Dalam pertemuan tersebut, Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua Harian Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI). Ia bersama jajaran pengurus APKASI menyampaikan berbagai […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com — Pembahasan Raperda Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) di DPRD Kabupaten Bandung diperpanjang bukan tanpa alasan. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung, MA Hailuki menyebut regulasi tersebut harus disusun lebih matang karena menyangkut masa depan pengelolaan aset strategis dan potensi peningkatan PAD daerah Hailuki, menilai Raperda tentang Pengelolaan BMD memiliki posisi strategis bagi masa […]