Bale Bandung

Defisit SDM Pendidikan dan Sapras Sekolah Jadi Fokus Perhatian Bupati Bandung

×

Defisit SDM Pendidikan dan Sapras Sekolah Jadi Fokus Perhatian Bupati Bandung

Sebarkan artikel ini
Bupati Bandung Dadang Supriatna saat Ekspos Program Kerja Disdik 2026, Kamis (8/1/26).

SOREANG, balebandung.com – Defisit kuantitas sumber daya manusia bidang pendidikan dansarana prasarana (sapras) sekolah menjadi perhatian Bupati Bandung Dadang Supriatna saat ekspos Program Kerja Dinas Pendidikan (Disdik), Kamis 8 Januari 2026.

Kekurangan SDM tersebut mencapai 4.900 orang mulai dari jumlah guru, penilik, maupun pengawas di masing-masing tingkatan pendidikan dari SD hingga SMA.

Menurut bupati, kekurangan ini menjadi ‘PR’ untuk BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) untuk mendorong bagaimana kebutuhan ini betul-betul bisa dipenuhi dan disampaikan ke MenPAN RB (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi).

“Sehingga nanti tidak ada kekurangan pengajar atau guru,” ujar Kang DS.

Karena berdasarkan eksisting saat ini, kata bupati, guru berstatus PNS ternyata tinggal 3.800 orang. Sementara untuk P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) dan P3K paruh waktu sekitar 10 ribu orang.

“Jadi eksisting sekitar 14 ribu orang, yaitu guru PNS, P3K, dan P3K paruh waktu yang saat ini sudah berjalan. Kekurangannya sekitar 4.900 orang,” sebutnya.

Guna memenuhi kebutuhan pengajar di Dinas Pendidikan, Kang DS menugaskan BKPSDM untuk mengusulkan ke MenPAN RB atau apakah nanti ada migrasi dari dinas lain ke Disdik.

“Apakah dengan pengusulan rekrutmen CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) ataupun peningkatan dari P3K menjadi PNS maupun dari P3K paruh waktu menjadi P3K,” ujar Kang DS.

Salah satu strategi yang harus difokuskan menurutnya adalah kualitas belajar mengajar dan mutu anak didik menerima pendidikan ini bisa dirasakan langsung oleh para siswa dan siswi di sekolah.

Persoalan kedua bidang pendidikan adalah kebutuhan sapras. Bupati Kang DS berhitung tidak kurang dari Rp2 triliun untuk memenuhi kebutuhan sapras ini.

“Kita akan terus mengajukan permohonan ke Kemendikdasmen (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah), sehingga untuk revitalisasi bisa ditanggulangi oleh APBN. Sementara untuk revitalisasi dan termasuk rehab berat, dan RKB (Ruang Kelas Baru) yang saat ini masih kekurangan 2.117 ruangan lagi. Ini juga jadi ‘PR’ kita yang harus diperjuangkan,” tuturnya.

Kang DS juga akan terus memperjuangkan ke Mendikdasmen melalui APBN untuk mendorong penambahan RKB maupun rehabilitasi ruang kelas di Kabupaten Bandung.

Ia berharap pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten bisa terjalin untuk bisa sharing anggarannya demi memeuhi kebutuhan sapras ini termasuk kebutuhan toilet.

“Setelah kita hitung, kebutuhan toilet itu membutuhkan hampir 7.000 titik toilet dan menghabiskan anggaran berdasarkan rencana yaitu hampir Rp900 miliar,” ungkapnya.

Perbandingan kebutuhan toilet itu pun terbagi antara kebutuhan toilet untuk laki-laki dan perempuan berbeda.

“Untuk laki-laki 1 toilet berbanding 40 siswa, dan untuk perempuan 1 toilet berbanding 30 siswi. Ini kita kejar, sehingga sanitasi di masing-masing sekolah ini bisa terwujud agar lebih terjamin kesehatannya,” kata Kang DS.***

 

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

MARGAASIH, balebandung.com – Sebanyak 1.012 ustaz dan ustazah di Kabupaten Bandung menerima insentif dari pemerintah daerah melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung pada 2026. Program ini menjadi salah satu prioritas Bupati Bandung Dadang Supriatna untuk mendukung para pengajar keagamaan, khususnya yang mengajar di diniyah takmiliyah dan masjid. Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung KH. Yusuf […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mendukung penuh program bedah rumah yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Dukungan itu ditegaskan Bupati Bandung Dadang Supriatna atau yang lebih akrab disapa KDS saat Rapat Koordinasi dalam rangka Percepatan Pelaksanaan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) melalui program dari pemerintah pusat berupa Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), di Gedung […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com — Pemerintah Kabupaten Bandung mengalokasikan anggaran Rp40 miliar dari bonus produksi panas bumi, dengan 60 persen diperuntukkan bagi 56 desa di wilayah penghasil panas bumi. Penyaluran kepada desa dilakukan melalui skema Bantuan Keuangan Khusus (BKK) pada 2026. Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan, bonus produksi panas bumi berbeda dengan Dana Bagi Hasil (DBH). Bonus […]

Bale Bandung

RANCAEKEK, balebandung.com – Wakil Ketua PAC Fatayat NU Kecamatan Rancaekek, Ciceu Susilawati, memotivasi kader agar terus bergerak, menjaga semangat berorganisasi, dan mengambil peran nyata di tengah masyarakat. Menurutnya, kontribusi tidak harus dimulai dari langkah besar, tetapi bisa tumbuh dari gerakan kecil yang dilakukan secara konsisten. Pesan tersebut disampaikan sahabat Ciceu dalam Pengajian Rutin Bulanan PAC […]

Bale Bandung

IBUN, balebandung.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, menegaskan pernyataan sikap penolakan terhadap rencana dakwah Ustaz Nana Gerhana masih berlaku. Sikap tersebut sebelumnya diterbitkan menyusul rencana organisasi kepemudaan setempat menghadirkan pendakwah asal Cimaung itu dalam kegiatan tabligh akbar. Bendahara MUI Kecamatan Ibun, Abdul Aziz Assauri, membenarkan keberadaan surat pernyataan sikap tersebut. Ia […]

Bale Bandung

RANCAEKEK, balebandung.com – Pawai Ta’aruf memeriahkan peringatan Hari Lahir ke-5 Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Jelegong Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung yang dipusatkan di Halaman Masjid Jami’ Ar-Rahmat, Perumahan Griya Rancaindah III Desa Jelegong, Minggu (17/10/2026). Pawai yang diikuti ratusan kader NU, simpatisan dan santri Desa Jelegong ini juga digelar dalam rangka menyambut Hari Santri […]