Bale Kab BandungEkonomi

Dispertasih Bakal Kembangkan Bank Sampah

ilustrasi/net
ilustrasi/net

SOREANG – Dinas Perumahan, Tata Ruang dan Kebersihan (Dispertasih) Kabupaten Bandung akan mengembangkan program bank sampah sebagai upaya untuk mengurangi sampah. Sementara ini bank sampah sudah ada di beberapa wilayah Soreang.

Kabid Kebersihan Dispertasih Kabupaten Bandung Febi Siti Zubaedah mengatakan keberadaan bank sampah akan efektif dalam pengelolaan dan pemanfaatan sampah dengan program Reduce, Reuse, Recycle (3R). Sebab sampah sudah mulai dipilah antara yang organik dan anorganik sehingga menjadi barang yang bernilai.

“Program ini sudah dijalankan oleh warga di sejumlah perumahan yang ada di Kabupaten Bandung. Di antaranya di Perumahan Sekarwangi, Soreang, Perumahan Jatiendah, Cilengkrang, Pangauban, Katapang dan Lamajang, Pangalengan,” sebut Febi, Senin (29/2/2016).

Menurutnya, warga di kawasan tersebut sudah mulai memilih menjual sampahnya langsung melalui bank sampah. Seperti kertas, botol, kardus dan plastik. Termasuk sampah organik dapat menghasilkan lindi yang perbotolnya berharga ratusan ribu rupiah dan juga sampah organik yang dapat dijadikan pupuk kompos.

Di Perumahan Jatiendah Cilengkrang, sampah anorganik yang dikumpulkan di bank sampah biasa diolah kembali menjadi perabotan rumah tangga, hiasan, sampai produk fashion. Bahkan bagian kecil bekas guntingan bungkus kopi instan diolah menjadi bahan balon gas.

Pada tahun lalu, pihaknya telah membangun sebanyak 23 Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) yang akan menjadi cikal bakal bank sampah. Karena di sana sampah diolah, dipilah, bahkan dimanfaatkan. Selain tentunya dapat meminimalisasi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan sampah akhir.

“Kesemua TPST yang tersebar di sejumlah kecamatan itu akan menjadi bank-bank sampah. Warga dapat datang ke lokasi untuk menukar sampah daur ulang, seperti plastik atau kardus dengan nominal rupiah,” ucapnya. [fik]

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close