SOREANG, balebandung.com – UNICEF (United Nations Children’s Fund) mengapresiasi kinerja Perumda Air Minum Tirta Raharja Kabupaten Bandung dalam penyediaan layanan air bersih bagi masyarakat. Perusahaan daerah tersebut dinilai menjadi salah satu contoh praktik baik dalam mendukung pemenuhan hak anak, terutama hak atas akses air bersih dan lingkungan yang sehat.
Apresiasi itu disampaikan Kepala Perwakilan UNICEF Wilayah Jawa dan Bali, Tubagus Arie Rukmantara, saat sosialisasi pelaksanaan kegiatan kerja sama Country Programme Action Plan atau CPAP 2026–2030 antara UNICEF dan Pemerintah Kabupaten Bandung di Rumah Dinas Bupati Bandung, Selasa, 19 Mei 2026.
Arie mengatakan, layanan air bersih memiliki peran penting dalam pemenuhan hak anak. Menurut dia, akses terhadap air bersih tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan, tumbuh kembang anak, sanitasi, serta kualitas hidup keluarga.
“Seperti kesuksesan Perumda Air Minum Tirta Raharja yang dipelajari oleh Vietnam, yang mampu melayani masyarakat dalam penyediaan air bersih dengan baik. Nantinya sukses di Kabupaten Bandung ini bisa ditiru oleh kabupaten/kota lainnya,” kata Arie.
Menurut Arie, pengalaman Kabupaten Bandung dalam pengelolaan layanan air bersih dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain. Ia berharap, melalui kerja sama CPAP 2026–2030, Kabupaten Bandung dapat menjadi salah satu daerah percontohan dalam pelaksanaan program yang berpihak pada anak.
Pihaknya juga berharap hasil audiensi dan sosialisasi tersebut dapat memperkuat komitmen bersama antara UNICEF, pemerintah daerah, perangkat daerah, serta para pemangku kepentingan dalam memenuhi hak-hak anak di Kabupaten Bandung.
“Harapannya, Kabupaten Bandung bisa menjadi percontohan bagi kabupaten/kota lainnya dalam pemenuhan hak anak,” ujar Arie.
Dalam kerangka CPAP 2026–2030, UNICEF dan pemerintah mendorong sejumlah program strategis yang mencakup bidang gizi, kesehatan, pendidikan, perlindungan anak, aksi iklim, lingkungan, air bersih dan sanitasi, kebijakan sosial, serta efektivitas program.
Program tersebut sejalan dengan kebutuhan daerah, terutama dalam memastikan anak-anak mendapatkan akses terhadap layanan dasar yang layak. Salah satunya melalui penyediaan air bersih dan sanitasi yang aman, yang menjadi faktor penting dalam mencegah penyakit serta mendukung kualitas hidup anak.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Raharja, Teddy Setiabudi, mengatakan pihaknya sebelumnya telah menerima kunjungan Vietnam Government Delegation. Kunjungan itu berlangsung dalam rangka South-South Learning Exchange Visit to Indonesia di Instalasi Pengolahan Air Kota Cimahi pada Januari 2026.
Teddy mengatakan, kunjungan delegasi Vietnam tersebut menjadi momentum penting bagi Perumda Tirta Raharja untuk berbagi pengalaman mengenai pengelolaan air bersih. Menurut dia, pertukaran pengetahuan antarnegara diperlukan untuk memperkuat pelayanan air minum yang berkelanjutan.
“Kunjungan tersebut merupakan sebuah momen berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik dalam pengelolaan air bersih, demi memperkuat kolaborasi antarnegara dan mewujudkan pelayanan air yang berkelanjutan,” kata Teddy.
Ia menjelaskan, Perumda Tirta Raharja terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sistem pengolahan air, peningkatan pelayanan pelanggan, serta komitmen menjaga keberlanjutan sumber daya air.
Menurut Teddy, layanan air bersih yang baik tidak hanya berdampak pada sektor infrastruktur, tetapi juga berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat dan masa depan anak-anak. Karena itu, Perumda Tirta Raharja berkomitmen mendukung program pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Bandung.
Sebelumnya, Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menyatakan Pemerintah Kabupaten Bandung siap mendukung pelaksanaan kerja sama CPAP 2026–2030 antara UNICEF dan Pemerintah Pusat. Menurut Ali, kerja sama tersebut sejalan dengan prioritas pembangunan daerah, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
“Kami memandang bahwa fokus kerja sama ini sejalan dengan prioritas pembangunan di Kabupaten Bandung, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berkarakter, serta menciptakan lingkungan yang aman dan layak bagi tumbuh kembang anak,” kata Ali.
Ali mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bandung menyambut baik penetapan Jawa Barat sebagai salah satu fokus baru dalam pelaksanaan program UNICEF. Pemkab Bandung, kata dia, siap bersinergi melalui kebijakan, program, dan kolaborasi lintas sektor agar seluruh inisiatif yang dirancang dapat berjalan optimal.
Ia menegaskan, keberhasilan program pemenuhan hak anak tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif perangkat daerah, dunia usaha, akademisi, insan media, hingga masyarakat.
Menurut Ali, kolaborasi yang kuat menjadi kunci untuk menghadirkan perubahan berkelanjutan, terutama dalam pembangunan yang berpihak pada anak, ramah lingkungan, dan berkeadilan sosial.
“Semoga pertemuan hari ini membawa manfaat, memperkuat sinergi, serta menghasilkan langkah-langkah konkret yang berdampak luas bagi masyarakat,” ujar Ali.***







