Bale Bandung

Ketua Harian APKASI Kang DS: Kabupaten Jadi Ujung Tombak Pembangunan Nasional

×

Ketua Harian APKASI Kang DS: Kabupaten Jadi Ujung Tombak Pembangunan Nasional

Sebarkan artikel ini

BATAM, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan demi pembangunan daerah yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan berbasis potensi daerah, menuju Indonesia Emas 2045.

Pernyataan itu disampaikan Bupati Bandung Dadang Supriatna selaku Ketua Harian Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), saat menghadiri Rakernas XVII Apkasi di Kota Batam, Kepulauan Riau, Senin 19 Januari 2026.

“Saya sependapat bahwa otonomi daerah bukan sekedar urusan angka dan kewenangan, tetapi tentang kemandirian dan keberanian daerah dalam menghadirkan kesejahteraan nyata bagi masyarakat. Kabupaten harus terus diberi ruang untuk berinovasi dan menjawab kebutuhan warganya secara langsung,” kata Bupati Bandung.

Untuk itu, imbuh bupati, Rakernas Apkasi 2026 merupakan momentum penting dan menjadi forum strategis dalam rangka penguatan sinergi pemerintah pusat dan kabupaten dalam mendorong pembangunan nasional yang berkelanjutan dan berbasis potensi daerah.

“Forum ini menjadi ruang penting bagi kami para bupati se-Indonesia untuk menyatukan langkah dan suara dalam memperkuat peran kabupaten sebagai ujung tombak pembangunan nasional,” tandas Bupati Dadang Supriatna yang akrab disapa Kang DS ini.

Kang DS menunjuk contoh, peluncuran buku “25 Praktik Terbaik Pemerintah Kabupaten” dari Apkasi menjadi bukti bahwa di tengah keterbatasan fiskal, daerah tetap mampu melahirkan terobosan pelayanan publik yang berdampak dan layak direplikasi secara nasional.

Rakernas ini juga menguatkan komitmen bersama untuk menatap masa depan, dengan mendorong transformasi ekonomi berbasis kualitas SDM serta pembangunan yang berkelanjutan melalui ekonomi hijau dan biru.

Selain itu, Rakernas APKASI 2026 juga membahas pengembangan energi terbarukan, elektrifikasi wilayah terpencil, serta penguatan infrastruktur dasar kabupaten mulai dari jalan dan jembatan, ketahanan air, kawasan permukiman, hingga dukungan swasembada pangan dan energi guna meningkatkan konektivitas, pelayanan publik, dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Rakernas ini juga menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan melalui kebijakan konkret, seperti kemudahan akses pupuk bersubsidi, peningkatan sarana produksi, serta penguatan kesejahteraan petani. Peningkatan produksi beras nasional menjadi bukti keberhasilan kolaborasi dan kebijakan yang tepat.

Kang DS membahkan, rakernas diharapkan melahirkan rekomendasi konkret terkait penguatan fiskal dan kewenangan daerah guna menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, Provinsi, dan Kabupaten seluruh pihak optimis dapat mewujudkan visi asta cita demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat dan gemilang. Melalui momentum ini, stabilitas daerah menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas nasional demi kemajuan bangsa.

“Semoga Rakernas XVII Apkasi ini melahirkan gagasan strategis dan keputusan terbaik demi kemajuan daerah serta Indonesia yang lebih berkeadilan,” harap Kang DS.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

Tomé Pires mencatat istana raja Sunda bertiang 330. Prasasti Batutulis menyebut parit, balai, samida, dan talaga. Jika istana Pakuan lenyap, bukan berarti Pajajaran tidak ada. Bisa jadi karena istananya memang dibangun dari kayu, bambu, ijuk, dan umpak batu—arsitektur tropis Sunda yang menyatu dengan alam. Ada pertanyaan yang selalu muncul setiap kali orang membicarakan Kerajaan Pajajaran: […]

Bale Bandung

Perjanjian Sunda–Portugis 1522 bukan sekadar urusan dagang lada. Ia adalah manuver internasional Pajajaran untuk mempertahankan pintu lautnya dari tekanan Demak-Cirebon. Dari Pakuan ke Malaka, kerajaan Prabu Siliwangi pernah bermain dalam geopolitik global abad ke-16. Pada 21 Agustus 1522, di pesisir Sunda Kalapa, sebuah perjanjian penting dibuat antara Kerajaan Sunda/Pajajaran dan Portugis. Di atas kertas, perjanjian […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – UNICEF (United Nations Children’s Fund) mengapresiasi kinerja Perumda Air Minum Tirta Raharja Kabupaten Bandung dalam penyediaan layanan air bersih bagi masyarakat. Perusahaan daerah tersebut dinilai menjadi salah satu contoh praktik baik dalam mendukung pemenuhan hak anak, terutama hak atas akses air bersih dan lingkungan yang sehat. Apresiasi itu disampaikan Kepala Perwakilan UNICEF […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna secara resmi membuka Kick Off Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang TK, SD dan SMP Tahun 2026 di Gedung Moh Toha, Kompleks Pemkab Bandung, Selasa (19/5/2026). Bupati yang akrab disapa Kang Dadang Supriatna (KDS) itu mengatakan, kegiatan kick off ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata dari […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung menyatakan siap mendukung pelaksanaan kerja sama Country Programme Action Plan atau CPAP 2026–2030 antara UNICEF dan Pemerintah Pusat. Program tersebut dinilai sejalan dengan prioritas pembangunan daerah, terutama dalam pemenuhan hak anak dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb saat menerima sosialisasi pelaksanaan kegiatan […]

Bale Bandung

balebandung.com – Dari Pakuan, Sunda Kalapa, maung, hingga nama Kodam Silliwangi dan Universitas Padjadjaran, Siliwangi bukan sekadar raja masa lalu. Ia menjadi cara orang Sunda mengingat kejayaan yang hilang. Dari sekian banyak raja Sunda, nama Prabu Siliwangi paling keras menggema di telinga rakyat Jawa Barat. Ia hadir dalam cerita rakyat, nama jalan, kesatuan militer, simbol […]