Bale Bandung

Memutuskan Berhenti dari Kepesertaan PKH, Mamar Merasa Lebih Mandiri

×

Memutuskan Berhenti dari Kepesertaan PKH, Mamar Merasa Lebih Mandiri

Sebarkan artikel ini
Korcam PKH Rancaekek Anita Herdini (kanan) berfoto bersama Ny Mamar (kanan) dan suaminya Anas (tengah), warga Kampung/Desa Rancaekek Wetan, RT 04 RW 05, Kec Rancaekek, Kab Bandung yang mengundurkan diri dari kepesertaan PKH.
Korcam PKH Rancaekek Anita Herdini (kanan) berfoto bersama Ny Mamar (kanan) dan suaminya Anas (tengah), warga Kampung/Desa Rancaekek Wetan, RT 04 RW 05, Kec Rancaekek, Kab Bandung yang mengundurkan diri dari kepesertaan PKH.

RANCAEKEK, Balebandung.com – Keputusan Ny Mamar (46), warga Kampung/Desa Rancaekek Wetan, RT 05 RW 06, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung untuk mengundurkan diri dari kepesertaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dari Komponen Anak Sekolah, bisa jadi motivasi bagi peserta lain untuk segera mengikuti jejaknya.

Kordinator Kecamatan PKH Rancaekek, Anita Herdini mengungkapkan, keputusan Mamar mengundurkan diri karena merasa kondisi ekonomi sudah lebih baik dari saat pertama kali Mamar menerima PKH tahun 2016 silam.

“Alasan Ibu Mamar mundur dari PKH karena beliau merasa ada yang lebih berhak mendapat bantuan, dan ada kemajuan dari ekonomi keluarganya. Pengakuannya seperti itu, bismillah aja katanya. Beliau mundur atas inisiatif sendiri,” jelas Anita, kepada Balebandung.com, Selasa (18/6/19).

Anita memaparkan, awalnya Mamar mendapat bantuan PKH karena berdasar data by name by address, nama Mamar turun dari Kementerian Sosial langsung dan setelah divalidasi, Mamar layak dapat bantuan PKH, karena termasuk keluarga prasejahtera dengan Komponen Anak Sekolah.

Kini suami dari Mamar, Anas (56) sudah tidak bekerja lagi, dan hanya mengandalkan penghasilan dari berjualan jajanan cilung (aci digulung) di SD Negeri 6 Rancaekek. Dengan dibantu oleh Mamar sendiri yang kini bekerja paruh waktu di tempat konveksi, ia merasa sudah bisa mencukupi kebutuhan keluarganya.

Terutama untuk melanjutkan sekolah anaknya yang kedua bernama Kartika Susilawati, yang baru masuk SMP kelas 1 sambil ikut pesantren di kawasan Nagreg Kab Bandung. Sementara anak pertamanya Cepi Hasanudin, baru lulus SMA, sambil bisa membantu kedua orangtuanya.

Sebenarnya, tukas Anita, sudah ada beberapa penerima manfaat PKH lainnya yang mendahului Mamar mengundurkan diri dari kepesertaan. Menurutnya, hingga Tahap 2 bulan April 2019, di Rancaekek tercatat ada ada 4.461 Keluarga Penerima Manfaat PKH.

“Setahu saya Ibu Mamar ini peserta PKH yang keenam yang mengundurkan diri. Sebelumnya dalam kurun waktu dua tahun terakhir, sudah ada lima penerima manfaat lainnya yang mundur dari beberapa desa di Kecamatan Rancaekek. Tapi Ibu Mamar ini memang spesial karena mengundurkan diri atas inisiatifnya sendiri,” papar Anita.

Anita berharap muncul Ibu Mamar yang lainnya yang bisa yakin terhadap kemampuan atau kemandirian diri sendiri dan tidak terlena pada bantuan dari pemerintah.

PKH adalah program pemberian bantuan nontunai bersyarat dari Kemensos kepada keluarga miskin yang terdaftar, yang memenuhi syarat komponen, diantaranya Ibu Hamil, Balita, Anak Sekolah, Lansia dan Disabilitas.

KPM peserta PKH wajib melaksanakan komitmen mereka sebagai peserta PKH, yakni rutin memeriksakan kehamilan, kesehatan balita dan menyekolahkan anak-anak mereka.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas, melengkapi teknologi maupun menyediakan obat-obatan. Menurutnya, kualitas pelayanan pada akhirnya sangat ditentukan oleh sumber daya manusia (SDM) yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Kang Dadang Supriatana (KDS) saat menjadi narasumber Akademi SDMK Hebat Seri […]

Bale Bandung

KUTAWARINGIN, balebandung.com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir meninjau kesiapan Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung sebagai salah satu venue FIFA Asian Cup 2026, Kamis (24/9/2026). Dalam kunjungannya ke Si Jalak Harupat, Erick Thohir disambut langsung oleh Bupati Bandung Kang Dadang Supriatna (KDS), didampingi Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto dan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) untuk semakin memperkuat pembinaan pencak silat sebagai olahraga masyarakat sekaligus bagian dari pelestarian seni dan budaya daerah. Hal tersebut disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna atau yang lebih akrab disapa KDS saat menghadiri Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPSI Kabupaten Bandung periode 2026–2031 di […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung melaksanakan Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43 sekaligus membuka secara resmi Pekan Olahraga Pemerintah Kabupaten Bandung (PORPEMKAB) Tahun 2026 di GOR Indoor Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong budaya hidup aktif dan bugar sekaligus memperkuat kebersamaan, sportivitas, dan silaturahmi di lingkungan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menyatakan Pemerintah Kabupaten Bandung mendukung pelaksanaan fungsi pembentukan peraturan daerah yang dilakukan DPRD melalui Raperda prakarsa DPRD. Namun, pembahasan regulasi tersebut diminta tidak berhenti pada pemenuhan aspek formal dan yuridis, melainkan harus responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dapat diterapkan. Pernyataan tersebut disampaikan KDS dalam Rapat Paripurna DPRD […]

Bale Bandung

2025 Hanya 46,85 Persen, Pemeriksaan 2024 Temukan 41 Bangunan Belum Ber-PBG dengan Potensi Retribusi Rp318,5 Juta SOREANG, balebandung.com – Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) menjadi salah satu titik lemah penerimaan daerah yang bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung. Pada 2025, realisasi retribusi PBG hanya mencapai 46,85 persen dari target, jauh […]