PARIWARA

Pariwisata Kabupaten Bandung Kembali Dibuka

SOREANG, Balebandung.com – Obyek pariwisata di Kabupaten Bandung mulai Sabtu 13 Juni 2020 kembali dibuka secara bertahap, dengan tetap menerapkan standar protokol kesehatan menjelang adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Sebelumnya satu persatu obyek wisata di Kabupaten Bandung pun mengikuti arahan dari pemerintah untuk menutup usahanya akibat merebaknya Virus Corona di Indonesia sejak Februari 2020.

Sebelum dibuka kembali, Pemkab Bandung melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) telah melakukan simulasi agar standar protokol kesehatan tersebut benar-benar dapat dilaksanakan saat obyek wisata menerima pengunjung.

Obyek wisata Glamping Lake Side City di Kec Rancabali Kab Bandung. by Humas Pemkab

Bupati Bandung selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bandung, Dadang M Naser menyatakan memasuki tahap new normal ini, kondisi Kabupaten Bandung tahap demi tahap semakin membaik.

Bupati Bandung menyatakan upaya Pemkab Bandung dalam mengendalikan penyabaran virus coroa sudah dilakuan dengan baik melalui jargon Sabilulungan Melawan Corona (Sawarna). Dadang menyebut tingkat penyebaran virus corona berada di angka 0,6 persen atau tingkat penyebaranny di posisi kedua terkecil di Jawa Barat.

“Sekarang kita sudah masuk tahap adaptasi kebiasaan baru. Kita bisa normal beraktivitas kembali namun tetap menerapkan standar protokol kesehatan,” kata Dadang.

Sebab menurutnya AKB bukan berarti kita terbebas dari Covid-19 yang mengancam dunia, virus tersebut tetap mengintai kita. Karena itu ada tiga syarat untuk terhindar dari Covid-19 antara lain memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, rajin mencucui tangan pakan sabun atau hand sanitizer, dan tetap jaga jarak atau physichal distancing.

“Untuk itu secara bertahap kami mulai membuka sarana wisata atau industri pariwisata di Kabupaten Bandung dengan tetap menerapkan standar protokol kesehatan,” ungkap Dadang.

Dengan demikian Kabupaten Bandung sudah menerima kunjungan wisatawan domestik, dengan tetap membatsi pengunjung berkisar 30 sampai 50 persen.

“Jam buka obyek wisata juga dibatasi, terutama untuk restoran, cafe, dan tempat perbelanjaan, mulai jam delapan pagi, sampai jam sembilan malam,” imbuhnya.

“Sekali lagi, saya mohon diperhatikan oleh seluruh pelaku industri pariwisata dan industri perdagangan serta sektor lainnya untuk tetap berdisiplin menerapkan standar protokol kesehatan setelah dibuka kembali semua aktivitasnya,” kata Dadang

Kepala Diparbud Kabupaten Bandung Yosep Nugraha menambahkan, setelah melakukan simulasi dan uji coba pembukaan kembali pariwisata, kini pihaknya terus melakukan sosialisasi agar para pelaku usaha pariwisata maupun pengunjung tetap menerapkan standar protokol kesehatan agar tetap aman dan nyaman selama berwisata. Sosialisasi juga dilakukan terhadap masyarakat di sekitar objek wisata untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Melalui simulasi dan ujicoba dibukanya kembali sektor pariwisata, kita sudah siap menghadap adaptasi kebiasaan baru, sehingga industri pariwisata akan kembali aktif dan maju serta aman dari penyebaran Covid-19,” jelas Yosep.

Pihaknya berharap agar para pelaku industri pariwisata, para pengunjung dan masyarakat di sekitar obyek wisata untuk senantiasa memakai masker, rajin mencuci tangan dan tetap jaga jarak. *** [pariwara]

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close