Bale Kab Bandung

Pemkab dan Polres Bandung Musnahkan 38.500 Botol Miras

Pemusnahan miras dipimpin Forkominda Kab Bandung di Jl Al Fathu Soreang, Selasa (28/5). by Humas Pemkab

SOREANG, Balebandung.com – Pemkab bersama Polres Bandung memusnahkan 38.500 botol minuman keras (miras) ilegal berbagai merek dan 425 liter tuak, di Jalan Al Fathu Soreang, Selasa (28/5/19). Pemusnahan barang bukti miras itu dilakukan dalam rangka menyambut Idul Fitri 1440 H / 2019 M.

Pemusnahan miras ilegal, yang secara simbolis dilakukan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bandung tersebut, merupakan hasil penyitaan pihak kepolisian dari seluruh wilayah hukum Polres Bandung sejak Januari hingga Mei 2019.

Sementara Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bandung, melakukan penertiban miras ilegal di beberapa titik di enam wilayah, di antaranya Kecamatan Baleendah, Ciparay, Majalaya, Pameungpeuk, Katapang dan Cicalengka.

Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan mengungkapkan, selain melakukan pemusnahan miras, pihaknya bersama-sama dengan jajaran TNI dan Pemkab telah mempersiapkan personil untuk pengamanan arus mudik dan balik lebaran.

“Kami telah siapkan 1.201 personil, TNI sudah menyiapkan 125 anggotanya, Satpol PP, Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Perhubungan (Dishub) juga telah menyiapkan personil untuk pengamanan arus mudik dan balik jelang lebaran,” terang kapolres.

Pasukan disiapkan selama 13 hari pengamanan dan akan ditempatkan di 26 pos. Ia juga menyebut ada dua pos yang bisa dijadikan rest area oleh para pemudik.

“26 pos pengamanan kami siapkan dari Ciwidey hingga Nagreg, dengan menempatkan pasukan gabungan tiap posnya. Pos-pos tersebut kami utamakan di jalur-jalur yang rawan kemacetan, kecelakaan dan juga rawan bencana. Sebagai informasi bagi pemudik, ada dua pos yang bisa dijadikan rest area yaitu Pos Cikaledong dan Pos Kawah Putih,” urai Indra Hermawan.

Dikarenakan libur panjang ada di awal sebelum lebaran, maka kemungkinan tidak akan terjadi puncak kemacetan pada arus mudik. Namun tidak demikian menurut Indra pada arus mudik.

“Diperkirakan kemacetan tahun ini menurun karena perbaikan infrastruktur jalan. Rambu-rambu, marka, penerangan jalan umum dan jalan rusak sudah diperbaiki. Kemungkinan besar tidak ada puncak arus mudik, hanya untuk arus balik diperkirakan terjadi pada H + 3 lebaran,” pungkas Indra.***

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close