Bale Jabar

Pendapatan Daerah Jabar 2016 Capai 104,54%

×

Pendapatan Daerah Jabar 2016 Capai 104,54%

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan berfoto bareng usai menyampaikan LKPJ 2016 Gubernur Jabar, pada Rapat Paripurna DPRD Jabar, di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Jabar, Jumat (24/3). by Humas Pemprov Jabar
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan berfoto bareng usai menyampaikan LKPJ 2016 Gubernur Jabar, pada Rapat Paripurna DPRD Jabar, di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Jabar, Jumat (24/3). by Humas Pemprov Jabar

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan didampingi Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menyampaikan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Jabar Tahun Anggaran 2016, pada Rapat paripurna DPRD Provinsi Jabar, di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Jabar, Jumat (24/3/17).

Laporan pertanggungjawaban tersebut merupakan realisasi dari amanat UU No 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah pasal 69 ayat 1, bahwa kepala daerah diwajibkan menyampaikan LKPJ, dan ringkasan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD), sebagaimana diatur secara rinci dalam Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007.

Pada kesempatan ini, Gubernur diantaranya menjelaskan tentang pengelolaan keuangan daerah yang terdiri dari pendapatan daerah, belanja daerah, dan pembiayaan daerah.

Terkait Pendapatan Daerah, yang bersumber dari; pendapatan asli daerah, dana perimbangan, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah melampaui target Rp26,49 triliun, dengan realisasi sebesar Rp27, 69 triliun atau tercapai 104,54%. “Capaian pendapatan daerah tahun 2016 melebihi target yang telah ditetapkan sebesar 1,2 triliun rupiah,” kata Gubernur.

Adapun rinciannya yakni, Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan sebesar Rp16,26 triliun rupiah, terealisasi sebesar Rp17,04 triliun. Berdasarkan sumber PAD, seluruhnya melebihi target yang telah ditetapkan dari: Penerimaan Pajak Daerah 104,76%, penerimaan retribusi daerah 105,09%, penerimaan dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dapat direalisasikan sebesar 96,34%, dan lain- lain pendapatan asli daerah yang sah sebesar 108,32%.

Sementara pendapatan daerah yang bersumber dari dana perimbangan sebesar Rp10,62 triliun dari target sebesar Rp10,19 triliun, yang terdiri dari dana alokasi umum sebesar Rp1,24 triliun; dana bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak sebesar Rp283,44 miliar, dan dana alokasi khusus sebesar Rp7,59 triliun.

“Lain-lain pendapatan daerah yang sah, mencapai 28,46 miliar rupiah dari target 28,66 miliar rupiah, atau mencapai 99,3 persen, yang terdiri dari: hibah sebesar 99,16 persen, dan penyesuaian dana otonomi khusus sebesar 100 persen,” sambungnya.

Untuk belanja daerah, terdiri dari belanja tidak langsung, dan belanja langsung. Belanja daerah pada tahun 2016 dianggarkan sebesar Rp29,49 triliun dan direalisasikan sebesar Rp27,62 triliun atau mencapai sebesar 93,66%. Rinciannya; belanja tidak langsung dialokasikan sebesar Rp22,80 triliun, dengan realisasi mencapai Rp21,74 triliun, atau 95,36%, yang meliputi belanja pegawai sebesar Rp1,83 triliun atau 93,39% dari alokasi sebesar Rp1,96 triliun, belanja subsidi sebesar Rp14,99 miliar atau 00,99% dari alokasi sebesar Rp15 miliar.

Adapun belanja hibah sebesar Rp9,85 triliun atau 96,80% dari alokasi sebesar Rp10,18 triliun. Sedangkan belanja bantuan sosial sebesar Rp9,94 miliar atau 54,08% dari alokasi sebesar Rp18,38 miliar.

“Belanja bagi hasil kepada Provinsi/ Kabupaten/Kota dan pemerintah desa sebesar 6,39 triliun rupiah atau 97,27 persen dari alokasi 6,57 triliun rupiah. Serta bandtuan keuangan kepada kabupaten/ kota, desa dan partai politikl sebesar 3,64 triliun rupiah atau 90,39 persen dari alokasi sebesar 4,02 triliun rupiah, juga belanja tidak terduga sebesar 19,8 juta rupiah atau 0,01 persen dari alokasi sebesar 29 miliar rupiah,” Imbuh Aher.

Terkait belanja langsung, dialokasikan sebesar Rp6,68 triliun rupiah, dengan realisasi mencapai Rp5,87 triliun atau 97,86%. Tingkat realisasi tersebut diantaranya dipengaruhi adanya efisiensi pada beberapa program dan kegiatan.

Selain itu, dibahas pula terkait pembiayaan daerah, yang terdiri dari penerimaan pembiayaan daerah, yang berasal dari sisa lebih perhitungan anggaran daerah tahun sebelumnya dengan alokasi anggaran sebesar Rp3,48 triliun, dapat direalisasikan sebesar Rp 3,64 triliun atau mencapai 104,75%.

Sementara pengeluaran pembiayaan daerah dengan alokasi anggaran sebesar Rp403,57 miliar, dapat direalisasikan sebesar Rp 378,57 miliar atau mencapai 93,81%, yang digunakan untuk penyertaan modal daerah kepada PT. Argonesia, PD. Agribisnis dan Pertambangan, PD. Jasa dan Kepariwisataan, PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk, PD. Bank Perkreditan Rakyat, PT. Lembaga Keuangan Mikro, Pt. Jamkrida Jabar, PT. Argo Jabar, PT. Asuransi Bangun Askrida, PT. BPR Intan Jabar, PT. BPR Karya Utama Jabar, PT. BPR Cianjur Jabar, PT. Migas Hilir Jabar, PT. BPR Artha Galuh Mandiri Jabar, PT. BPR Karawang Jabar.

Usai sidang Paripurna DPRD tersebut, Gubernur, Wakil Gubernur, beserta Ketua DPRD Jawa Barat dan para wakilnya berjalan kaki menuju Halaman Gedung Sate meninjau Pameran LKPJ Gubernur Jawa Barat.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) bersama PT Krakatau Steel Tbk membahas tantangan industri baja nasional menuju ekosistem net zero steel di tengah tekanan biaya energi dan persaingan global. Pembahasan tersebut digelar dalam Grand Final Net Zero Steel Pathways Cohort 2026 yang diselenggarakan Center for Policy and Public Management […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Hari Tatar Sunda akan selalu diperingati setiap 18 Mei, dimulai tahun ini. Penetapan Hari Tatar Sunda telah diformalkan melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2026, tentang Penyelenggaraan Hari Tatar Sunda. Dalam Pergub itu disebutkan peringatan Hari Tatar Sunda meliputi kirab, yaitu prosesi perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) secara resmi menetapkan 18 Mei sebagai Hari Tatar Sunda. Peringatan ini menjadi tonggak kebangkitan jati diri dan karakter warga Jawa Barat. Peneliti sejarah sekaligus Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (Unpad) Nina Herlina mengatakan, penetapan Hari Tatar Sunda tanggal 18 Mei merujuk pada peristiwa digantinya nama […]

Bale Jabar

SUMEDANG, balebandung.co – Arak-arakan Mahkota Binokasih menjadi salah satu pertunjukkan yang dapat disaksikan masyarakat dalam Kirab Mahkota Binokasih di Kabupaten Sumedang, Sabtu (2/5/2026). Mahkota Binokasih merupakan mahkota yang sangat istimewa. Bukan hanya dari bentuknya yang terbuat dari emas, mahkota itu juga menyimpan makna kehidupan adiluhung. Radya Anom Karaton Sumedang Larang Luky Djohari Soemawilaya mengatakan, makna […]

Bale Jabar

Oleh: Prof. Dr. Nina Herlina, M.S., Ketua Tim Peneliti Hari Jadi Tatar Sunda Tidak semua kabupaten/kota di Jawa Barat ikut dalam kirab budaya, atau tidak diikutkan, sehingga masyarakat ada yang protes, misalnya Masyarakat Adat Kabupaten Garut. Oleh karena itu, saya, selaku Ketua Tim Peneliti Hari Jadi Tatar Sunda, merasa perlu menyampaikan informasi tentang kerajaan-kerajaan yang […]

Bale Jabar

SUMEDANG, balebandung,com – Binokasih Mulang Salaka mengawali Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran. Mahkota Binokasih akan diarak dengan menggunakan kereta kencana dari titik awal Museum Geusan Ulun Sumedang. Prosesi penyerahan Mahkota Binokasih ke dalam kereta kencana berlangsung khidmat di halaman Museum Geusan Ulun, Sabtu (2/5/2026). Penyerahan itu disaksikan langsung Raja Sumedang H.R.I Lukman Soeriadisoeria dan jajarannya, […]