Bale Bandung

Petani Stroberi di Pasirjambu Keluhkan Anjloknya Harga Jual

×

Petani Stroberi di Pasirjambu Keluhkan Anjloknya Harga Jual

Sebarkan artikel ini
Ibu-ibu PKK Kab Bandung bikin jus stroberi

PASIRJAMBU – Petani dan pelaku usaha pertanian stroberi di Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung mengeluhkan rendahnya serapan pasar. Padahal, dari sisi produksi pertanian stroberi saat ini di kawasan Pasirjambu, Ciwidey dan Rancabali terbilang bagus.

Ketua Kelompok Tani Sugihmukti Mandiri Desa Sugihmukti Kec Pasirjambu Kab Bandung, Riswan Buhori mengungkapkan, setelah beberapa waktu lalu pertanian stroberi di Kecamatan Pasirjambu, Ciwidey dan Rancabali sempat terganggu, akhir-akhir ini produksi pertanian stroberi di tiga kecamatan ini terus membaik produktivitasnya.

Namun sayangnya, masalah yang saat ini dihadapi oleh para petani adalah serapan pasar yang rendah dan harga jual yang murah.

“Kalau produksi alhamdulilah mulai bagus lagi. Tapi masalah saat ini adalah serapan hasil produksi yang rendah. Otomatis harga jual juga jadi rendah, karena antara supply dan demand tidak seimbang. Kondisi ini terjadi lumayan lama,” kata Riswan, Selasa (26/9/17).

Menurutnya, serapan pasar industri saat ini menurun drastis. Biasanya, stroberi yang dipasok dari kelompok taninya dalam sebulan bisa mencapai 12 ton. Saat ini, menurun sekitar 2 ton perhari. Sedangkan untuk pasar konsumen eceran, dari biasanya perminggu mencapai 3,5 ton perminggu, kini anjlok hanya sekitar 1,5 ton perminggu.

Riswan bilang, produksi stoberi di poktan yang beranggotakan 120 orang petani ini, dulu dengan luas lahan 40 hektar menghasilkan antara 25 hingga 30 ton perhari. Namun sayangnya, jumlah lahan pertanian di kelompoknya itu telah menyusut menjadi sekitar 10 ha. Penyusutan ini terjadi saat beberapa waktu lalu terjadi kerusakan tanaman stroberi.

“Kondisi ini diperparah oleh rendahnya serapan pasar. Baik dari industri maupun konsumen umum. Kalau industri, katanya mereka mulai melakukan impor dari luar negeri. Tak hanya itu saja, fluktuasi harga juga terjadi karena harga jual yang tidak teratur atau tidak ada patokan harga dari setiap petani dan bandar. Jadi, semacam saling banting harga saja. Padahal kalau dari sisi produksi saat ini mulai bagus lagi,” ungkapnya.

Harga jual saat ini, jelas Riswan, rata rata Rp 15 ribu perkilogram untuk varietas California dan Rp 20 ribu untuk varietas Calibre. Meski masih ada keuntungan, kata dia, harga jual tersebut sangat rendah. Karena idealnya untuk varietas California Rp 25 ribu perkilogram dan Rp 30 ribu perkilogram untuk varietas Calibre. Apalagi dulu harga stroberi perkilogram pernah mencapai Rp 70 ribu.

Riswan berharap, agar harga jual stroberi ini stabil. Sebaiknya pemerintah melakukan mediasi dengan semua para petani dan para pengepul atau bandar yang ada di tiga kecamatan itu, untuk membentuk suatu paguyuban. Dengan tujuan untuk menjaga stabilitas harga dan tidak seperti saat ini yang saling banting harga tanpa menghiraukan biaya produksi dan margin yang rasional.

“Memang harus ada paguyuban yang bisa mengatur dan menetapkan harga. Sehingga persaingan usahanya jadi sehat, tidak saling menjatuhkan seperti saat ini. Nah, saya rasa yang bisa memediasi mengumpulkan kami para petani dan pedagang ini dari pemerintah. Karena sayang sekarang produksi sudah mulai bagus lagi,”kata Riswan.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

JAKARTA, balebandung.com – Komitmen PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Pabrik Narogong dalam memperluas akses pendidikan dan mendorong pemberdayaan masyarakat kembali mendapatkan predikat Platinum melalui program Sinergi Jejak Baik untuk Negeri (SIJEBI), serta predikat Gold melalui program SARtiKa BERDAYA (Sahabat Perempuan Kepala Keluarga Berdaya) dalam ajang Indonesian SDGs Award (ISDA) 2026 di Binakarna Hall, Bidakara Jakarta, […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mendeklarasikan komitmen bersama menolak judi online dan judi konvensional di lingkungan aparatur negara. Deklarasi itu dibacakan langsung oleh Bupati Kabupaten Bandung Dadang Supriatna atau yang lebih akrab disapa KDS dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diikuti 100 peserta dari ASN, pegawai BUMD, serta aparatur pemerintahan desa, di Grand Sunshine […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong Badan Permusyawaratan Desa (BPD) semakin aktif menjalankan perannya sebagai mitra strategis pemerintah desa. BPD dinilai memiliki posisi penting dalam mengawal pemerintahan, pembangunan, serta kepentingan masyarakat di tingkat desa. Hal tersebut disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna yang akrab disapa KDS, saat mengukuhkan 435 anggota BPD dari 55 desa yang […]

Bale Bandung

JAKARTA, balebandung.com –  Pemerintah Kabupaten Bandung memperkuat komitmen percepatan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) sebagai instrumen penting dalam memberikan kepastian pemanfaatan ruang, mengarahkan pembangunan, sekaligus mendukung kemudahan berusaha dan investasi di daerah. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Komitmen Bersama Percepatan Penyusunan RDTR Region I Tahun 2026 oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna dalam Rapat Koordinasi […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Bupati Bandung, Dadang Supriatna memberikan kesaksian dalam persidangan perkara PT Bandung Daya Sentosa (BDS) di Pengadillan Negeri Kota Bandung, Selasa (29/9/2026). Kehadiran bupati yang akrab disapa KDS ini merupakan bagian dari proses hukum yang sedang berjalan dan bentuk pemenuhan kewajibannya untuk memberikan keterangan sesuai pengetahuan dan kapasitasnya. Dalam konteks kepemilikan Pemerintah Kabupaten […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) Kabupaten Bandung yang menargetkan 4.718 unit pada 2026 dinilai perlu diperkuat dari sisi kualitas agar bantuan benar-benar menghasilkan hunian layak bagi masyarakat penerima manfaat. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung MA Hailuki mengatakan, program Rutilahu tidak cukup hanya mengejar jumlah rumah yang diperbaiki. Menurut dia, pemerintah […]