Bale Kab BandungPiknik Kab Bandung

Puskopkar PTPN VIII Bantah Soal Tudingan Ada Ancaman Pihak Ketiga

Pos Tiket Masuk Walini Rancawalini
Pos Tiket Masuk Walini Rancawalini

BANDUNG – Managemen Pusat Koperasi Karyawan (Puskopkar) PTN VIII membantah tudingan beberapa pihak yang mempersoalkan kehadiran CV Graha Tunggal yang dianggap akan mengancam para pedagang dan pengelola obyek wisata pemandian air panas Walini di Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung.

Puskopkar PTPN VIII sebagai pengelola pemandian air panas Walini memang mengakui saat ini pihaknya tengah bekerjasama dengan CV Graha Tunggal untuk menerapkan sistem e-Ticketing, yang sebelumnya masih konvensional (tiket sobek manual), diubah menggunakan sistem smart card berbasis IT/online.

Sekretaris Perusahaan PTPN VIII, Dian Hadiana Arief menerangkan, penerapan e-Ticketing ini di unit usaha agrowisata Puskopkar PTPN VIII untuk menghadapi perkembangan bisnis yang makin modern. Malahan objek wisata disekitarnya sudah duluan menerapakan e-Ticketing.

Menurut Dian, tujuan penerapan e-Ticketing ini untuk mempermudah dalam pengelolaan tempat wisata dalam monitoring data pengunjung serta pelaporan keuangan yang sistematis.

“Selain memberi kemudahan bagi pengelola bisnis, integrasi sistem e-Ticketing juga memberi kenyamanan bagi pengunjung karena dapat diintegrasikan untuk fungsi lainnya dalam satu lokasi wisata,” jelas Dian kepada Balebandung.com, Sabtu (6/1/18).

Ketua Puskopkar PTPN VIII Heri Hermawan menambahkan, dengan adanya sistem e-Ticketing ini justru manfaatrnya dirasa sangat besar guna mendorong perkembangan objek wisata tersebut ke depan. Heri membantak adanya tudingan dari penerapan e-Ticketing yang dapat mengancam pedagang sekitar.

“Itu sama sekali tidak benar, justru malah sebaliknya, kalau objek wisatanya berkembang dan semakin ramai tentunya akan berdampak positif juga kepada para pedagang sekitar,” kilah Heri.

Apalagi menurutnya para pedagang masih di bawah pengelolaan langsung Manajemen Puskopkar, sehingga keberlangsungannya menjadi tanggung jawab manajemen.

Selain itu juga soal pengamanan sejumlah objek yang akan dipadati masyarakat termasuk objek wisata yang ada di daerah Ciwidey dan sekitarnya. Menurut Heri hal itu sudah dikoordinasikan oleh pihak Polri dengan berbagai pihak untuk pelaksanaan operasi tersebut.

Jadi, Heri membantah bahwa selama masa konstruksi sistem e-Ticketing ini dilaksanakan, tidak ada pengamanan dari pihak kepolisian yang dikerahkan oleh pengelola.

“Hanya saja kebetulan pada masa kontruksi system e-Ticketing, bertepatan dengan kegiatan Operasi Lilin yang digelar Polri untuk mengantisipasi keamanan selama libur panjang Natal dan Tahun Baru di titik-titik rawan lintas sektor,” tukas Heri.

Perlu dipahami bersama oleh semua pihak, bahwa dampak positif dari penerapan e-Ticketing ini jauh lebih besar untuk keberlangsungan usaha wisata itu sendiri dan sudah diterapkan di banyak tempat, tidak hanya di objek wisata air panas Walini saja,” tandas Heri.

Sebelumnya diberitakan, pengelola dan para pedagang yang sehari-harinya menggantungkan hidup di pemandian air panas Walini mengaku resah dengan adanya kerjasama antara managemen Puskopkar PTPN VIII dengan CV Graha Tunggal Elektronika.

Hadirnya perusahaan tersebut dalam pengelolaan pemandian air panas Walini dikhawatirkan akan menggusur para pengelola, pedagang serta warga setempat lainnya yang sejak puluhan tahun lalu jadi mitra di tempat objek wisata tersebut.

“Sebagai bagian dari pengelola di lapangan, kami sama sekali tidak dilibatkan oleh pihak managemen Puskopkar PTPN VIII soal kesepakatan kerjasama dengan perusahaan itu. Tiba-tiba pada 27 Desember lalu, orang dari perusahaan itu mulai masuk ke sini dan memasang pintu tiket elektronik. Nah, sebelumnya pada 24 Desember mereka juga datang dengan pengawalan puluhan polisi bersenjata lengkap, seolah-olah kami ini akan melakukan aksi atau tindakan kriminal kepada mereka,” kata Herman Rubiana, Humas Pemandian Air Panas Walini. []

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close