SOREANG, balebandung.com – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Bandung mendorong penguatan pemberdayaan perempuan dan ketahanan masyarakat di kawasan perkebunan teh melalui kolaborasi lintas sektor.
Hal itu disampaikan Kepala Bapperida Kabupaten Bandung Marlan saat menghadiri seminar bertajuk Suara dari Kebun: Kolaborasi Mendorong Resiliensi Masyarakat dan Pemberdayaan Perempuan di Kebun Teh, Senin, 25 Mei 2026.
Menurut Marlan, perempuan memiliki peran penting dalam pembangunan daerah sehingga perlu mendapatkan akses dan kesempatan yang setara dalam berbagai sektor.
“Perempuan perlu mendapatkan akses, kesempatan, dan peran yang setara dalam berbagai sektor pembangunan agar dapat berkontribusi secara optimal bagi keluarga, masyarakat dan daerah,” kata Marlan.
Ia mengatakan, Kabupaten Bandung memiliki kawasan perkebunan teh yang menjadi bagian penting dalam penguatan ekonomi masyarakat, terutama di wilayah perdesaan dan kawasan pegunungan. Karena itu, penguatan kapasitas masyarakat, termasuk perempuan, menjadi salah satu aspek penting dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, perempuan di kawasan perkebunan tidak hanya berperan dalam aktivitas rumah tangga, tetapi juga menjadi bagian dari penggerak ekonomi keluarga dan komunitas. Karena itu, pemberdayaan perempuan harus menjadi perhatian bersama dalam proses pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Marlan mengatakan seminar tersebut menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan mitra pembangunan untuk memperkuat program pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Ia bilang sinergi lintas sektor diperlukan untuk menghadirkan berbagai inovasi dan solusi dalam meningkatkan ketahanan sosial ekonomi masyarakat di lingkungan perkebunan teh.
“Melalui kolaborasi yang kuat, diharapkan lahir berbagai inovasi dan solusi yang mampu meningkatkan ketahanan sosial ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat peran perempuan di lingkungan perkebunan teh,” ujarnya.
Bapperida Kabupaten Bandung, kata dia, terus mendorong pembangunan berbasis kolaborasi melalui pendekatan riset dan inovasi daerah. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk memastikan program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Selain itu, penguatan resiliensi masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan sosial dan ekonomi, termasuk perubahan kondisi ekonomi global maupun tantangan lingkungan di kawasan perkebunan.
Marlan juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam upaya pemberdayaan masyarakat dan penguatan peran perempuan di kawasan perkebunan.
Ia berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat untuk menciptakan masyarakat yang lebih tangguh, berdaya, dan sejahtera.
“Pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kerja bersama seluruh pihak agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Marlan.***







