Bale Bandung

Terbangan, Warisan Seni Dakwah Islam Jawa Barat yang Tetap Hidup di Timur Kabupaten Bandung

×

Terbangan, Warisan Seni Dakwah Islam Jawa Barat yang Tetap Hidup di Timur Kabupaten Bandung

Sebarkan artikel ini

RANCAEKEK, Balebandung.com – Tabuhan rebana berpadu kembali menggema di sejumlah kampung di Kecamatan Rancaekek. Masyarakat setempat lebih akrab menyebut kesenian ini sebagai teureubangan atau terbangan.

Teureubangan merupakan salah satu kesenian tradisional Islam yang telah lama berkembang di berbagai daerah di Jawa Barat. Terbangan adalah kesenian tradisional yang memakai tabuhan rebana atau terbang, di mana irama musiknya mengantar pemain atau penari masuk ke dalam kondisi tidak sadar atau trance.

Pemain menari mengikuti tabuhan hingga mengalami kerasukan atau tidak sadar diri.Hal ini sering menjadi bagian dari pertunjukan rakyat di mana penari menampilkan gerakan di luar nalar normal akibat pengaruh suara dan suasana magis.

Dalam perjalanan sejarahnya, kesenian ini dikenal sebagai media dakwah yang memadukan tabuhan rebana, syair-syair pujian kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW, serta semangat kebersamaan masyarakat.

Meski bukan berasal asli dari Rancaekek, teureubangan telah tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat setempat. Hingga kini, kesenian tersebut masih kerap tampil dalam peringatan 17 Agustusan, Maulid Nabi Muhammad SAW, khitanan, syukuran, maupun berbagai kegiatan keagamaan lainnya.

Seni terbang buhun berasal dari wilayah Jawa Barat (Tatar Sunda), Indonesia. Istilah “buhun” dalam bahasa Sunda sendiri berarti kuno, tua, atau warisan nenek moyang. Kesenian tradisional ini tersebar di beberapa daerah kabupaten dan kota di Jawa Barat dengan beberapa variasi nama seperti Terbang Gede, Terbang Gebes, atau Terbang Ageung.

Alat Musik: Memakai musik terbangan atau rebana yang dipukul secara serempak dan berulang-ulang.

Suasana: Ketukan ritmis yang cepat dan konstan menciptakan suasana magis bagi para penonton maupun pelaku seni.

Generasi Muda Menjadi Penjaga Tradisi

Fenomena yang menarik justru terlihat di Rancaekek, Ciluenyi, Majalaya, Cicalengka, Paseh dan sekitarnya. Saat ini, sebagian besar kelompok teureubangan diperkuat oleh kalangan remaja dan pemuda.

Di tengah derasnya budaya digital, mereka masih meluangkan waktu untuk berlatih, memainkan rebana, melantunkan shalawat, hingga tampil dalam berbagai kegiatan masyarakat.

Regenerasi inilah yang menjadi harapan agar warisan budaya Islam di Jawa Barat tetap lestari dan tidak berhenti pada generasi sebelumnya.

Potensi Menjadi Daya Tarik Budaya

Besarnya jumlah kelompok teureubangan yang aktif di Rancaekek menunjukkan bahwa kesenian ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari agenda budaya dan keagamaan.

Dengan pengelolaan yang baik, teureubangan dapat dipadukan dengan bazar UMKM, santunan sosial, tabligh akbar, maupun pentas seni sehingga menghadirkan manfaat budaya sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

Menjadi Bagian dari LINGGARIA

Dalam konsep LINGGARIA Festival, teureubangan direncanakan menjadi salah satu penampilan pembuka (opening ceremony).

Pemilihan tersebut bukan tanpa alasan. Tabuhan rebana dan lantunan shalawat diyakini mampu menghadirkan suasana religius sekaligus memperkuat semangat kebersamaan sebelum rangkaian kegiatan Kemerdekaan, Maulid Nabi, Berbagi, dan Festival UMKM dimulai.

Harapannya, LINGGARIA tidak hanya menjadi ruang hiburan masyarakat, tetapi juga ikut berkontribusi menjaga keberlangsungan salah satu warisan seni dakwah Islam yang telah hidup dan berkembang di berbagai daerah di Jawa Barat.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

KUTAWARINGIN, balebandung.com – KONI Kabupaten Bandung tetap optimistis membidik 100 medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026, meskipun menghadapi keterbatasan anggaran. Optimisme tersebut bertumpu pada pola pembinaan atlet yang telah berjalan sejak awal serta potensi sejumlah cabang olahraga andalan untuk mendulang medali. Ketua KONI Kabupaten Bandung, Yana Suryana yang akrab disapa […]

Bale Bandung

KUTAWARINGIN, balebandung.com – Kabupaten Bandung membidik 100 medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Target tersebut menjadi sasaran 1.464 atlet, pelatih, dan ofisial yang dikukuhkan dan dilepas menuju ajang olahraga tingkat provinsi itu di Gedung Gymnasium SOR Si Jalak Harupat, Kecamatan Kutawaringin, Sabtu (24/10/2026). Dari total kontingen tersebut, sebanyak 929 merupakan […]

Bale Bandung

CIPARAY, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) mengajak masyarakat memperkuat doa, rasa syukur, dan introspeksi diri sebagai ikhtiar bersama dalam menjaga keselamatan serta mendorong kemaslahatan Kabupaten Bandung. Ajakan tersebut disampaikan KDS saat menghadiri kegiatan istighosah dan doa bersama untuk keselamatan dan kemaslahatan Kabupaten Bandung di Pondok Pesantren Al-Munawwaroh Sapan, Desa Sumbersari, Kecamatan Ciparay, Sabtu […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Paduan suara FatNU Voice yang diinisiasi Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Bandung melalui Bidang Seni dan Budaya tampil perdana dalam Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Kabupaten Bandung di Lapang Upakarti, Soreang, Kamis (22/10/2026). Kehadiran FatNU Voice menjadi langkah awal PC Fatayat NU Kabupaten Bandung dalam mengembangkan potensi kader perempuan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Polresta Bandung menggelar operasi penindakan premanisme dan pelanggaran penyakit masyarakat di wilayah Kecamatan Banjaran dan Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Kamis (22/10/2026). Dalam kegiatan yang berlangsung mulai pukul 11.00 hingga 17.00 WIB tersebut, petugas mengamankan 21 orang yang diduga melakukan aktivitas berkedok pedagang asongan, juru parkir liar, dan pak ogah, serta menyita sebanyak […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Sebagai bentuk komitmen dalam membangun generasi Qur’ani, BAZNAS Kabupaten Bandung turut mendukung kesejahteraan 1.012 guru ngaji melalui program bisyarah BAZNAS. Dukungan ini menjadi wujud kepedulian terhadap para pendidik Al-Qur’an yang selama ini berperan penting dalam membimbing anak-anak dan masyarakat mempelajari kitab suci. Di tengah besarnya tantangan pendidikan keagamaan, keberadaan guru ngaji menjadi […]