BANDUNG, balebandung.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat memperkuat literasi dan inklusi keuangan bagi penyandang disabilitas melalui Program DIA KITA (Disabilitas Berdaya, Keuangan Inklusif Tercipta).
Program tersebut diwujudkan melalui edukasi keuangan bagi anggota Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) Kota Bandung di SLB Negeri A Bandung, Rabu (10/6/2026), bekerja sama dengan bank bjb, PERTUNI Kota Bandung, serta Duta Literasi Keuangan OJK Jawa Barat Farizy Yunaz.
Kepala OJK Provinsi Jawa Barat Darwisman mengatakan akses terhadap layanan keuangan merupakan hak setiap warga, termasuk penyandang disabilitas. Karena itu, peningkatan literasi keuangan perlu terus diperluas agar mereka mampu mengelola keuangan secara mandiri dan terhindar dari berbagai aktivitas keuangan ilegal.
“Literasi dan akses keuangan merupakan kebutuhan dasar setiap orang. Melalui edukasi ini, penyandang disabilitas diharapkan semakin mandiri dalam mengelola keuangan sekaligus terlindungi dari risiko keuangan ilegal,” kata Darwisman.
Ia menjelaskan, berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), kepemilikan rekening dan akses pembiayaan formal di kalangan penyandang disabilitas masih lebih rendah dibandingkan masyarakat pada umumnya. Kondisi tersebut menjadi alasan OJK terus memperluas program literasi dan inklusi keuangan bagi kelompok disabilitas.
Selain edukasi mengenai perencanaan dan pengelolaan keuangan, peserta juga mendapatkan pengenalan produk dan layanan perbankan dari bank bjb melalui Program PESAT (Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu).
Darwisman berharap kolaborasi antara OJK, industri jasa keuangan, pemerintah daerah, dan komunitas disabilitas mampu memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan yang aman, legal, serta sesuai kebutuhan sehingga mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas.***







