balebandung.com – Setiap fase melahirkan jalannya sendiri. Ketika Balebandung.com lahir, fokusnya adalah membangun ruang narasi, literasi, dan identitas Bandung Raya. Ketika Bale Pascad hadir, fokusnya bergeser ke public affairs, komunikasi strategis, dan pengelolaan isu publik. Kini, sebuah fase baru mulai ditapaki: sektor pangan.
Fase baru itu bernama Bale Pare. Seiring dengan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah.
Bale Pare lahir dari kesadaran sederhana bahwa pangan bukan hanya urusan produksi, melainkan juga urusan distribusi, pasar, komunitas, dan ketahanan ekonomi masyarakat. Di tengah perubahan ekonomi yang dirasakan banyak keluarga, Bale Pare hadir sebagai ikhtiar membangun jembatan antara produsen pangan lokal dengan pasar yang lebih luas.
Inspirasi itu tumbuh dari Bandung Timur. Dari hamparan sawah yang masih tersisa di Rancaekek, Solokanjeruk, Ciparay, Paseh, Cicalengka, hingga Nagreg. Dari para petani yang menjaga produksi pangan. Dari penggilingan-penggilingan beras yang mempertahankan kualitas. Dan dari keyakinan bahwa pangan lokal harus mendapatkan ruang yang lebih besar di rumahnya sendiri.
Karena itu Bale Pare tidak dibangun sebagai sekadar toko beras. Bale Pare dirancang sebagai platform distribusi pangan lokal yang menghubungkan produsen, komunitas, koperasi, pesantren, SPPG, UMKM, hingga konsumen rumah tangga.
Dalam tahap awal, Bale Pare akan bermitra dengan berbagai pelaku pangan lokal, termasuk penggilingan beras yang telah lama menjadi bagian dari ekosistem pangan Bandung Timur. Salah satunya adalah UD Dede Putra, produsen beras premium asal Rancaekek yang selama bertahun-tahun menjaga kualitas produknya dan memiliki basis pelanggan yang loyal.
Bale Pare percaya bahwa kebangkitan ekonomi daerah tidak selalu harus dimulai dari proyek besar. Kadang ia dimulai dari satu karung beras yang berpindah dari penggilingan lokal ke meja makan keluarga. Dari satu transaksi yang menghidupkan petani, penggilingan, distributor, dan masyarakat secara bersamaan.
Ke depan, Bale Pare akan dikembangkan sebagai pusat kolaborasi ketahanan pangan Bandung Timur dengan pendekatan pentahelix yang melibatkan dunia usaha, komunitas, akademisi, pemerintah, dan media.
Jika Balebandung.com berbicara tentang narasi, dan Bale Pascad berbicara tentang strategi, maka Bale Pare berbicara tentang kebutuhan paling mendasar manusia: pangan.
Sebab pada akhirnya, peradaban yang kuat selalu berdiri di atas pangan yang kuat.
Dan dari Bandung Timur, perjalanan itu baru saja dimulai. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 H.***







